TRANSFORMASI KESETARAAN BURUH: STUDI KRITIS TEORI KEADILAN JOHN RAWLS

Mohammad Takdir

Abstract


This paper aims to change the laborers who are always seen as an underdeveloped and oppressed societies. In looking at the relations of laborers and employers, some people often use the paradigm of slavery rather than the humanitarian paradigm.This research used theory of justice John Rawls’s as an approach in fighting for labor rights in the works system in Indonesia. Justice for Rawlsm defined as a combination of freedom and equality. Rawlsian’s theory of justice often refereed to as “liberal equality”, which emphasizes the justice as fairness aspect. This theory of justice used to offer a new alternative in correcting earlier theories of justice, such as utilitarianism and institutionalism that are perceived as failing in reducing errors to the paradigm of labor. This study showed that injustice in a social structure of society is more due to the loss of deep empathy associated with the argument of equality as a keyword in the conception of justice. Rawls offers the concept of justice as fairness that should be the main foothold in the struggle for equality of laborers in various aspects, especially concerning the fulfillment of rights, obligations, and welfare of life.

Artikel ini bertujuan untuk mengubah paradigma tentang buruh yang selalu dipandang sebagai sekelompok masyarakat yang terbelakang dan tertindas. Dalam memandang relasi buruh dan majikan, sebagian orang seringkali menggunakan paradigma perbudakan daripada paradigma kemanusiaan (humanitarian paradigm). Penelitian ini menggunakan teori keadilan John Rawls sebagai pendekatan dalam memperjuangkan hak-hak buruh dalam sistem kerja di Indonesia. Keadilan bagi Rawls, diartikan sebagai perpaduan antara kebebasan (freedom) dan kesamaan (fairness). Teori keadilan Rawlsian sering disebut dengan istilah “kesamaan-liberal”, yang menekankan pada aspek justice as fairness.Teori keadilan ini digunakan untuk menawarkan sebuah alternatif baru dalam mengoreksi teori-teori keadilan sebelumnya, seperti utilitarianisme dan institusionalisme yang dianggap gagal dalam mengurangi kesalahan terhadap paradigma buruh. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa ketidakadilan dalam sebuah struktur sosial masyarakat lebih diakibatkan oleh hilangnya rasa empati yang mendalam terkait dengan argumen kesetaraan (equality) sebagai kata kunci dalam konsepsi keadilan. Rawls menawarkan konsep tentang justice as fairness yang harus menjadi pijakan utama dalam memperjuangkan kesetaraan buruh dalam berbagai aspek, terutama menyangkut pemenuhan hak, kewajiban dan kesejahteraan hidup.



Keywords


Laborers Justice; Freedom; Fairnity; John Rawls’s theory

Full Text:

PDF

References


Arif, Siritua. Pembangunanisme dan Ekonomi Indonesia: Pemberdayaan Rakyat dalam Arus Globalisasi. Bandung: Zaman, 1998.

Billah, M.M. Strategi Pengendalian Negara atas Buruh: Studi Awal Masalah Perburuhan di Indonesia Pasca 1965 dari Perspektif Althusserian dan Gramscian. Jakarta: Fakultas Ilmu Sosial dan Sosiologi UI, 1995.

Curzon, L.B. Equity. London: MacDonald & Evans, 1967.

Labibah, Umnia. Wahyu Pembebasan: Relasi Buruh dan Majikan. Yogyakarta: Pustaka Alief, 2004.

Mardimin,Yohanes. Dimensi Kritis Proses pembangunan di Indonesia. Yogyakarta: Kanisius, 1996.

Masduki, Teten. Pokok-Pokok Pikiran YLBHI tentang Reformasi Politik Perburuhan Nasional. Jakarta: YLBHI, 1998.

Rasuanto, Bur. Keadilan Sosial: Pandangan Deontologis Rawls dan Habermas, Dua Teori Filsafat Politik Modern. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2005.

Rawls, John. A Theory of Justice. Oxford: Oxford University Press, 1973.

__________. Political Liberalism. New York: Columbia University Press, 1993.

Suseno, Franz Magnis. Pemikiran Karl Marx: dari Sosialisme Utopis ke Perselisihan Revisionisme. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 1999.

Susetiawan. Konflik Sosial: Kajian Sosiologis Relasi Buruh Perusahaan dan Negara di Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2000.




DOI: https://doi.org/10.14421/jsr.v12i2.1430

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


                                                             Published By:

                                    Sociology Lab., Prodi Sosiologi, UIN Sunan Kalijaga

                                               

                                                         In Association with: