STUDI KEBIJAKAN KAMPUS INKLUSIF: IMPLEMENTASI PERMENDIKBUD RI NO 46/2014
DOI:
https://doi.org/10.14421/welfare.2018.072-05Abstract
Di Yogyakarta, data statistik mengindikasikan masih minimnya tingkat partisipasi difabel di jenjang pendidikan dasar dan menengah. Sampai dengan tahun 2004, anak difabel yang bersekolah adalah 63,24% di jenjang pendidikan SD dan SMP. Partisipasi difabel di ranah pendidikan tinggi jauh lebih rendah lagi. Hal ini disebabkan oleh banyaknya hambatan yang dialami difabel atau pun hambatan yang mungkin mereka alami. Tulisan ini ingin mengkaji bagaimana implementasi dari Permendikbud tersebut di PTN di DIY, yaitu di UIN Sunan Kalijaga dan Universitas Negeri Yogyakarta. Alasan memilih kedua tempat ini karena kedua PTN ini banyak menerima mahasiswa difabel setiap tahun.
Hasil penelitian mengindikasikan bahwa kampus UIN Sunan Kalijaga lebih baik dalam hal implementasi pendidikan inklusif yang menyangkut sarana/prasarana, layanan khusus untuk mahasiswa difabel, seleksi mahasiswa baru, dosen dan tenaga kependidikan, evaluasi pembelajaran dan fungsi layanan disabilitas Kata Kunci: Difabel, Pendidikan Inklusif, Studi Kebijakan
References
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with Welfare: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).









