THE ACCULTURATION OF SUFISM AND JAVA CULTURE IN THE AL-KHIDMAH DZIKIR SUROAN AND BANYU MANAQIB LOCAL TRADITIONS

Main Article Content

Farihatul Mufidah
Tasmuji

Abstract

The acculturation between Sufism and local culture is one manifestation of the dynamic diversity of Indonesian society, particularly within the context of Javanese culture. The Majelis Dzikir Al-Khidmah serves as a space where Sufi teachings and local traditions intersect, as reflected in the Suroan and Banyu Manaqib traditions. This study aims to examine the forms of acculturation between Sufism and Javanese culture, the process by which this acculturation occurs, and its significance for Sufi practices within the Majelis Dzikir Al-Khidmah. This study employs a qualitative method, specifically a literature review (library research). Data were obtained from books, scientific journal articles, and various other relevant academic sources, and were then analyzed using descriptive analytical methods. The results indicate that acculturation is evident in the preservation of local cultural elements, which are subsequently given new orientation and meaning through Islamic and Sufi values. The Suroan tradition preserves the “Satu Suro” observance, which is integrated with prayers, memorial ceremonies (haul), dhikr, and the spiritual practices of the Qadiriyyah wa Naqshbandiyyah Sufi order. Meanwhile, the Banyu Manaqib tradition retains the use of water which bears similarities to the suwuk tradition but channels it through the recitation of the manaqib of Sheikh Abdul Qadir al-Jilani, prayers, dhikr, tawasul, and blessings. Thus, acculturation within the Majelis Dzikir Al-Khidmah takes place through the integration and reconstruction of meaning without erasing cultural and local identities, allowing Sufism to be present contextually in daily life.


 Keyword: Acculturation, Sufism, Al-Khidmah Dhikr Assembly, Suroan, Banyu Manaqib


 


Akulturasi antara tasawuf dan budaya lokal merupakan salah satu bentuk dinamika keberagaman masyarakat Indonesia, khususnya dalam konteks budaya Jawa. Majelis Dzikir Al-Khidmah menjadi salah satu ruang perjumpaan antara ajaran tasawuf dan tradisi lokal yang tercermin dalam tradisi Suroan dan Banyu Manaqib. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk akulturasi tasawuf dan budaya Jawa, proses terjadinya akulturasi, serta maknanya bagi praktik tasawuf dalam Majelis Dzikir Al-Khidmah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian studi pustaka (library research). Data diperoleh dari buku, artikel jurnal ilmiah dan berbagai sumber akademik lainnya yang relevan, kemudian dianalisis secara deskriptif analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akulturasi tampak pada pemertahanan unsur budaya lokal yang kemudian diberi orientasi dan makna baru melalui nilai-nilai Islam dan tasawuf. Tradisi Suroan mempertahankan momentum Satu Suro yang dipadukan dengan doa, haul, dzikir, dan amalan Tarekat Qodiriyah wa Naqsyabandiyah. Sementara itu, Banyu Manaqib mempertahankan penggunaan air yang memiliki kemiripan kemiripan dengan tradisi suwuk, tetapi diarahkan melalui pembacaan manaqib Syekh Abdul Qodir Al-Jailani, doa, dzikir, tawasul, dan keberkahan. Dengan demikian, akulturasi dalam Majelis Dzikir Al-Khidmah berlangsung melalui integrasi dan rekonstruksi makna tanpa menghilangkan identitas budaya, lokal, sehingga tasawuf dapat hadir secara konteksual dalam kehidupan masyarakat.


Kata kunci: Akulturasi, Tasawuf, Majelis Dzikir Al-Khidmah, Suroan, Banyu Manaqib

Article Details

Section

Articles

References

Aryani, Noviani Dwi. “Persepsi Jama’ah Al-Khidmah Terhadap Pembacaan Ayat-Ayat Al-Qur’an dalam Ritual Pitulsan (Studi Living Qur’an di Mushola Miftahul Huda Desa Ngeroto Kecamatan Gubug Kabupaten Grobogan)”. Skripsi 2023.

Akhiyat. “Tasawuf Dan Akulturasi Budaya ( Telaah Tasawuf Dalam Perspektif Culture and Education )” 1, no. 1. 2016.

Akhiyat. “Relasi Tasawuf dan Akulturasi Budaya: Kajian Integratif antara Spiritualitas dan Pendidikan Budaya”. Pedagogika : Jurnal Ilmu-Ilmu Kependidikan. Vol. 4. No. 2. 2024.

Basyid, Abd. M. Yusuf .“Konstruksi Pemahaman Jamaah Majelis Zikir Al-Khidmah Terhadap Sakralitas Banyu Manaqib”.UIN Sunan Ampel Surabaya.

Badrudin Kamil dan Acep Nurullah. Buku Ajar Studi Akhlak Tasawuf, Bumi Narasi Publishing. 21 Mei 2026

Hakim, Muhammad Nur, Universitas Kh, Abdul Chalim, Ari Kartiko, Universitas Kh, and Abdul Chalim. “Simbol Masyarakat Sufistik : Studi Peran Majelis Dzikir Al-Khidmah” 4, no. 3 (2023)

Hasan. Ilmu Tasawuf Konsep,Sejarah, dan Implementasinya dalam Pendidikan Agama Islam. PT Global Teras Fana : Jawa Tengah. 2026

Husna , Zahrotul, Tri Inda Fadhila Rahma, Inayah Ardiyah. “Filosofi Tradisi Suroan ( Culture Of Java) Di Desa Sidoerejo Kabupaten Langkat Sumatera Utara” 4. no. 3 (2023).

Ismail, Roni. Menuju Muslim Rahmatan Lil’alamin. Yogyakarta: Suka Press, 2016.

Ismail, Roni.“Hakikat Monoteisme Islam (Kajian atas Konsep Tauhid Laa Ilaaha Illallah), Religi, Vol. X, No. 2, Juli 2014, 172-183. DOI: https://doi.org/10.14421/rejusta.2014.1002-03

Kusumawati, Anita. “PERAN MAJLIS DZIKIR AL-KHIDMAH DALAM MEMBENTUK AKHLAK DAN UKHUWAH ISLAMIAH MASYARAKAT DESA TRISONO BABADAN PONOROGO. Skripsi IAIN PONOROGO. 2021.

Laili, Adisty Nurrahmah, Ega Restu Gumelar, Husnul Ulfa, Ranti Sugihartanti, and Hisny Fajrussalam. “Akulturasi Islam Dengan Budaya Di Pulau Jawa,” {Formatting Citation} Volume4, No. 2, Tahun, 2021

Maryamah, Endah, Etty Ratnawati. “ Akulturasi Islam dan Budaya Lokal pada Tradisi Bongkar Bumi di Desa Cupang Kecamatan Gempol Kabupaten Cirebon”. Jurnal Edueksos Volume VIINo 2, Desember 2018

Mudyo, Usman. “Nilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam Tradisi Suroan Pada Masyarakat Jawa” 07, no. 02 (2024)

Mastur, Ali, and Al Fithrah Surabaya. “PESANTREN ASSALAFI AL FITHRAH PERSPEKTIF EDUCATIONAL MARKETING َْ ه ِ ف” 13, no. 30 (2023)

Muannif Ridwan, Suhar AM, Bahrul Ulum, Fauzi Muhammad, “Pentingnya Penerapan Literature Review Pada Penelitian Ilmiah”, Vol. 2, No.1, 2021.

Novianti, Ida, Arif Hidayat. “Tasawuf Dan Penyembuhan : Studi Atas Air Manaqib,” Ilmu Ushuluddin. Volume 7. Nomor 2. Juli 2020.

Pangasih, Sedya. Luthfi Rahman.“ RITUAL AGAMA DAN HARMONI SOSIAL KAUM URBAN: KAJIAN SOSIOLOGIS TERHADAP MUJAHADAH WARGA DI PERUM PANDANA MERDEKA NGALIYAN SEMARANG”. Fikri: Jurnal Kajian Agama. Sosial dan Budaya. Volume 5 Nomor 2. Desember 2020.

Puspita, Sovie Kresnadayanti, Wadiyono, Wandah Wibawanto. “Kajian Interdisiplin: Telaah Seni Rupa dan Tari melalui Teori Akulturasi dan Teori Motivasi pada Tari Ronggeng Warak Karya Tari Sekar Kemuning”. Jurnal of Islamic Art and Architecture (JIAA). Vol. 1 No. 2. October 2023

Rozi, Fatchur. “Internalisasi Konseling Metode Sufi KH. Ahmad Asrori Al-Ishaqi dalam Membangun Karakter Sufi Pada Santri PP. Al-Fithrah Kedinding Lor Surabaya”. Skriipsi UIN Sunan Ampel Surabaya.2019.

Rosidi. “TRANSFORMASI RITUAL TAREKAT URBAN AL-QADIRIYAH WA AL-NAQSHABANDIYAH AL-OESMANIYAH”. Disertasi UIN Sunan Ampel Surabaya. 2020.

Rahmawati, Adenan, Endang Ekowati. “Tradisi Suroan Dan Pengaruhnya Terhadap Keberagamaan Masyarakat The Suroan Tradition and Its Influence on the Religious Society of Bantan Hamlet , Torgamba , South Labuhanbatu Regency” 2, no. 2 (2022)

Soekarba, Siti Rohmah. “Dinamika Tarekat Tijaniyah Di Pesantren Darussalam : Akulturasi Tarekat Dan Dakwah Di Brebes,” n.d.

Siswayanti, Novita, Ahmad Yunani. “Akulturasi Budaya Dalam Dakwah Maulana Malik Ibrahim”. Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Keislaman (JIPKIS). Vol. 1. No. 03 Desember.2021.

Safera, Damar, Muhammad Chairul Huda. “Tradisi Suroan Sebagai Tapak Tilas Walisongo (Studi di Desa Jatirejo Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang”. Al-Mada; Jurnal Agama. Sosial dan Budaya, V0l. 3. No. 1 (2020).

Syadiyah, Reghifa Khalimatus, Siti Sholikhati, and Siti Prihatiningtyas. “Akulturasi Islam Dan Budaya Lokal Dalam Fesyen Hijab Di Indonesia Pendahuluan” 1, no. 2 (2024)

Yaqin, Ainul. “LIVING HADIS PADA TRADISI MAJELIS SUROAN DI DESA NGROTO GUBUG GROBOGAN”. Jurnal KACA Jurusan Ushuluddin STAI AL FITHRAH. Volume 11. Nomor 1 Februari 2021.