DISCOURSE ON OPTIMIZING THE CULTURAL HERITAGE OF BUNG KARNO SCHOOLS IN MOJOKERTO CITY FOR SOCIAL AND ECONOMIC WELFARE

Rio Febriannur Rachman
* Universitas Airlangga

DOI: https://doi.org/10.14421/welfare.2020.092-01

Abstract


In 2019, the City Government of Mojokerto declared two schools, SDN Purwotengah and SMPN 2 Kota Mojokerto as cultural heritage. Soekarno also known as Bung Karno, one of the founding fathers of this country, Indonesia, studied there, on 1908 until 1916. This study discusses how the discourse on optimizing the cultural heritage of Bung Karno's two schools as historical tourism objects, from the perspective of social and economic welfare of the community. The theory used in this study is public policy, popularized by Thomas Dye and James E. Anderson. This study uses a qualitative method with the discourse analysis approach of Norman Fairclough. The discourse analyzed anything was conveyed by the Mayor of Mojokerto Ika Puspitasari and the Head of the Education Office Amin Wachid in the Srawung program, which aired from 16.00 to 17.00, 18 August 2020, on TVRI East Java. The result of this study indicates, the City Government of Mojokerto is serious, regarding make historical tourism objects in the cultural heritage buildings of the Bung Karno Schools. The City Government of Mojokerto considers, it will further foster a sense of community nationalism, provide authentic historical insights, as well as emerge a populist economy.

keywords: Cultural Heritage, Discourse, Public Policy, Social and Economic Welfare


Full Text:

PDF

References


Anderson, James E. (1984). Public Policy Making. New York: Holt, Rinehart and Winston.

Cipta Adi Pustaka. (1994). Ensiklopedi Nasional Indonesia, Jilid 15, Jakarta: PT Cipta Adi Pustaka

Cohen, B, (2014). The Smartest Cities In The World 2015. https://www.fastcompany.com/3038818/the-smartest-cities-in-the-world-2015-methodology

Dewantara, A. (2017). Alangkah Hebatnya Negara Gotong Royong (Indonesia Dalam Kacamata Soekarno). Yogyakarta: Kanisius.

Diskominfo Kota Mojokerto. 2020. Kemendikbud Kagum Seokarno Centre yang Disajikan Wali Kota Mojokerto. 1Oktober 2020. Diakses di https://diskominfo.mojokertokota.go.id/berita/kemendikbud-kagum-soekarno-centre-yang-disajikan-walikota-mojokerto.html

Djaya, Tamar. (1983). Soekarno Hatta Ada Persamaan dan Perbedaannya. Jakarta: Sastra Hudaya

Dunn, William N. (2000). Pengantar Analisis Kebijakan Publik. Yogyakarta: Gajah Mada University Press

Durkheim, E. (1982). What is a social fact?. In The rules of sociological method (pp. 50-59). Palgrave, London.

Dye, Thomas R. (1972). Understanding Public Policy. New Jersey: Prentice Hall.

Ellin, N. (2013). Integral urbanism: A context for urban design. In Resilience in Ecology and Urban Design (pp. 63-78). Springer, Dordrecht.

Fairclough, Norman. (1992). Discourse and Social Change. Cambridge: Polity Press

Fairclough, Norman. (1995). Critical Discourse Analysis: The Critical Study of Language. London: Longman

Hadiwinoto, S. (2002). Beberapa Aspek Pelestarian Warisan Budaya. In Makalah disampaikan pada Seminar Pelestarian dan Pengembangan Masjid Agung Demak, di Demak (Vol. 17).

Hermawan, W. H. (2010). Soekarno And Pancasila (Political Idea Growth of Soekarno About Pancasila) (Doctoral dissertation, FISIP Undip).

Karmadi, A. D. (2007). Budaya lokal sebagai warisan budaya dan upaya pelestariannya. Makalah disampaikan pada Dialog Budaya Daerah Jawa Tengah. Semarang: Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Yogyakarta dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Jawa Tengah.

Kasaruran, S. L. (2017). Strategi Pengembangan Objek Wisata Sejarah Rumah Pengasingan Soekarno Sebagai Sarana Pendidikan Karakter Pelajar Di Kabupaten Ende Nusa Tenggara Timur (Doctoral dissertation, University of Muhammadiyah Malang).

Kenrick, D., Neuberg, S. L., & Cialdini, R. B. (2015). Social psychology. USA: Pearson Education

Miles, M. B. & Huberman, A. M. (1994). Qualitative Data Analysis. California: Sage Publishing Inc

Mulyana, Deddy. (2001). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya

Nugroho, C. A., & Purwantiasning, A. W. (2018). Penerapan Teori Linkage Dalam Penataan Kawasan Wisata Pusaka Soekarno Di Blitar. PURWARUPA Jurnal Arsitektur, 1(2), 29-34.

Pemerintah Kota Mojokerto. (2017). RPJMD. Mojokerto: Pemerintah Kota Mojokerto available at https://www.mojokertokota.go.id/picture/lkip/223651Revisi%20RPJMD%20Kota%20Mojokerto%20revisi%2014%20Agustus%202017.pdf

Sanusi, A. (2018). Pemikiran Transformatif Soekarno Dalam Politik Islam (Pendekatan Transformatif Bill Gould, Karl Stenbrink, dan Kontowijoyo). Empower: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam, 3(2).

Sari, S. R., Harani, A. R., & Werdiningsih, H. (2017). Pelestarian dan pengembangan Kawasan Kota Lama sebagai landasan budaya Kota Semarang. Jurnal kebudayaan, 17(1), 53-77.

Syafi'i, M. (2018). Perancangan Video Profile Kota Mojokerto Sebagai Media Promosi Pariwisata. SKRIPSI Jurusan Seni dan Desain-Fakultas Sastra UM.

Syaifullah, M., & Wibowo, B. (2017). Pemanfaatan Benda Cagar Budaya Sebagai Potensi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bagi Masyarakat Sekitar di Kota Pontianak Kalimantan Barat. Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya, 10(2), 222-233.

Umaternate, S., Wuisang, C. E., & Van Rate, J. (2016). Arahan Pengembangan Kawasan Cagar Budaya Makam Tuanku Imam Bonjol Sebagai Kawasan Strategis Kabupaten Minahasa, Desa Lotta, Kabupaten Minahasa. SPASIAL, 3(3), 246-253.

Wijaya, Harry Iskandar, (2017), “Cagar Budaya dan Pariwisata”, tersedia di https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbsumbar/cagar-budaya-dan-pariwisata/, diakses pada 2 Januari 2020

Yoeti, Oka A. (1997). Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata. Jakarta: Pradnya Paramita

Yulianingsih, W. (2012). Sejarah Kota Mojokerto (1918-1942). SKRIPSI Jurusan Sejarah-Fakultas Ilmu Sosial UM.

Zulaikha, Z., & Paribrata, A. I. (2017). Implementasi Kebijakan Keterbukaan Informasi Publik di Jawa Timur Tahun 2016. Jurnal Studi Komunikasi, 1(2), 131-162.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 WELFARE : Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial