PENGUATAN IDENTITAS DAN SEGREGASI SOSIAL KOMUNITAS EKS PENGUNGSI TIMOR TIMUR DI SUKABITETEK, NUSA TENGGARA TIMUR

Moh Soehadha

Abstract


The exodus of East Timorese refugees after the 1999 referendum to Indonesia left a problem till now. International refugee affairs agencies, the Indonesian government, and non-governmental organizations have helped repatriate refugees. But many refugees do not want to return and choose to stay in Indonesia, among them they choose to stay in the border area in Sukabitetek Village, Belu Regency, East Nusa Tenggara. In a study through an ethnographic approach to the former East Timorese refugee community in the following Sukabitetek, it was explained about strengthening identity and social segregation in the interaction between former East Timorese refugees and local people. Resettlement policies for refugees that are top down and tend to pay less attention to the needs of refugees cause social problems, namely land access, economy and education, economic and political commodification, and social conflict.

Keywords


Identity; Segregation; East Timor Refugees

Full Text:

PDF

References


Alkatiri, Farid Abud. 2018. Akses Tanah dan Kendala Legitimasi Eks-Pengungsi di Kabupaten Belu. dalam Jurnal Kawistra, Vol 8. No 1. April, hal 22-32.

Andriana, Nina. 2016. Nasionalisme dan Keindonesiaan di Perbatasan. Yogyakarta: Calpunis dan LIPI.

Bau, Yanuarius Koli., Therik, Wilson M.A., Dewi Subhani Kusuma. 2008. Analisis Sosial Budaya di Timor Barat. Nusa Tenggara Timur; Amrican Friends Service Committe in Indonesia.

Brown, Rupert. (2000). Social Identity dalam Kuper, Adam dan Kuper, Jessica. (edt). Ensiklopedi Ilmu-Ilmu Sosial. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Bayer, Patrick. (2001). The Cases and Consequences of Residential Segregation; An Equilibrium Analysis of Neighborhood Sorting. Public Policy Institut of California.

BPS. (2018). Raimanuk dalam Angka 2018. BPS Kabupaten Belu.

CHEGA. (2010). Laporan Komisi Penerimaan, Kebenaran, dan Rekonsiliasi (CAVR) di Timor Leste- Volume II. Jakarta: KPG (Kepustakaan Populer Gramedia).

CHEGA. (2005). Laporan Komisi Penerimaan, Kebenaran, dan Rekonsiliasi (CAVR) di Timor Leste- Volume I. Jakarta: KPG (Kepustakaan Populer Gramedia).

Dhosa, Didimus Dedi. (2016). Ekonomi Politik dan Pembangunan Eks Pengungsi Timor Timur. Artikellepas pos-kupang.com edisi 3 Desember.

Eriksen, Thomas Hyland. (1993). Etnicity and Nationalism Anthropological Approach. London-Boulder, Colorado: Pluto Press.

Guru, Valerius P (edt.). (2017). Desa Sejahtera, Negra Kuat (Aspek-aspek Penting Pembangunan Pedesaan di Provinsi NTT). Singaraja: Undiksha Press.

Hirst, Mega. (2008). Meraih Persahabatan Melepas Kebenaran; laporanb Pemantauan Komisi Kebenaran dan Persahabatan Indonesia dan Timor-Leste. Jakarta, Penerbit International Center for Transitional Justice (ICTJ).

Karim. (2006). Kawin Campur dan Dinamika Kehidupan di Antara Dua Identitas, dalam Pande Made Kutanegara & Judith Schelhe (edt) Budaya Barat dalam Kacamata Timur . Yogyakarta Pustaka Pelajar.

Kymlicka, Will. (2002). Kewargaan Multikultur. Jakarta: LP3ES.

Kustriyati. (2010). Penanganan Pengungsi di Indonesia Tinjauan Aspek Hukum Internasional dan Nasional. Jakarta: Brilllian Internasional.

Missbach, Antje. (2012). Politik Jarak Jauh Diaspora Aceh: Suatu Gambaran tentang Konflik Separatis di Indonesia. Diedit oleh Aditya Pratama. Diterjemahkan oleh Windu Wahyudi Yusuf. Yogyakarta: Ombak.

Messakh, Thobias A. (2003). Kebijakan Pemukiman Kembali Pengungsi di Perbatasan Indonesia - Timor Leste (Studi Kasus: Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur). Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

Mulia, Yogi. (2013). Upaya Indonesia dalam Repatriasi Warga Eks Timor Timur (2000-2012). Jurnal Online Mahasiswa. Vol.1., No.2. Universitas Riau.

Neonbasu, Gregor. (2017). Citra Manusia Berbudaya Sebuah Monografi tentang Timor dalam Perspektif Melanesia. Penerbit Antara Publishing.

Pemerintah Transisi PBB di Timor Timur. (2000). Laporan Kemajuan Timor Timur. Tt.

Pinto, Julio Thomas. (2015). Keamanan Nasional Negara Kecil: Sistem Terpadu di Timor Leste. Yogyakarta: Penerbit Saujana.

Puspitasari, Yuni. (2013). Upaya Indonesia dalam Menangani Masalah Keamanan Perbatasan dengan Timor Leste Pada Periode 2002-2012. Skripsi Fisipol UIN Jakarta.

Sasangka, Gatot. (1993). Evaluasi Pelaksanaan Repelita V Propinsi Dati I Timor Timur; Sektor Transmigrasi. Tt?

Soares, Jose Remigio Pinto. (1997). Perjuangan kemerdekaan Rakyat Timor loro Sa’e; Kumpulan Tulisan East Timor Student Movement. Yogyakarta: East Timor Student Movement.

Syahnakri, Kiki. (2013). Timor Timur The Untold Story. Jakarta; Penerbit Buku Kompas.

Riberio, Afonso Rosario Guterres. (2014). Upaya Pemerintah Xanana Gusmao dalam Memulangkan Pengungsi Eks Timor di NTT Tahun 2009-2013. Thesis UPN Veteran Yogyakarta.

Wiharyanto, A. Kardiyat. (2011). Sejarah Indonesia dari Proklamasi Sampai Pemilu 2009. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

Wuryandari, Ganewati. (2009). Keamanan di Perbatasan Timor Leste; Sumber Ancaman dan Kebijakan Pengelolaannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar dan P2P-LIPI.

Internet

https://www.cnnindonesia.cpm/nasional/20160817091559.....

m.antaranews.com 7 Juli 2013. “Data Perbatasan darat Indonesia Timor Leste.

www.kompasiana.com., 7/3/2013. Mozes Adiguna. “Masa Integrasi Adalah Masa terindah bagi Timor Timur.

Tirto.id.12/11/2018. Agung DH. “Tragedi Santa Cruz dan Sejarah Kekerasan Indonesia di Timor Leste.”

http://kupang.tribunnews.com/2016/12/03/ekonomi-politik-dan-pembangunan-eks-pengungsi-timor-timur

Okezone.com, 29/12/2016

Nusantaranews.co, 22/10/2016

nasional.tempo.com, 3 Desember 2005




DOI: https://doi.org/10.14421/jsr.v13i12.1563

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


                                                             Published By:

                                    Sociology Lab., Prodi Sosiologi, UIN Sunan Kalijaga

                                               

                                                         In Association with: