HUBUNGAN ANTARA HARAPAN DAN HARGA DIRI TERHADAP KEBAHAGIAAN PADA ORANG YANG MENGALAMI TOXIC RELATIONSHIP DENGAN KESEHATAN PSIKOLOGIS

Authors

  • Very Julianto UIN Sunan Kalijaga
  • Rara Annisa Cahayani UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
  • Shinta Sukmawati UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
  • Eka Saputra Restu Aji UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA

DOI:

https://doi.org/10.14421/jpsi.v8i1.2016

Keywords:

Harga diri, harapan, kebahagiaan, toxic relationship

Abstract

Abstract. Toxic relationships can cause inner conflict within oneself. This inner conflict can lead to anger, depression, or anxiety. This makes it difficult for those who are involved in it to live a productive and healthy life. This study aims to determine the relationship between expectations and self-esteem on happiness in people who have a toxic relationship with psychological health. The method in this research is correlational quantitative with scale data collection tools, especially the attitude scale in the form of a Likert. The subjects in this study were 49 people. Collecting data used in this research is by distributing instrument questionnaires, Self Esteem Inventory scale which contains twelve items. Meanwhile, to measure happiness the scale used is the Oxford Happiness Questionnaire. The results showed that self-esteem and expectations influence a person's level of happiness. This means that someone's happiness will be high if he has high self-esteem and expectations. However, when experiencing a toxic relationship, self-esteem and expectations will decrease which makes the level of happiness felt low.

Keywords: Self-Esteem, Hope, Happiness, Toxic Relationship

 

Abstrak. Toxic relationship dapat menyebabkan terjadinya konflik batin dalam diri. Konflik batin ini akan mengarah pada amarah, depresi, atau kecemasan. Hal ini menyebabkan mereka yang terlibat di dalamnya kesulitan untuk hidup produktif dan sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara harapan dan harga diri terhadap kebahagiaan pada orang yang mengalami toxic relationship dengan kesehatan psikologis. Metode dalam penelitian ini adalah kuantitatif korelasional dengan alat pengumpul data skala khususnya skala sikap yang berbentuk likert. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 49 orang. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yakni dengan menyebarkan kuesioner instrumen, skala Self Esteem Inventory yang berisikan dua belas aitem. Sedangkan untuk mengukur kebahagiaan skala yang digunkan yakni Oxford Happiness Questionnare. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga diri dan harapan memiliki pengaruh terhadap tingkat kebahagiaan seseorang. Artinya kebahagiaan seseorang akan tinggi apabila ia memiliki harga diri dan harapan yang tinggi. Namun saat mengalami toxic relationship harga diri dan harapan akan menurun yang membuat tingkat kebahagiaan yang dirasakan rendah.

Kata Kunci: Harga Diri, Harapan, Kebahagiaan, Toxic Relationship

Author Biographies

  • Very Julianto, UIN Sunan Kalijaga
    Google Profile: Very Julianto
  • Rara Annisa Cahayani, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
    Psikologi - FISHUM
  • Shinta Sukmawati, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
    Psikologi - FISHUM
  • Eka Saputra Restu Aji, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
    Psikologi - FISHUM

References

Astari, C. (2019). Hubungan antara kualitas komunikasi keluatga dan persepsi tentang abusive relationship dengan perilaku kekerasan dalam pacaran kelompok usia dewasa muda. Statistical Field Theor, 53(9), 1689–1699. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004

Coopersmith, S. (1967). Self-Esteem Inventory (Coopersmith). Catherine Potard, 1-3.

Devy, O. C., & Sugiasih, I. (2017). Kesejahteraan Psikologis pada Remaja Perempuan Korban Kekerasan dalam Pacaran Ditinjau dari Rasa Syukur dan Harga Diri. Proyeksi, 12(2), 43-52.

Evans, A. M., & Revelle, W. (2008). Survey and behavioral measurements of interpersonal trust. Journal of Research in Personality, 1-9.

Grimaldy, D. V. (2017). Efektivitas Jurnal Kebahagiaan dalam Meningkatkan Self Esteem pada Anak Jalanan. Jurnal Ilmiah Psikologi, 2(8), 100–110.

Hills, P., & Argyle, M. (2002). The Oxford Happiness Questionnaire: a compact scalefor the measurement of psychological well-being. Personality and Individual Differences, 1073–1082.

Indrawati, F., Sani, R., & Ariela, J. (2018). Hubungan antara Harapan dan Kualitas Hubungan pada Dewasa Muda yang Sedang Menjalani Hubungan Pacaran. Jurnal Psikologi Ulayat`, 5(1), 72-85.

Khasanah, N. I. N., Hadiyah, H., & Dewi, N. K. (2019). Hubungan Tingkat Harga Diri Terhadap Kecenderungan Perilaku Agresif Anak Usia 5-6 Tahun.

Kumara Cendekia, 7(3), 227. https://doi.org/10.20961/kc.v7i3.36439

Komnas Perempuan. (2020). Kekerasan meningkat: Kebijakan penghapusan kekerasan seksual untuk membangun ruang aman bagi perempuan dan anak perempuan. Catahu: Catatan Tahunan Tentang Kekerasan Terhadap Perempuan, 1–109. https://www.komnasperempuan.go.id/file/pdf_file/2020/Catatan Tahunan Kekerasan Terhadap Perempuan 2020.pdf

Merolla, A. J. (2014). The Role of Hope in Conflict Management and Relational Maintenance. Personal Relationships, 21(3), 365-386.

Najah, M. (2019). Hubungan antara Harapan dan Kepercayaan Interpersonal dengan Kebahagiaan padaMahasiswa yang Mengikuti Organisasi Ekstra Kampus di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Patnani, M., & Si, M. (2012). Kebahagiaan Pada Perempuan. Jurnal Psikogenesis, 1(1), 56–64.

Purnama, A. (2007). Kebahagiaan Remaja Ditinjau dari Harga Diri dan Nilai Materialisme. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.

Puspita, E. M. (2016). Konsep Kebahagiaan Pada Remaja Yang Tinggal Di Jalanan, Panti Asuhan Dan Pesantren. Inquiry, 7(1), 231143.

Putri, Y. Z. (2012). Esteem Pada Perempuan Dewasa Muda ( The Relationship Between Dating Violence and Self Esteem on Young Women ). 1955, 1–20.

Segrin, C., & Taylor, M. (2007). Positive Interpersonal Relationships Mediate The Association Between Social Skills and Psychological Well-being. Personality and Individual Differences, 43(4), 637-646.

Sekarlina, I. (2013). Stockholm Syndrome pada Wanita Dewasa Awal yang Bertahan dalam Hubungan yang Penuh Kekerasan. Jurnal Psikologi Klinis Dan Kesehatan Mental, 02(03), 1–6.

Snyder, C. R. (1994). The Psychology of Hope. New York, NY: The Free Press.

Sunjoyo, d. (2013). Aplikasi SPSS untuk Smart Riset. Bandung: Alfabeta.

Srisayekti, W., & Setiady, D. A. (2015). Harga-diri (Self-esteem) Terancam dan Perilaku Menghindar. Jurnal Psikologi, 42(2), 141. https://doi.org/10.22146/jpsi.7169

Suseno, M. (2012). Statistika: Teori dan Aplikasi untuk Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora. Yogyakarta: Ash-Shaff.

Widodo, A. (2013). Harga Diri Dan Interaksi Sosial Ditinjau Dari Status Sosial Ekonomi Orang Tua. Persona:Jurnal Psikologi Indonesia, 2(2), 131–138. https://doi.org/10.30996/persona.v2i2.100

Downloads

Published

2020-10-23

How to Cite

HUBUNGAN ANTARA HARAPAN DAN HARGA DIRI TERHADAP KEBAHAGIAAN PADA ORANG YANG MENGALAMI TOXIC RELATIONSHIP DENGAN KESEHATAN PSIKOLOGIS. (2020). Jurnal Psikologi Integratif, 8(1), 103-115. https://doi.org/10.14421/jpsi.v8i1.2016