Pembentukan Ketenangan Jiwa Melalui Ritual Sembahyang Pada Penghayat Kepercayaan Budi Luhur di Kabupaten Pekalongan

Authors

  • Evi Widiastuti UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

DOI:

https://doi.org/10.14421/hum.v3i2.3570

Keywords:

Ketenangan jiwa, ritual sembahyang, budi luhur, penghayat kepercayaan

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi peran ritual sembahyang tradisional dalam membentuk ketenangan jiwa pada penghayat Kepercayaan Budi Luhur di Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan. Isu utama yang diangkat adalah bagaimana komunitas minoritas ini mampu mencapai ketenangan psikologis di tengah stigma sosial dan keterbatasan pengakuan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana ketenangan jiwa terbentuk melalui praktik sembahyang yang mereka jalankan. Adapun fokus utamanya adalah menganalisis pelaksanaan sembahyang serta dampaknya secara spiritual dan psikologis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan lima informan yang terdiri dari tokoh dan warga aktif penghayat. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sembahyang, khususnya sujud, berfungsi seperti praktik mindfulness yang berakar pada kearifan lokal, mendorong ketenangan, penerimaan, dan hubungan spiritual. Praktik ini mencerminkan penyatuan nilai sakral dan profan dalam kehidupan sehari-hari, serta menjadi sumber kekuatan batin untuk menjalani hidup dengan damai dan bermakna.

Kata kunci: ketenangan jiwa; ritual sembahyang; budi luhur; ketenangan jiwa; penghayat kepercayaan

Downloads

Published

2025-12-29

Issue

Section

Articles

How to Cite

Pembentukan Ketenangan Jiwa Melalui Ritual Sembahyang Pada Penghayat Kepercayaan Budi Luhur di Kabupaten Pekalongan. (2025). Jurnal Humanitaria Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 3(02). https://doi.org/10.14421/hum.v3i2.3570