“Kuat Mlarat” di Pondok Pesantren Kuno Cibuk, Yogyakarta sebagai Resistansi Konsumerisme Modern

Authors

  • Iwan Shohib El-Hasan UIN Sunan Kalijaga
  • Nur Tata IIQ An-Nur, Yogyakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.14421/thaq.2025.24106

Keywords:

Resistensi Budaya, Santri, Konsumerisme, Etika Konsumsi

Abstract

Abstract: This study investigates the cultural resistance of Santri toward modern consumerism within the broader context of neoliberal economic culture. Using a case study of Pondok Pesantren Kuno Cibuk in Sleman, Yogyakarta, the research examines how Sufi values—such as zuhud and the local maxim “kuat mlarat”—shape a distinctive pattern of consumption characterized by simplicity, spirituality, and collectivity. In contrast to the hegemonic market culture that constructs false needs and consumption-based identities, santri embody an ascetic ethos rooted in pesantren tradition and the internalization of classical Islamic teachings. The findings reveal that santri are not passive consumers; rather, they exercise agency and resistance through the pesantren habitus, which emphasizes moderation, self-discipline, and the pursuit of barakah (divine blessing). Employing a descriptive qualitative approach, this study demonstrates that pesantren culture offers an alternative ethic of consumption that is spiritually grounded and socially sustainable. Furthermore, this alternative ethic serves as an implicit ideological critique of the global capitalist logic that shapes contemporary consumer behavior.

Abstrak: Penelitian ini membahas resistansi budaya konsumsi santri terhadap konsumerisme modern dalam konteks ekonomi neoliberal dengan mengambil studi kasus di Pondok Pesantren Kuno Cibuk, Sleman, Yogyakarta. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai tasawuf, khususnya zuhud dan slogan “kuat mlarat” sebagai laku prihatin menjadi determinan penting dalam membentuk pola konsumsi santri yang sederhana, spiritual, dan kolektif. Di tengah hegemoni budaya pasar yang membentuk kebutuhan palsu (false need) dan identitas berbasis konsumsi, santri justru menunjukkan sikap asketis yang berakar pada tradisi dan internalisasi nilai-nilai keIslaman klasik. Penelitian ini menunjukkan bahwa santri bukanlah konsumen pasif, tetapi aktor yang memiliki daya resistansi melalui habitus pesantren yang menekankan kesederhanaan, pengendalian diri, dan keberkahan. Dengan menggunakan pendekatan fenomenologi, artikel ini menunjukkan bahwa budaya pesantren mampu membangun etika konsumsi alternatif yang lebih berkelanjutan secara spiritual dan sosial. Hal ini sekaligus menjadi kritik ideologis terhadap logika konsumsi kapitalistik global yang mendominasi kehidupan modern.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Al-Ghazali. “Terjemah Ihya Ulumuddin.” Translated by H.A. Malik Karim Amrullah (n.d.).

Badriyah, Nurul, and Putri Alfia Halida. “Perilaku Konsumsi Gaya Hidup Mahasantri Pondok Pesantren Syekh Abdurrahman Rabah Perspektif Hadis.” El Nubuwwah: Jurnal Studi Hadis 1, no. 2 (2023): 162–178.

Bahri, Saiful, Waluyo Erry Wahyudi, and Sunarto. “Internalisasi Dan Nilai-Nilai Moderasi Islam (Studi Pondok Pesantren Di Provinsi Lampung).” Al Ulya: Jurnal Pendidikan Islam 9, no. 1 (2024): 39–52. Accessed June 13, 2025. https://journal.unugiri.ac.id/index.php/al-ulya/article/view/2809.

Baudrillard, Jean, Wahyunto, and George Ritzer. Masyarakat Konsumsi. Kreasi Wacana, 2004.

Bourdieu, Pierre. “Distinction a Social Critique of the Judgement of Taste.” In Inequality, 287–318. Routledge, 2018.

Van Bruinessen, Martin. “Pesantren and Kitab Kuning: Maintenance and Continuation of a Tradition of Religious Learning.” Texts from the islands. Oral and written traditions of Indonesia and the Malay world [Ethnologica Bernica, 4]. Berne: University of Berne (1994): 121–145.

Creswell, John W., and Cheryl N. Poth. Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches. 4th, beranotasi ed. London: SAGE Publications, 2016.

Damayanti, Lina, and Muslihin Maksum. “Zuhud Sebagai Solusi Prilaku Hedonis-Materialistik.” Progresif: Media Publikasi Ilmiah 1, no. 02 (November 2013).

