SHRINKAGE TEMPERATURE TESTER GT KC-23 SEBAGAI ALAT UJI SUHU KERUT KULIT KAMBING SAMAK ALDEHID

Eko Nuraini
* Politeknik Akademi Teknologi Kulit Yogyakarta

DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.2656810

Abstract


Kulit agar kondisinya tetap stabil maka perlu adanya proses pengawetan, salah satu jenis pengawetan yang bisa dilakukan yaitu dengan proses penyamakan. Kulit hasil penyamakan sebelum dibuat produk sebaiknya dilakukan pengujian kimia, fisis maupun organoleptis. Salah satu pengujian fisis yang sering dilakukan adalah pengujian suhu penyusutan kulit untuk mengetahui tingkat kematangan kulit saat proses penyamakan.Tujuan penelitian mengaplikasikan alat Leather Shrinkage  Temperature untuk mengetahui pengaruh perbedaan suhu penyusutan pada proses penyamakan kombinasi formalin 6% dan syntan 0,5%. Bahan yang digunakan kulit kambing dengan ketebalan 0,7 mm,panjang 50 mm dan lebar 5 mm media yang digunakan aquades. Hasil yang diperoleh ada perbedaan suhu penyusutan yaitu proses tanning 75oC,76oC dan 77oC setelah proses retanning 77oC,76oC dan 77oC. Kesimpulan bahwa proses proses tanning retaning samak kombinasi formalin 6% syntan 0,5% mempengaruhi suhu penyusutan.

Keywords


Kestabilan hidrotermal; penyamakan aldehid; shrinkage temperature

Full Text:

PDF

References


Albet, R. (2013). Cara Penyamakan Kulit Ramah Lingkungan . Jakarta: Badan Pengendalian Dampak Lingkungan .

BSN. (2005). SNI 06-7127-2005 Cara Uji Suhu Pengekrutan Kulit Tersamak . Jakarta: Badan Standarisasi Nasional.

Covington, A. (2009). Tanning Chemistry ;The science of leather. Cambridge: UK ;The Royal Society of Chemistry.

Mutiar, A. K. (2016). Goat Skin Tanning For Obtaining High Tensile Strength Leather Using Tanning Combination. Prosiding Seminar Nasional Kulit,Karet dan Plastik (pp. 3238). Yogyakarta: Balai Besar Kulit,Karet dan Plastik.

Nyoman Wendri, W. S. (2012). Alat Pencatat Temperature Otomatis Menggunakan Termokopel Berbasis Mikrokontroler AT89S51. Buletin Fisika,Vol.13 No.1, 29-33.

Pertiwiningrum, A,. Latifsahubawa,dan Muhamad Arya Rizky (2010). Kajian Pengaruh Bahan Penyamak Alami (Mimosa) Terahadp Kualitas Kulit Pari. http://www.ejournalsl.undip.ac.id/index.php/jpbhp.

Peter, A. (1997). Determining Leather Shrinkage Temperature. Jerman: The use SATRA's STD 114 test device.

Popong Effendrik, G. J. (2014). Jurnal ELTEK . Vol. 12 No.1, 133-145.

Raharjo, S. d. (1990). Pengaruh Berbagai Jenis Bahan Penyamak dalam Penyamakan Kulit Bulu terhadap Kualitas Kulit Bulu Samak Kelinci. Proceeding Seminar Sehari HAKTKI. Yogyakarta: Balai Penelitian dan Pengembangan Industri Barang Kulit Karet dan Plastik.

Syaiful Harjanto, W. P. (2016). Rekayasa Alat Uji Suhu Kerut Kulit Tersamak Sistem Digital. Seminar Nasional Kulit.Karet dan Plastik Ke-5 (pp. 105-114). Yogyakarta: Balai Besar Kulit,Karet dan Plastik.

Thomson, M. K. (2011). Conservation of Leather and Related Material. London and Newyork: Routletge.

Tika Kusmaryanti, R. I. (2016). Pengaruh Perbedaan Bahan Penyamah Terhadap Kualitas Kulit IKan Pari Mondol (Himantura gerrardi) Tersamak. Available online at Indonesia of Fisheries Science and Technology (IJFST), 140-147.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.