HUBUNGAN ANTARA BERPIKIR POSITIF DAN RESILIENSI PADA MAHASISWA YANG SEDANG MENYELESAIKAN SKRIPSI

Zidni Immawan Muslimin

Abstract


This study aims to determine the relationship between positive thinking and resilience among undergraduate students who are currently working on their thesis. The subjects of this study were 75 psychology students in UIN Sunan Kalijaga who are working on their thesis. The research variables were measured using positive thinking scale with aspects were taken from Albercht's theory, namely: positive expectations, self-affirmation, statements that do not assess, and conformity with reality. The Positive Thinking Scale consists of 48 items, with a discrimination index above 0.3 and reliability coefficient of 0.949. Meanwhile, the resiliance variable was measured by resilience scale developed using Grotberg theory (2003) with its aspects, namely: external support (I Have), Inner strengths (I Am), and interpersonal and problem-solving skills (I Can). The Resilience Scale consists of 51 items with discrimination index above 0.3 and reliability coefficient of 0.944. Hypothesis testing was carried out using Spearman Rho and the results showed correlation coefficient of 0.738 with p: 0.000 (p <0.01). These results proved there is a significant positive correlation between positive thinking and resilience. The effective contribution of positive thinking to students resilience was 60.7%.

    Keywords: student thesis; positive thinking; resilience

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara berpikir positif dan resiliensi pada mahasiswa yang sedang menyelesaikan skripsi. Hipotesis yang diajukan adalah ada hubungan positif antara berpikir positif dan resiliensi. Adapun subjek penelitian ini berjumlah 75 mahasiswa Psikologi UIN Sunan Kalijaga yang sedang menyelesaikan skripsi. Variabel penelitian diukur dengan menggunakan skala berpikir positif yang aspek-aspeknya diambil dari teori Albercht, yaitu  : a. Harapan yang positif b. Afirmasi diri c. Pernyataan yang tidak menilai d. Pernyesuaian terhadap kenyataan. Skala Berpikir Positif terdiri dari 48 aitem, dengan koefisien daya diskriminasi di atas 0,3 dan koefisien reliabilitas  sebesar 0,949. Sedangkan untuk variable reliliensi diukur dengan skala resiliensi yang mengacu pada teori Grotberg (2003) dengan aspek-aspeknya yaitu : a. External support (I Have), b. Inner strengths (I Am), dan c. Interpersonal and problem-solving skills (I Can). Skala Resiliensi terdiri dari 51 aitem dengan koefisien daya diskriminasi di atas 0,3 dan koefisien reliabilitas  sebesar 0,944. Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan Spearman Rho dan hasilnya diperoleh koefisien korelasi sebesar  0,738 dengan p : 0,000 (p<0,01). Dengan hasil ini membuktikan bahwa hipotesis dinyatakan diterima. Hal ini berarti ada hubungan positif yang sangat signifikan antara berpikir positif dan resiliensi. Adapun  sumbangan efektif berpikir positif terhadap kemampuan resiliensi sebesar 60,7 %.

     Kata kunci : berpikir positif, mengerjakan skripsi, resiliensi,


Keywords


berpikir positif, mengerjakan skripsi, resiliensi,

Full Text:

PDF

References


Albercht, B.F. 1980. Brain Power: Learn to Improve Your Thinking Skills. New Jersey : Prectice Hall Inc.Englewood Cliffs.

Alwi, H. 2002. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi ketiga. Jakarta: Balai Pustaka.

Arsaningtias, R.P. 2017. Analisis Faktor Stresor Yang Berhubungan Dengan Stres Mahasiswa Program Studi S1 Yang Melaksanakan Skripsi Di Universitas Airlangga Surabaya. Skripsi. Surabaya : Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.

Aulia, S dan Panjaitan, R.U. 2019. Kesejahteraan Psikologis Dan Tingkat Stres Pada Mahasiswa Tingkat Akhir. Jurnal Keperawatan Jiwa. 7 (2), 127-134

Desmita. 2009. Psikologi Perkembangan Peserta Didik. Bandung: Rosdakarya Offset.

Everal, R.D, Altrows, K.L, and Paulson, B.L 2006. Creating a future: A study of resilience in suicidal female adolescents. Journal of Counseling and Development, 84 (4), 461-470

Grotberg, E. H. 2003. Resilience for Today : Gaining Strength from Adversity. United States of America: Praeger.

Hudori, M. (2013). Peranan Mahasiswa Dalam Mewujudkan Wawasan Multikultural di Lingkungan Kampus. Makalah. Disampaikan di Orientasi Multikultural Mahasiswa Lintas Agama Provinsi Bengkulu pada tanggal 5-7 Mei 2014.

Jatmika, D. 2016. Berpikir Positif: Memaknai Tantangan Hidup Secara Positif. Buletin KPIN, 2 (13)

Khusniatun. 2014. Hubungan Antara Resiliensi Dan Prokrastinasi Akademik Pada Mahasiswa Program Studi Psikologi Fakultas Ilmu Sosial Dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Skripsi (Tidak Diterbitkan). Yogyakarta : Program Studi Psikologi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga.

Muniroh, S. M. 2010. Dinamika Resiliensi Orang Tua Anak Autis. Jurnal Penelitian. 7 (2), 1-9.

Natanael, B., Dziedzic, T., Tiatri, S., Sorokowski, P., Kartasasmita, S. (2011). The Different of Resilience between Indonesia and Polish Students. Makalah. Disampaikan dalam The International Conference on Psychology of Resilence yang diselenggarakan pada tanggal 22 September 2011 di Universitas Indonesia

Reivich, K. And Shatte, A. 2002. The Resilience Factor . New York : Random House, Inc.

Rifa’i, M.S. 2017. Hubungan Kekuatan Akidah Dan Resiliensi Pada Mahasiswa Yang Sedang Mengerjakan Skripsi. Skripsi (tidak diterbitkan). Yogyakrta : Program Studi Psikologi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga.

Roellyana, S dan Listiyandini, R.A. 2016. Peranan Optimisme terhadap Resiliensi pada Mahasiswa Tingkat Akhir yang Mengerjakan Skripsi. Makalah, disampaikan dalam Konferensi Nasional Peneliti Muda Psikologi Indonesia , 1 (1), 29-37

Rohmah, L. 2012. Hubungan Antara Berpikir Positif Dengan Kepatuhan Pada Aturan Studi Pada Santri di Pondok Pesantren Putri Al-Amanah Tambakberas Jombang. Skripsi (tidak diterbitkan). Malang : Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Triyana, M., Tuti, H., Nugraha, A. K. 2015. Hubungan Resiliensi dan Stres dalam Menyusun Skripsi pada Mahasiswa Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret. Skripsi (Tidak Diterbitkan). Surakarta: Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret.

Widuri, E. L. 2012. Regulasi Emosi dan Resiliensi pada Mahasiswa Tahun Pertama. Jurnal Humanitas. 9 (2), 147-156.




DOI: https://doi.org/10.14421/jpsi.v9i1.2170

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Jurnal Psikologi Integratif

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.