Daulay, Haidar Putra. Historisitas Dan Eksistensi Pesantren Sekolah Dan Madrasah. Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya, 2001.

Dhofier, Zamakhsyari. The Pesantren Tradition: A Study of the Role of the Kyai in the Maintenance of the Traditional Ideology of Islam in Java. The Australian National University (Australia), 1980.

Firdausi, Firdausi, Sahrawi Sahrawi, Daruri Aziz, and Moh Tohari. “Kopiah Dan Sarung Identitas Pesantren: Histori Perlawanan Santri Terhadap Kebudayaan Eropa.” Alhamra Jurnal Studi Islam 4, no. 2 (2023): 195–206.

Fitrianna, Nurma, and Nia Khoniah. “Pengaruh Gaya Hidup Dan Pemahaman Pola Konsumsi Islam Terhadap Perilaku Konsumsi Santri Pondok Pesantren Al-Barokah Mangunsuman Siman Ponorogo.” Journal of Syntax Literate 7, no. 6 (2022).

Geertz, Clifford. The Religion of Java. Chicago: University of Chicago Press, 1960.

Ibn ’Isa, M. (1998). Al-Jami‘ al-Kabir – Sunan al-Tirmidhi (Vol. 6). Dar al-Gharb al-‘Islami.

Islam, Lutfi Izul, Abdul Aziz, and Puput Lestari. Universalisme Zuhud Dalam Pandangan Imam Ahmad Bin Hanbal, May 1, 2025. https://journalpedia.com/1/index.php/jpki.

Marcuse, Herbert. One-Dimensional Man The New York Times, n.d.

Heidegger, M. (1996). Being and time (J. Stambaugh, Trans.). State University of New York Press.

Miles, Steven. “The Neoliberal City and the Pro-Active Complicity of the Citizen Consumer.” Journal of Consumer Culture 12, no. 2 (July 2012): 216–230.

Moh Ikhsani, and Anis Zunaidah. “Kepimpinan Spiritual Kiai Dalam Meningkatkan Karakter Santri Di Pondok Pesantren Darul Huda Blitar.” El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat 4, no. 5 (October 4, 2024): 3221–3227. https://journal-laaroiba.com/ojs/index.php/elmujtama/article/view/5262.

Polanyi, M. (1966). The tacit dimension. The University of Chicago Press.

Rakhmani, Inaya. “The Personal Is Political: Gendered Morality in Indonesia’s Halal Consumerism.” TRaNS: Trans-Regional and -National Studies of Southeast Asia. Cambridge University Press, November 1, 2019.

Safitri, Leni, and Novi Mubyarto. “Pengaruh Religiusitas, Uang Saku Dan Status Sosial Ekonomi Orang Tua Terhadap Konsumsi Santri Ponpes Darul Arifin Jambi.” Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam 10, no. 1 (2024): 356–369.

Saputera, Abdur Rahman, and Meyer Tendean. “Peranan Kyai Dan Santri Dalam Mengimplementasikan Nilai Pendidikan Agama Ditengah Lajunya Arus Globalisasi Dan Fenomena Akulturasi Budaya Indonesia.” AHSANA MEDIA: Jurnal Pemikiran, Pendidikan dan Penelitian Ke-Islaman 6, no. 1 (February 5, 2020). https://journal.uim.ac.id/index.php/ahsana/article/view/774.

Sariati, Ning Purnama, and Binti Mutafarida. “Pesantren Dan Konsumsi Halal Santri (Studi Kasus Di Pesantren Syarif Hidayatulah Rejomulyo Kediri).” Prosiding Nasional 2 (2019): 193–212.

Weber, Max. Etika Protestan & Spirit Kapitalisme : Sejarah Kemunculan Dan Ramalan Tentang Perkembangan Kultur Industrial Kontemporer Secara Menyeluruh. 1st ed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2006.

Wijaya, Aksin. “Pesantren Tanwirul Hija Sumenep Dalam Menghadapi Tantangan Global.” KARSA Journal of Social and Islamic Culture 23, no. 2 (2015): 242–258.

Wawancara: Fatih, Muhammad (10 Juni 2025). Kholik, (10 Juni 2025).

Downloads

Published

2025-12-23

Issue

Section

Research Article

How to Cite

“Kuat Mlarat” di Pondok Pesantren Kuno Cibuk, Yogyakarta sebagai Resistansi Konsumerisme Modern. (2025). Thaqafiyyat : Jurnal Bahasa, Peradaban Dan Informasi Islam, 24(1), 91-105. https://doi.org/10.14421/thaq.2025.24106

Similar Articles

21-30 of 33

You may also start an advanced similarity search for this article.