Sinkretisme Islam-Budaya Jawa Dalam Tradisi Manten Kopi Di Perkebunan Kolonial Karanganjar Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar

Authors

  • Siska Anggrianto Sunan Kalijaga State Islamic University Yogyakarta image/svg+xml
  • Muhammad Fikri Ahsan Sunan Kalijaga State Islamic University Yogyakarta image/svg+xml
  • Imam Muhsin Sunan Kalijaga State Islamic University Yogyakarta image/svg+xml

DOI:

https://doi.org/10.14421/thaq.2026.25102

Keywords:

Blitar, Manten Kopi, Nglengok

Abstract

Abstrak: Penelitian ini membahas perkembangan tanaman kopi sebagai komoditas perkebunan kolonial serta adanya tradisi lokal manten kopi di wilayah Blitar khususnya Kecamatan Nglegok. Masuknya kopi ke wilayah Blitar tidak dapat dipisahkan dari kebijakan agraria kolonial khususnya cultuurstelsel dan Agrarische Wet 1870 yang membuka peluang investasi perkebunan dan mendorong pembentukan sejumlah perkebunan besar seperti Karangredjo, Gogo-niti dan Karanganjar. Selain memberi dampak ekonomi, kehadiran perkebunan kolonial juga membentuk pola kehidupan sosial dan melahirkan tradisi manten kopi. Artikel ini bertujuan untuk menambah pemahaman akademik mengenai sejarah masuknya kopi di Blitar. Selain itu, penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya dokumentasi ilmiah mengenai tahapan pelaksanaan tradisi Manten Kopi serta mengungkap nilai-nilai simbolik yang merepresentasikan proses sinkretisme antara ajaran Islam dan budaya Jawa yang tersirat dalam keseluruhan ritual tersebut. Kajian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang meliputi tahap heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka dan studi lapangan untuk memperoleh sumber primer maupun sekunder yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi manten kopi bukan sekadar prosesi simbolis menjelang panen melainkan bentuk kearifan lokal yang telah hidup sejak masa kolonial. Tradisi ini berfungsi menjaga hubungan masyarakat dengan alam, memperkuat kohesi sosial, serta menjadi identitas budaya masyarakat Nglegok yang tetap dipertahankan di tengah modernisasi.

Abstract: This study examines the development of coffee cultivation as a colonial plantation commodity, as well as the local tradition of “manten kopi” in the Blitar region, particularly in Nglegok Subdistrict. The introduction of coffee to the Blitar region is inextricably linked to colonial agrarian policies, particularly the cultuurstelsel and the Agrarische Wet of 1870, which opened opportunities for plantation investment and spurred the establishment of several large plantations such as Karangredjo, Gogo-niti, and Karanganjar. In addition to its economic impact, the presence of colonial plantations also shaped social patterns and gave rise to the “manten kopi” tradition. This article aims to deepen academic understanding of the history of coffee’s introduction to Blitar. Furthermore, this study contributes to enriching the scientific documentation regarding the stages of the Manten Kopi tradition and reveals the symbolic values that represent the process of syncretism between Islamic teachings and Javanese culture implied throughout the ritual. This study employs historical research methods, including the heuristic stage, source criticism, interpretation, and historiography. Data collection was conducted through literature review and fieldwork to obtain relevant primary and secondary sources. The results of the study indicate that the Manten Kopi tradition is not merely a symbolic procession preceding the harvest but a form of local wisdom that has existed since the colonial era. This tradition serves to maintain the community’s relationship with nature, strengthen social cohesion, and serve as a cultural identity for the people of Nglegok that continues to be preserved amid modernization.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdurahman, Dudung, and Nini Salwa Istiqamah. Peradaban Islam Paradigma, Metodologi Dan Prosedur Penelitian. Depok: Rajawali Pers, 2025.

Afgani, Rixvan, and Sarkawi B. Husain. “Manisnya Kopi di Era Liberal: Perkebunan Kopi Afdeling Malang, 1870-1930.” Indonesian Historical Studies 2, no. 1 (September 2018): 24–35. https://doi.org/10.14710/ihis.v2i1.3199.

Aminullah, Aminullah. “Sinkretisme Agama dan Budaya dalam Tradisi Sesajen di Desa Prenduan.” Dirosat : Journal of Islamic Studies 2, no. 1 (2017): 1. https://doi.org/10.28944/dirosat.v2i1.64.

Anggrianto, Siska, and Rizal Zamzami. “Sejarah Desa dan Islamisasi di Desa Serang Blitar Tahun 1892-1942.” Historia Islamica: Journal of Islamic History and Civilization 2, no. 2 (December 2023): 99–115. https://doi.org/10.30984/historia.v2i2.713.

Angkoso, Jefri Bangkit, Ahmad Nashih Luthfi, and Sudibyanung Sudibyanung. “Distribusi Penguasaan dan Pemilikan Tanah Pertanian di Desa Nglegok, Kabupaten Karanganyar.” Tunas Agraria 3, no. 2 (May 2020): 101–21. https://doi.org/10.31292/jta.v3i2.111.

Arianti, Ramadani Tri, Dewa Agung Gede Agung, and Arif Subekti. “Peran PT. Perkebunan Nusantara XII Afdeling Sirah Kencong terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat Sirah Kencong tahun 1995-2015.” Historiography 2, no. 4 (October 2022): 576. https://doi.org/10.17977/um081v2i42022p576-587.

Aristawidya, Rifdah, Eva Putri Agustin, and Dita Putri Permata Sari. “Studi Etnobotani Manten Kopi sebagai Kearifan Lokal di Perkebunan Kopi Kawisari Blitar.” Life Science, ahead of print, 2025. https://doi.org/10.15294/unnesjlifesci.v14.i1.17538.

Ayuningtyas, Tantri Raras. “TRADISI RHOKAT BHUMIH MENJELANG PANEN KOPI DI DELINIASI IJEN GEOPARK.” Jurnal Sandhyakala 3 (2022). https://doi.org/10.31537/sandhyakala.v3i1.908.

De Groot, Kolff & Co (Semarang). “De Locomotief.” 1903. Dag Edition. https://www.delpher.nl/nl/kranten/view?query=koffie+karanganjar+blitar&coll=ddd&identifier=MMKB23:001623169:mpeg21:a00022&resultsidentifier=MMKB23:001623169:mpeg21:a00022&rowid=1.

——— (Semarang). “De Locomotief.” 1934. Dag Edition.

Hakim, Cecep Lukmanul. Politik Pintu Terbuka: Undang-Undang Agraria Dan Perkebunan Teh Di Daerah Bandung Selatan 1870-1929. Jawa Barat: Vidya Mandiri, 2018.

Haryono, Eko, Siti Suprihatiningsih, Damar Septian, Joko Widodo, Ali Ashar, and Sariman. New Paradigm Metode Penelitian Kepustakaan (Library Research)Di Perguruan Tinggi. An-Nur The Journal of Islamic Studies (2024). https://ejournal.iaiamc.ac.id/index.php/annuur/article/view/391.

JR de Vries & Co (Bandoeng). “De Preanger-Bode.” 1919. Avond Edition.

Karanganjar, De. RITUAL UNIK DUNIA - MANTEN KOPI DE KARANGANJAR KOFFIEPLANTAGE BLITAR. n.d.

Koffieplantage, De Karanganjar. “Kondangan Anti-Mainstream Di Event Manten Kopi De Karanganjar Koffieplantage.” Dekaranganjar.Com, 2022.

Kolff & Co (Soerabaia). “Soerabaijasch Handelsblad.” 1937. Dag Edition.

Kumaidi, Kumaidi, Rinwanto Rinwanto, Farida Isroani, and Nurlaela Nurlaela. “Sinkretisme Dalam Tradisi Buchu Kendit Ditinjau Dari Pendidikan Islam.” Sustainable Jurnal Kajian Mutu Pendidikan 6, no. 1 (June 2023): 202–7. https://doi.org/10.32923/kjmp.v6i1.3635.

Mahdayeni, Mahdayeni, Muhammad Roihan Alhaddad, and Ahmad Syukri Saleh. “Manusia dan Kebudayaan (Manusia dan Sejarah Kebudayaan, Manusia dalam Keanekaragaman Budaya dan Peradaban, Manusia dan Sumber Penghidupan).” Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam 7, no. 2 (August 2019): 154–65. https://doi.org/10.30603/tjmpi.v7i2.1125.

Martanti, Diana Elvianita. “Manten Kopi Tradition as a Cultural Asset in Coffee Marketing: A Phenomenological Study for Sales Optimization and Customer Engagement.” East Asian Journal of Multidisciplinary Research 4, no. 6 (June 2025): 2861–72. https://doi.org/10.55927/eajmr.v4i6.202.

Martodikromo, wawancara dengan. “Prosesi Pelaksanaan Manten Kopi.” Preprint, 2025.

Masyruhin, Mamlaul, and S R I WAHYU WIDAYATI. “TRADHISI MANTEN KOPI ING MODANGAN, NGLEGOK, BLITAR (Tintingan Makna, Fungsi, Lan Owah Gingsir Tradhisi).” JOB (Jurnal Online Baradha) 6, no. 1 (2019).

Masyruhin, Mamlaul, and Sri Wahyu Widayati. “TRADHISI MANTEN KOPI ING MODANGAN, NGLEGOK, BLITAR(Tintingan Makna, Fungsi, Lan Owah Gingsir Tradhisi).” Jurnal Online Baradha, ahead of print, 2019. https://doi.org/10.26740/pekerjaan.v6n1.p%25p.

Masyrullahushomad, M, and S Sudrajat. “PENERAPAN AGRARISCHE WET (UNDANG-UNDANG AGRAIA) 1870: PERIODE AWAL SWASTANISASI PERKEBUNAN DI PULAU JAWA.” HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah 7, no. 2 (January 2020): 159. https://doi.org/10.24127/hj.v7i2.2045.

P. Den Hengst Dan Son [Dll.] (Amsterdam). “Algemeen Handelsblad.” 1891. Ochtend Edition.

Pranoto, Damianus Suryo. “Menyelami Makna Dan Filosofis Budaya Tumpeng Sebagai Simbol Identitas Kearifan Lokal Bagi Masyarakat.” Advances In Social Humanities Research 2, no. 3 (2024): 415–26.

Priyono, Kuswaji Dwi, and Fitria Endah Lestari. “Peningkatan Kapasitas Masyarakat dalam Menghadapi Bencana Erupsi Gunungapi Kelut Melalui Pariwisata Bencana (Disaster Tourism) di Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar.” URECOL University Research Colloquium, 2017. https://journal.unimma.ac.id/index.php/urecol/article/view/1510.

Putra Pangestu, Rachmat Karunia, and Novita Kartika Indah. “Persepsi dan Apresiasi: Tradisi Wiwit Kopi Masyarakat Desa Carangwulung Kecamatan Wonosalam Jombang.” LenteraBio : Berkala Ilmiah Biologi 13, no. 1 (October 2023): 14–23. https://doi.org/10.26740/lenterabio.v13n1.p14-23.

Rizwan, Muhammad. Budi Daya Kopi. Sumatra Barat: CV. Azka Pustaka, 2022.

Saffanah, Winin Maulidya. “Industrialisasi Dan Berkembangnya Kota Malang Pada Awal Abad ke-20.” AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA 8, no. 2 (July 2018): 167–80. https://doi.org/10.25273/ajsp.v8i2.2646.

Siswanto, Yudi. Pembibitan Tanaman Kopi (Coffea SP) Secara Organik. Medan: Tahta Media Group, 2024.

[S.n] (Bandoeng). “De Koerier.” 1927. Dag Edition. https://www.delpher.nl/nl/kranten/view?query=koffie+karangredjo+blitar&coll=ddd&page=4&identifier=MMKB19:000398067:mpeg21:a00011&resultsidentifier=MMKB19:000398067:mpeg21:a00011&rowid=1.

[Sn] (Semarang). “Algemeen Handelsblad Voor Nederlandsch-Indië.” 1927. Dag Edition. https://www.delpher.nl/nl/kranten/view?query=koffie+karangredjo+blitar&coll=ddd&identifier=MMKB19:000434063:mpeg21:a00016&resultsidentifier=MMKB19:000434063:mpeg21:a00016&rowid=10.

——— (Soerabaia). “De Indische Courant.” 1925. Dag Edition. https://www.delpher.nl/nl/kranten/view?query=koffie+karangredjo+blitar&coll=ddd&page=2&identifier=ddd:010277999:mpeg21:a0119&resultsidentifier=ddd:010277999:mpeg21:a0119&rowid=8.

[S.n] (Soerabaia). “De Indische Courant.” 1927. Dag Edition. https://www.delpher.nl/nl/kranten/view?query=koffie+karangredjo+blitar&coll=ddd&identifier=ddd:010278920:mpeg21:a0055&resultsidentifier=ddd:010278920:mpeg21:a0055&rowid=1.

Sondarika, Wulan. “Dampak Culturstelsel (Tanam Paksa) Bagi Masyarakat Indonesia Dari Tahun 1830-1870.” Jurnal Artefak 3 (2015). http://dx.doi.org/10.25157/ja.v3i1.337.

Sugandi, Rafid. “CULTUURSTELSEL KOPI MANDAILING: Dampak Terhadap Pembangunan Jalan Lintas Natal.” ISTORIA: Jurnal Pendidikan dan Sejarah 20 (2024). https://doi.org/10.21831/istoria.v20i2.70973.

Supriatna, Eman. “Islam dan Kebudayaan.” Jurnal Soshum Insentif, October 20, 2019, 282–87. https://doi.org/10.36787/jsi.v2i2.178.

Syarifah, Nurus, and Zidna Zuhdana Mushthoza. “ANTROPOLOGI INTERPRETATIF CLIFFORD GEERTZ: STUDI KASUS KEAGAMAAN MASYARAKAT BALI DAN MAROKO.” Humanis: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial dan Humaniora 14 (2022). https://e-jurnal.unisda.ac.id/index.php/Humanis/article/view/3186.

Tasrie, Riski Nur Chalifah Verdiana, and Asidigisianti Surya Patria. “PERANCANGAN KARTU KUARTETBUDAYA JAWA TIMUR UNTUK SISWA SD.” Jurnal Barik 1 (2020). https://doi.org/10.26740/jdkv.v1i3.36078.

Downloads

Published

2026-06-25

Issue

Section

Research Article

How to Cite

Sinkretisme Islam-Budaya Jawa Dalam Tradisi Manten Kopi Di Perkebunan Kolonial Karanganjar Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar. (2026). Thaqafiyyat : Jurnal Bahasa, Peradaban Dan Informasi Islam, 25(1), 20-35. https://doi.org/10.14421/thaq.2026.25102

Most read articles by the same author(s)