“Kita Nggak Bisa Apa-apa ...” Studi Mengenai Adaptasi Individu Terhadap Budaya Korupsi di Lingkungan Pendidikan Dasar dan Menengah di Wilayah X

Falasifatul Falah

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan faktor-faktor yang mempengaruhi adaptasi individu terhadap budaya korupsi di lingkungan kerjanya. Data diperoleh dengan wawancara dan dianalisis dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku
korupsi di Lingkungan Pendidikan Dasar dan Menengah di wilayah X merupakan bagian dari perilaku sistemik yang sudah menjadi budaya. Individu yang nilai-nilai pribadinya berlawanan dengan sistem yang korup tidak mampu melawan tekanan sosial sehingga terpaksa melakukan adaptasi dan rasionalisasi untuk membenarkan ketidakmampuannya melawan sistem yang korup. Keterlibatan yang berlangsung secara terus-menerus diyakini akan membuat individu menjadi
bagian yang aktif dari sistem yang korup.
Kata kunci: adaptasi individu, budaya korupsi, lingkungan pendidikan

ABSTRACT
This study aims to reveal the factors that affect individual adaptation to the culture of corruption in the work environment. Data were obtained by interview and analyzed by qualitative approach. The results showed that corruption in the Elementary and Secondary Education Environment in the region X is part of systemic behavior which has become a culture. Individuals whose personal values against the corrupt system is not able to resist social pressure and had to do the adaptation and rationalization to justify his inability to fight the corrupt system. Long-time involvement in corruption activities is believed would make the individual become an active part of the corrupt system.
Keywords: individual adaptation, culture of corruption, educational environment

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.14421/jpsi.2014.%25x

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2015 Psikologi Integratif