Representasi Citra Politik Harry Tanoesoedibjo (Studi Semiotika Roland Barthes Dalam Video Mars Partai Perindo)

Ardhina Pratiwi

Abstract


Media massa dan kekuasaan memang tidak bisa dipisahkan dari kepentingan politik penguasa dan seluruh pemegang kekuasaan media. Partai politik yang ingin dikenal oleh publik akan membutuhkan publikasi dalam memperkenalakan partainya pada seluruh lapisan masyarakat. Publikasi partai politik melalui media masa yang saat ini sedang marak ditayangkan di televisi, salah satunya dapat dilakukan dengan menggunakan video mars partai. Citra politik suatu partai dapat dicerminkan melalui kepemimpinan dan kompetensi yang dibangun.  Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan citra politik dan representasi Hary Tanoesoedibjo dalam video mars Partai Perindo. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori semiotika dari Roland Barthes  yang dikenal dengan Two Orders of Signification  teori ini adalah ide tentang dua tatanan signifikansi yaitu denotasi dan konotasi. Pendekatan penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif dan teknik pengumpulan data penelitian ini dengan mengumpulkan screen short dari kumpulan adegan yang ada pada video mars Partai Perindo dari youtube.  Berdasarkan hasil analisis semiotika, penelitian ini menghasilkan  enam makna yang terdapat dalam video mars Partai Peindo, antara lain : ikon, sosok dan simbol Partai Perindo, pelantikan, memberikan dukungan pada generasi muda, Liliana Tanoesoedibjo memberikan dukungan untuk wanita dan anak-anak Indonesia, kepedualian sesama umat beragama dan kepedulian terhadap kesehatan. Citra politik dan representasi yang ditampilkan dalam video Partai Perindo mengajak masyarakat menengah dan generasi muda agar terciptanya Indonesia sejahtera demi kemajuan Persatuan Indonesia.  Kata kunci : Semiotika, Citra Politik, Represntasi, Media Massa.
 
Media of time and power can not be separated from the political interests of the ruler and all the holders of media power. Political parties who want to be known by the public will need publications in the introduction of his party to all levels of society. Publication of political parties through the mass media that is currently rampant aired on television, one of which can be done by using a party mars video. The political image of a party can be reflected through the leadership and competence being built. This study aims to describe the political image and representation of Hary Tanoesoedibjo in Perars Party's mars video. The analysis used in this research is the semiotics theory of Roland Barthes known as "Two Orders of Signification" This theory is the idea of two order of significance denotation and connotation. This research approach using qualitative descriptive and data collection technique of this research by collecting screen short of scene collection that exist on video party Perindo mars from youtube.  Based on the results of semiotic analysis, this study yielded six meanings contained in the Pears Party mars video, among others: icons, figures and symbols of party Perindo, inauguration, providing support to the younger generation, Liliana Tanoesoedibjo provide support for Indonesian women and children, fellow believers and concern for health. The political image and representation shown in the video of Perindo Party invites the middle and young generation to create a prosperous Indonesia for the advancement of Indonesian Unity. Keywords: Semiotic, Political Image,  Represntasi, Mass Media

Keywords


media massa;komunikasi;masyarakat informasi

Full Text:

PDF

References


Ariviyanti, Betari Chinyta, Nurfebrianing, Sylvie. 2017. Analisis Pembentukan Citra Politik Hary Tanoesoedibjo (Studi Semiotika Pierce Iklan TV Perindo Mars Perindo Versi 2). Channel Jurnal Komunikasi, vol.5, no 1. http://journal.uad.ac.id/index.php/CHANNEL/article/view/6353. Diakses 1 Maret 2018.

Arifi, Anwar. 2004. Politik Pencitraan-Pencitraan Politik. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Barthes, Roland. 2007. Membedah Mitos-Mitos Budaya Massa: Semiotika atau Sosilogi Tanda, Simbol dan Representasi. Yogyakarta : Jalasutra.

Bungin, Burhan. 2008. Sosiologi Komunikasi, Cet Ke-3. Jakarta: Kencana.

D. Reese, Stephen. 1991. Setting the Media’s Agenda: A Power Balance Perspective. Baverly Hills: Sage.

Dimas, Cornel, and Josep J Darmawan. 2012. “Audiens Dan Program Acara Sepakbola Di TV Publik.” Digital Times, 2–12. http://www.dt.co.kr/contents.html?article_no=2012071302010531749001.

Firmanzah.2008. Marketing Politik: Antara Pemahaman dan Realitas. Jakarta: Yayaysan Obor Indonesia.

Firdaus, fitra. 2015. Berita Politik Hari ini: Partai Perindo Resmi didirikan Hary Tanoesudibjo. http://sidomi.com/357549/partai-perindo-resmi-didirikan-hary-tanoe/. Diakses 3 Meret 2018.

Frenda, Madiana, Yentin. 2017. Media sosial dan Hiperrealitas Hary Tanoesoedibjo Sebagai Politikus Religius Islam (Studi Deskriptif Pencitraan Hary Tanoesoedibjo Di Fanepage Facebook Perindo). Yogyakarta: Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora UIN Sunan kalijaga.

Hamad, Ibnu. 2004. Kontruksi Realtas Politik dalam Media Massa: Sebuah Studi Critical Discourse Analysis terhadap Berita-Berita Politik. Jakarta : Granit.

Hamad, Ibnu. 2004. Kontruksi realitas politik dalam Media. Jakarta : Granit.

Hoeppe, Götz. 2015. “Representing Representation.” Science Technology and Human Values 40 (6): 1077–92. https://doi.org/10.1177/0162243915594025.

Thomassen, Lasse. 2017. “Poststructuralism and Representation.” Political Studies Review 15 (4): 539–50. https://doi.org/10.1177/1478929917712932.

J Shoemaker, Pamela dan D. Reese Stephen. 1996. Mediating The Message. New York. Logman Publisher.

Liliweri, Alo. 2010. Strategi Komunikasi Masyarakat. Yogyakarta: LKIS.

Massie, Ruth Debora. 2013. “Manajemen Program Siaran Dialog Interaktif Di Kantor RRI Manado.” Acta Diurna 2 (1).

Noviani, Ratna. 2002. Jalan Tengah Memahami Iklan, Antara Realitas, Representasi dan Simulasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.




DOI: https://doi.org/10.14421/pjk.v11i2.1426

Refbacks

  • There are currently no refbacks.