DEKONSTRUKSI KARAKTER DRUPADI DALAM PEWAYANGAN (STUDI GENDER DAN LIVING QUR’AN MENGENAI POLIANDRI)

Ahmad Hidayatullah, Syamsul Bakhri

Abstract


One of the many evidences about the concepts of justice and gender equality in Islam can be seen in the creation of the plot and of a central female character in the Javanese puppet, namely Drupadi. This article employs a qualitative research with this literature study approach to determine the deconstruction character of Drupadi.  The validity of the data is obtained by triangulating data sources and integrating data from journals and books about Drupadi characters in puppets, supported by analysis of gender studies and living Qur'an studies of the concept of polyandry. The results showed that there is a deconstruction of the character of Drupadi figures from the Hindu to the Islamic version. Drupadi, who is described in the Mahabharata story of having five husbands, in a Javanese puppet show, especially after the arrival of Islam, is described only married to Yudhistira. The deconstruction of Drupadi's character as a symbol of women is no longer objectified. Drupadi's new character reflects equality between men and women in Islam.

Satu dari sekian bukti tentang adanya konsep keadilan dan kesetaraan gender dalam Islam bisa dilihat dalam pembangunan alur dan karakter tokoh perempuan sentral pada pewayangan Jawa, yakni Drupadi. Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka ini, bertujuan untuk menentukan dekonstruksi karakter Drupadi di Wayang. Validitas data diperoleh dengan melakukan triangulasi sumber data, mengintegrasikan data dari jurnal dan buku tentang karakter Drupadi dalam wayang dengan berfokus pada analisis studi gender dan Living Qur’an mengenai poliandri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah terjadi dekonstruksi karakter tokoh Drupadi dari versi Hindu ke versi Islam; Drupadi dalam cerita Mahabharata melakukan Poliandri dengan 5 suami, dalam pewayangan Jawa setelah datangnya Islam hanya bersuamikan Yudhistira. Dekonstruksi karakter Drupadi menjadi simbol bahwa perempuan tidak lagi menjadi objektifikasi seksual. Karakter Drupadi yang baru mencerminkan kesetaraan antara pria dan perempuan dalam ajaran Islam.


Keywords


Deconstruction, Drupadi, Gender, and Wayang

Full Text:

PDF

References


Abdurrahman, Dudung. “SOSIOLOGI KAUM SUFI: Sebuah Model Studi Integratif-Interkonektif.” Jurnal Sosiologi Reflektif 9, no. 2 (2015).

Ahmad, Rumadi, (2016), Fatwa Hubungan Antaragama di Indonesia, Kajian Kritis tentang Karakteristik, Praktif, dan Implikasinya, Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Arifin, Anwar, (2011), Dakwah Kontenporer, Sebuah Studi Komunikasi, Yogyakarta: Graha Ilmu.

Arps, B, (2007), Writings on Wayang: Approrches to Puppet Theatre in Java And Bali in Fifteen Recent Books, Indonesia Circle, School of Oriental & African Studies, Newsletter: London.

Aziz, Donny Khoirul. “Akulturasi Islam Dan Budaya Jawa.” Fikrah I, no. 2 (2015).

Azra, Azyumardi, (2002), Islam Nusantara: Jaringan Global dan Lokal, Bandung: Penerbit Mizan.

Bakhri, S., & Hidayatullah, A., Desakralisasi Simbol Politheisme dalam Silsilah Wayang: Sebuah Kajian Living Qur’an dan Dakwah Walisongo di Jawa. SANGKéP: Jurnal Kajian Sosial Keagamaan, Vol. 2, No.1, Juli 2019, h.13-30.

Fakih, M, (1997), Analisis Gender dan Transformasi Sosial, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Fina, D. A., & Hidayatullah, A., Paradigma Dakwah Kultural: Dimensi Sufisme dalam Kontruksi Karakter Bima pada Pewayangan Jawa, Jurnal Ilmu Dakwah, Vol. 39, No. 2, Desember 2019.

Idahram, Syaikh, (2011), Ulama Sejagad Menggugat Salafi Wahabi, Menegenal dan Mengkritisi Penyimpangan Tokoh-Tokoh Utama Mereka: Ibnu Taymiyah, Muhammad Ibnu Abdu Wahab, Nashirudin Al-Albani, Ibnu Baz, Ibnu Utsaimin, Shalih Ibnu Fauzan, dan lain-lain, Yogyakarta: Pustaka Pesantren.

Ismail, Ilyas, dan Hotman, Prio, (2011), Filsafat Dakwah “Rekayasa Membangun Agama dan Peradaban Islam”, Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Ja’far, A., Larangan Muslimah Poliandri: Kajian Filosofis, Normatif Yuridis, Psikologis, dan Sosiologis. AL-‘ADALAH, Vol. X, No. 3, Januari 2012.

Kamandoko, Gamal, (2009), Baratayudha; Banjir Darah di Tegal Kurusetra, Yogyakarta: Penerbit Narasi.

Kaur, Harpreet. “Draupadi : A Victim of Gender Oppression.” Pramana Research Journal 8, no. 9 (2018).

Leach, M and Jerome, F, (1960), Folklore, Mithology and Legend, New York: Funk & Wagnalls Co.

Lubis, A.Y, (2014), Postmodernisme Teori dan Metode, Depok: PT Rajagrafindo Persada.

Motswapong, P.E., Understanding Draupadi as a paragon of gender and resistance. Stellenbosch Theological Journal ,Vol. 3, No 2, Oct 2017.

Nabila, Hanan. “Kejahatan Asusila Dalam Novel Drupadi Karya Seno Gumira Ajidarma.” Asas: Jurnal Sastra 7, no. 3 (2018).

Narayan, R.K, (2009), Ramayana Mahabharata -diterjemahkan dari The Ramayana & The Mahbharata, Jakarta: Bentang Pustaka.

Nariswari, A.C dan Wibowo, N.C.H., Rekonstruksi Cerita Mahabharata dalam Dakwah Walisongo. Islamic Communication Journal, Vol. 1, No. 1, April 2016.

Noris, Christopher (2003). Membongkar Teori Dekonstruksi Jacques Derrida. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Padmosoekotjo, S, (1979), Silsilah Wayang Purwa Mawa Carita Jilid 1. Surabaya: CV. Citra Jaya.

Pribadi, Moh. “Tahapan Pemikiran Masyarakat Dalam Pandangan Ibn Khaldun.” Jurnal Sosiologi Reflektif 11, no. 2 (2017). doi:10.14421/jsr.v11i2.1346.

Purwadi, dkk, (2006), Jejak Para Wali dan Ziarah Spiritual, Jakarta: Kompas.

Slamet, Y.B.M., Constructing a Course on Indonesia Shadow Puppets for International Student. Celt, Volume 14, No. 1, July 2014.

Sudjarwo, H. S., dkk, (2010), Rupa dan Karakter Wayang Purwa, Jakarta: Kaki Langit Kencana Prenada Media Group.

Suhardjono, L. A, Wayang Kulit And The Growth Of Islam In Java. Humaniora, Vol. 7, No. 2, April 2016.

Suhra, S., Kesetaraan Gender dalam Perspektif Al-Qur’an dan Implikasinya terhadap Hukum Islam. Al-Ulum, Vol.13, No.2, Desember 2013, h. 373-394.

Suhra, Sarifa. “Kesetaraan Gender Dalam Perspektif Al-Qur’an Dan Implikasinya Terhadap Hukum Islam.” Jurnal Al-Ulum 13, no. 2 (2013).

Sunarto, W., Transformasi Visual Tokoh Mahabharata dalam Sejarah Komik Indonesia. Jurnal Seni & Budaya Panggung Vol. 23, No. 1, Maret 2013.

Sunyoto, Agus (2012). Atlas Walisongo. Jakarta: Pustaka IIman: Jakarta: Pustaka IIman, 2012.

Supriono, dkk, (2008), Pedhalangan Jilid 1, Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Sutiyono, (2013), Poros Kebudayaan Jawa, Yogyakarta: Graha Ilmu.

Wiyatmi, Wiyatmi, Afendi Widayat, and Andrian Eka Saputra. “Revitalization of Drupadi’S Feminism in the Novel of Drupadi Perempuan Poliandris By Sena Gumira Ajidarma.” Humanus 18, no. 2 (2019). doi:10.24036/humanus.v18i2.103577.

Yousof, G.S., Islamic Elements in Traditional Indonesian- Malay Theatre. Kajian Malaysia, Vol. 28, No. 1, April 2010.




DOI: https://doi.org/10.14421/jsr.v15i2.2147

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


                                                             Published By:

                                    Sociology Lab., Prodi Sosiologi, UIN Sunan Kalijaga

                                               

                                                         In Association with: