Beyond Resilience in Capacity Building: Harnessing Ordinary Magic to Empower Farmworkers in Babakan Village, Pacet District, Bandung Regency
DOI:
https://doi.org/10.14421/welfare.2025.142-02Keywords:
capacity strengthen, resilience, farmworkers, penguatan kapasitas, buruh taniAbstract
This study examines the impact of capacity building on the resilience of farmworkers in Babakan Village, Pacet District, Bandung Regency, using a quantitative associative approach. The sample comprised 74 farmworkers from Babakan Village. Data were collected through observations, interviews, literature reviews, documentation, observation guidelines, and questionnaires. The findings reveal a positive and significant relationship between capacity building and farmworkers’ resilience, with capacity building accounting for 74.0% of the variance in resilience. However, both capacity building and resilience remain at moderate levels, indicating a need for improvement. Current capacity-building efforts focus on maximizing resilience but overlook development needs and cultural factors, which undermines the inherent resilience of farmers in facing challenges. The concept of ‘ordinary magic,’ derived from farmers’ long-term experiences and adaptability to change, cannot be fully realized through training-based capacity building alone. A cultural humility model that incorporates cultural aspects into the assessment process is needed to shift capacity building from solely enhancing resilience to fostering broader development.
Keywords: capacity strengthen, resilience, farmworkers
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penguatan kapasitas terhadap resiliensi buruh tani di Desa Babakan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, dengan menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif. Sampel penelitian terdiri atas 74 buruh tani yang berdomisili di Desa Babakan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, studi pustaka, dokumentasi, pedoman observasi, serta penyebaran kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara penguatan kapasitas dan resiliensi buruh tani, di mana penguatan kapasitas berkontribusi sebesar 74,0% terhadap variasi tingkat resiliensi. Meskipun demikian, tingkat penguatan kapasitas dan resiliensi buruh tani secara umum masih berada pada kategori sedang, sehingga memerlukan upaya peningkatan yang lebih berkelanjutan. Praktik penguatan kapasitas yang berjalan saat ini cenderung berfokus pada optimalisasi resiliensi, namun belum secara memadai memperhatikan kebutuhan pengembangan dan faktor-faktor kultural yang melekat dalam kehidupan buruh tani. Kondisi ini berpotensi melemahkan resiliensi yang secara inheren telah dimiliki buruh tani dalam menghadapi berbagai tantangan struktural dan lingkungan. Lebih lanjut, konsep ‘ordinary magic’ yang bersumber dari pengalaman jangka panjang buruh tani serta kemampuan mereka untuk beradaptasi terhadap perubahan tidak sepenuhnya dapat diwujudkan melalui pendekatan penguatan kapasitas yang semata-mata berbasis pelatihan. Oleh karena itu, diperlukan model cultural humility yang mengintegrasikan aspek budaya dalam proses asesmen dan intervensi, sehingga penguatan kapasitas tidak hanya berorientasi pada peningkatan resiliensi, tetapi juga mendorong pengembangan yang lebih komprehensif dan kontekstual.
Kata kunci: penguatan kapasitas; resiliensi; buruh tani
Abstract viewed: 40 times
|
References
Adveni, L. V., Guntar, E. L., Farheni, M., & Wijana, P. A. (2023). Penguatan Kapasitas Masyarakat Desa Serangan Menuju Pariwisata Berkelanjutan. Jurnal Abdi Masyarakat, 3(2), 105–110. https://doi.org/10.22334/jam.v3i2.52
Alwi, S., Marthalena, M., & Hasuri, H. (2019). Penguatan Kapasitas Kelompok Tani dalam upaya meningkatkan Produktivitas Budidaya Ubi Ungu sebagai Produk Olahan Pangan Lokal di Desa Sidamukti Baros Kabupaten Serang. Bantenese - Jurnal Pengabdian Masyarakat. https://doi.org/10.30656/ps2pm.v1i1.1045
Amadei, B. (2020). A Systems Approach to Building Community Capacity and Resilience. Challenges, 11(2), 28. https://doi.org/10.3390/challe11020028
Carmen, E., Fazey, I., Ross, H., Bedinger, M., Smith, F. M., Prager, K., McClymont, K., & Morrison, D. (2022). Building community resilience in a context of climate change: The role of social capital. Ambio, 51(6), 1371–1387. https://doi.org/10.1007/s13280-021-01678-9
Chaskin, R. J. (2001). Building Community Capacity: A Definitional Framework and Case Studies from a Comprehensive Community Initiative. Urban Affairs Review, 36(3), 291–323. https://doi.org/10.1177/10780870122184876
Creswell, J. W. (1994). Research Design: Qualitative and Quantitative Approaches. SAGE Publications.
Dako, A. Y., & Ilham, J. (2019). Penguatan Kapasitas Pemerintah Desa Dunggala Kecamatan Tibawa Menuju Desa Berbasis Information and Communication Technology. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 25(3), 144. https://doi.org/10.24114/jpkm.v25i3.14605
Damanik, I. P. ., & Tahitu, M. E. (2020). The Communication Behaviour of Farmers and Strategies to Strengthen the Capacity of Information Access in the Era of Industrial Revolution 4.0 in Ambon City. Jurnal Penyuluhan, 16(1), 92–104. https://doi.org/10.25015/16202026365
Hak, I., & Ibrahim. (2023). Tradisi Riolo Sebagai Resiliensi Komunitas: Praktik Sosial Masyarakat Adat Pada Masa Pandemi Covid-19 di Dataran Tinggi, Gowa. Vox Populi. https://doi.org/10.24252/vp.v5i2.34886
Heryanto, Y., & Deden, D. (2021). Penyuluhan Terhadap Aparatur Desa dalam Penguatan Kelembagaan Bidang Pendidikan dan Pertanian Desa Cirebon Girang. COMSERVA Indonesian Jurnal of Community Services and Development, 1(5), 195–203. https://doi.org/10.59141/comserva.v1i5.26
Hook, J. N., Davis, D. E., Owen, J., Worthington, E. L., & Utsey, S. O. (2013). Cultural humility: Measuring openness to culturally diverse clients. Journal of Counseling Psychology, 60(3), 353–366. https://doi.org/10.1037/a0032595
Imron, I., Soealdy, M. S., & Ribawanto, H. (2011). Pemberdayaan Masyarakat Miskin Melalui Kelompok Usaha Bersama. Admiistrasi Publik.
Irwanto, R. R., Rokmawati, T., & Siwi, R. H. P. (2021). Inisiasi Taman D’terong sebagai Bentuk Resiliensi Komunitas Desa Panggungharjo. Journal of Social Development Studies. https://doi.org/10.22146/jsds.1002
Kristiawati, E. (2022). Penguatan Kapasitas Masyarakat Nelayan Melalui Pemberdayaan Pertanian Lahan Sempit Pasca Pembangunan Kampung Nelayan Tambak Rejo. Intervensi Komunitas, 3(2), 106–111. https://doi.org/10.32546/ik.v3i2.1543
Martadona, I., Mutia, Y. D., Diyanti, A. R., & Zahanis, Z. (2022). Pemanfaatan Limbah Bawang Merah (Allium Ascalonicum L) melalui Penguatan Kapasitas Petani (Capacity Building) di Kelompok Tani Taruna Sakti Kecamatan Lembah Gumanti Kabupaten Solok. Menara Pengabdian, 2(2). https://doi.org/10.31869/jmp.v2i2.3920
Masten, A. S. (2014). Ordinary Magic: Resilience in Development. The Guilford Press.
Mawardi, A. A. K., Farida, L., Nusbandono, A. J., Prita, S., & Sofianti, D. (2022). Penerapan Budaya Bisnis guna Peningkatan Citarasa Kopi pada Kelompok Tani Kopi di Desa Panduman Kecamatan Jelbuk Jember. Jurnal Pengabdian Masyarakat Applied, 1(2), 53. https://doi.org/10.19184/jpma.v1i2.33977
Muktasam, M., Sahidu, A., & Hayati, H. (2022). Penguatan Kapasitas Kelompok Tani Hortikultura dalam Pengembangan Bisnis Pembibitan di Desa Pendua Kabupaten Lombok Utara. Jurnal Gema Ngabdi. https://doi.org/10.29303/jgn.v4i3.295
Muniarty, P., Wulandari, Nurhayati, Kusumayadi, F., & Amirulmukminin. (2021). Pemberdayaan Wanita Tani Guna Penguatan Kapasitas Ekonomi Berbasis Kawasan Rumah Pangan Lestari Di Kota Bima. Abdi Insani, 8(2), 143–149. https://doi.org/10.29303/abdiinsani.v8i2.392
Nisa, L. K. (2016). Pengaruh Livelihood Assets terhadap Tingkat Resiliensi Nafkah Rumahtangga Petani. Studi Pustaka.
Nyahunda, L., & Ncube, E. M. (2025). Positioning Social Work Roles in Disaster and Climate Resilience Endeavours in South Africa. Journal of Human Rights and Social Work, 10(2), 265–277. https://doi.org/10.1007/s41134-025-00378-8
Rapp, C. A., & Goscha, R. J. (2011). The Strengths Model: A Recovery-Oriented Approach to Mental Health Services. Oxford University Press.
Saraswati, Y. (2023). Perempuan dalam Nafkah Rumahtangga (Kajian di Wilayah Pertanian Lahan Kering Kabupaten Wonogiri). Jurnal Agrimanex: Agribusiness, Rural Management, and Development Extension. https://doi.org/10.35706/agrimanex.v4i1.9870
Schultz, L., West, S., Bourke, A. J., D’Armengol, L., Torrents, P., Hardardottir, H., Jansson, A., & Roldán, A. M. (2018). Learning to live with social-ecological complexity: An interpretive analysis of learning in 11 UNESCO Biosphere Reserves. Global Environmental Change, 50, 75–87. https://doi.org/10.1016/j.gloenvcha.2018.03.001
Suratna, S., Soeprapto, A., Susanta, S., & Nugroho, S. P. (2021). Penguatan Kapasitas Kelompok Wanita Tani melalui Diversifikasi Produk Olahan Pangan Lokal. Dharma LPPM, 2(1). https://doi.org/10.31315/dlppm.v2i1.4769
Suwardi, S. (2018). Penerapan Teori Difusi Inovasi Dalam Penguatan Kapasitas Kelompok Tani. AGRIEKSTENSIA, 17(2), 98–106. https://doi.org/10.34145/agriekstensia.v17i2.85
Syafitri, Y., Irwandi, I., Sulaimawan, D., Astika, R., & Susianto, D. (2022). Penguatan Kapasitas SDM/UMKM Pengembangan Industri Pangan Lokal Tahun 2021 pada Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia. https://doi.org/10.54082/jamsi.198
Yusmaniarti, Marini, Mukadar, A., & Pramadeka, K. (2021). Penguatan Kapasitas Kelembagaan LKM Gapoktan Petani Cahaya Tani Menjadi Koperasi Syariah Berbadan Hukum Di Desa Sidorejo Kabupaten Bengkulu Tengah. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEMBANGUN NEGERI.
Yusri, Y., & Jufri, R. R. (2023). Strategi Komunikasi Pimpinan Dalam Penguatan Kapasitas Tatanan Birokrasi Pemerintah Kabupaten Banggai Pasca Pandemi Covid-19. Jurnal Ilmiah Metansi (Manajemen Dan Akuntansi), 6(2), 236–241. https://doi.org/10.57093/metansi.v6i2.232
Zitri, I., Rifaid, R., & Umami, R. (2022). Pendampingan Penguatan Kapasitas Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Karang Bongkot dalam Penyusunan PERDes Pembentukan BUMDes. JCES (Journal of Character Education Society), 5(3). https://doi.org/https://doi.org/10.31764/jces.v5i3.9326
Published
How to Cite
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with Welfare: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).









