POLITIK IDENTITAS ANIMAL POP DANCE: Subbudaya dan Gaya Hidup Hibrid

Abstract

Post-colonial theories bear two perspectives. First, Said argues that the ideological and concrete framework of ideology and colonial knowledge stands firmly, neatly, and perfectly without any crack that remains entrenched. Bhabha argues that the building of ideology and colonial knowledge full of cracks necessitates the creative opportunity of creating hybrid traditions and cultures that are not merely extensions of the colonial army, but also not the real bumiputera: ambiguity and ambivalence.This article, tracking the identity politics that construct a subculture with a particular lifestyle through the creation of Animal Pop Dance choreography. An Indonesian hip hop which is a hybridization process of hip hop grown in the United States by Africa-America is mixed with three local Indonesian dance (Javanese, Sundanese, Papuan) traditions of animal behavior. The results show Animal Pop Dance is a hybrid tradition and culture that aspires to escape from the grip of dichotomous thinking patterns in post-colonial contexts.

Teori paska-kolonial melahirkan dua perspektif. Pertama, Said berpendapat kerangka-beton ideologi dan pengetahuan kolonial berdiri kokoh, rapi, dan sempurna tanpa retakan yang masih bercokol utuh. Bhabha berpendapat bangunan ideologi dan pengetahuan kolonial penuh retakan meniscayakan peluang kreatif menciptakan tradisi dan budaya hibrid yang bukan sekadar kepanjangan tangan kolonial semata, akan tetapi juga bukanlah bumiputera yang sesungguhnya: ambiguitas dan ambivalen. Artikel ini, pelacakan terhadap politik identitas yang mengkonstruksi sebuah subbudaya dengan gaya hidup tertentu melalui penciptaan koreografi Animal Pop Dance. Suatu hip hop Indonesia yang merupakan proses hibridisasi hibrid dari hip hop yang tumbuh di Amerika Serikat oleh kalangan Africa-America dicampuradukan dengan tiga tari tradisi lokal Indonesia (Jawa, Sunda, Papua) bertema perilaku binatang. Hasil penelitian memperlihatkan Animal Pop Dance adalah tradisi dan budaya hibrid yang berhasrat melepaskan diri dari cengkeraman pola berpikir dikotomi dalam konteks paska-kolonial.   

Keywords: politic of identity, animal pop dance, subculture, lifestyle, hybrid


References

  1. Achdiat K. Mihardja. 1977. Pengantar pada Polemik Kebudayaan. Jakarta: Pustaka Jaya.
  2. Bhabha, H.K. 1994a. The Location of Culture. London dan New York: Routledge.
  3. ----------------. 1994b. "Remembering Fanon: Self, Psyche, and the Colonial Condition" at P. Williams and L.Chrisman (eds.), Colonial Discourse and Postcolonial Theory. New York: Colombia University Press. Page 112-123.
  4. Barker, Chris. 2005. Cultural Studies: Theory and Practice. London: SAGE Publication.
  5. Cesaire, Aimé. 1972 (1950). Discourse on Colonialism. New York & London: Monthly Review Press.
  6. Clifford, James. 1992. "Traveling Cultures". L. Grossberg, C. Nelson, and P. Treichler (ed.) Cultural Studies. London & New York: Routledge.
  7. Cohen, Phil. 2011 (1980, 1992). "Konflik Subkultur dan Komunitas Pekerja" dalam Stuart Hall et. al. (editor), Budaya, Media, Bahasa (Teks Utama Pencanang Cultural Studies). Yogyakarta: Jalasutra.
  8. Dewanto, Nirwan. 1996. Senjakala Kebudayaan. Yogyakarta: Bentang Press.
  9. Hall, Stuart. 1990. "Cultural Identity and Diaspora", in J. Rutherford (ed.) Identity: Community, Culture, Difference. London: Lawrence & Wishart.
  10. Hebdige, D. 1979. Subculture: The Meaning of Style. London and New York: Routledge.
  11. Kusumo, Sardono. 2004. Hanuman, Tarzan, Homo Erectus. Jakarta: ku/bu/ku.
  12. Loomba, Ania. 2000. Colonialism/Postcolonialism. New York: Routledge.
  13. McRobbie, A. 1991. Feminism and Youth Culture. London: Macmillan.
  14. Noer, Deliar. 1983. “Yamin dan Hamka: Dua Jalan Menuju Identitas Indonesia” dalam Dari Raja Ali Haji hingga Hamka: Indonesia dan Masa Lalunya. Disunting oleh Anthony Reid dan David Marr. Penerjemah Th. Sumartana. Jakarta: Grafiti Pers.
  15. Parsons, Talcot. 1942. "Age and Sex in the Social Structure of the United States". American Sociological Review. Volume 7.
  16. ------------------. 1963. "Youth in the Context of American Society". American Sociological Review. Volume 27.
  17. Reid, Anthony dan David Marr (editor). 1983. Dari Raja Ali hingga Hamka: Indonesia dan Masa Lalunya. Penerjemah Th. Sumartana. Jakarta: Grafiti Press.
  18. Sani, Asrul. 1997. Surat-surat Kepercayaan. Penyunting Ajip Rosidi. Jakarta: Pustaka Jaya.
  19. Said, Edward. 1978. Orientalism. London & Henley: Routledge & Paul Kegan.
  20. ----------------. 1989. "Representing the Colonized: Anthropology's Interlocutors". Critical Inquiry 15 (2). Winter. page 205-225.
  21. ----------------. 1994. Culture and Imperialism. New York: Vintage.
  22. Setyobudi, Imam. 2011. "Identitas Manusia Indonesia Identitas Ruptured: Menimbang Revolusi Kebudayaan Pancasila" dalam Novi Anoegrajekti et. al. (editor) Restropeksi: Mengangan-ulang Keindonesiaan dalam Perspektif Sejarah, Sastra, dan Budaya. Yogyakarta: Kepel Press dan Fakultas Sastra Universitas Jember.
  23. Sinaga, Martin Lukito. 2012. "Melangakaui Politik Identitas, Menghidupi Dinamika Identitas" dalam Politik Identitas dan Masa Depan Pluralisme Kita oleh Ahmad Syafii Maarif. Penyunting Ihsan Ali-Fauzi dan Samsu Rizal Panggabean. Jakarta: Democracy Project (Yayasan Abad Demokrasi).
  24. Spivak, G.C. 1988. "Can Subaltern Speak?" at C. Nelson and L. Grossberg (eds.), Marxism and the Interpretation of Culture. Basingstoke: Macmillan Education. Page 271-313.
  25. Storey, John. 2008. Pengantar Komprehensif Teori dan Metode Cultural Studies dan Kajian Pop. Cetakan II. Yogyakarta: Jalasutra.
  26. Supriyanto, Eko., Timbul Haryono, R.M. Soedarsono, Sal Murgiyanto. "Empat Koreografer Tari Kontemporer Indonesia: Periode 1990-2008". Panggung: Jurnal Ilmiah Seni dan Budaya. Volume 24. Nomor 4. Desember 2014.
  27. Suyanto, Bagong. 2013. Sosiologi Ekonomi: Kapitalisme dan Konsumsi di Era Masyarakat Posmodernism. Jakarta: Kencana.
  28. Synnot, Anthony. 2003. Tubuh Sosial: Simbolisme, Diri, dan Masyarakat. Penerjemah Yudi Santoso. Yogyakarta: Jalasutra.
  29. Thornton, S. 1995. Club Cultures: Music, Media and Subcultural Capital. Cambridge: Polity Press.
  30. Wertheim, W.F. 2009. Elit vs Massa. Pengantar Prof. Dr. Soediono M.P. Tjondronegoro. Yogyakarta: Resist Book.
  31. Situs berita:
  32. http://www.mediaindonesia.com/index.php/news/read/48502/animal-pop-di-pentas-dunia/2016-06-02. Abdillah M. Marzuqi. Animal Pop di Pentas Dunia.
  33. http://www2.jawapos.com/baca/artikel/15012/yakin-animal-pop-bisa-lebih-populer-daripada-gangnam-style
  34. https://www.indonesiakaya.com/galeri-indonesia-kaya/berita/detail/indonesian-hiphop-oleh-animal-pop-family
  35. youtube:
  36. APD for Kids Tutorial
  37. https://www.youtube.com/watch?v=X3eONmQiHCk
  38. Nov 2011 - Diupload oleh jecko siompo
  39. Tarian Animal Pop ini terinspirasi dari Tari2an tradisi Indonesia, dari tarian ... Gangnam Style tidak ..
  40. APD di hitam putih Trans 7
  41. https://www.youtube.com/watch?v=HOysRXz2z_A
  42. Jul 2012 - Diupload oleh jecko siompo
  43. ANIMAL POP DANCE sebuah Tari baru yg lahir di INDONESIA... ANIMAL POP adalah Sebuah Tarian
  44. APD musical 29 Juni 2013
  45. https://www.youtube.com/watch?v=aPeSiyc-u4o
  46. Jul 2013 - Diupload oleh jecko siompo
  47. PREVIEW...Perform.... Teater Kecil TIM Jakarta Pusat 2013
  48. APD musical 3 promo
  49. https://www.youtube.com/watch?v=nXKKP2J1q-0
  50. Okt 2014 - Diupload oleh jecko siompo
  51. Rehearsal footage...... Performance at GBB TIM 19.30 pm.. 2 nov 2014... Animal Pop class..examination
  52. https://www.youtube.com/watch?v=ehAKMyc9fss
  53. Jan 2016 - Diupload oleh jecko siompo
  54. ANIMAL POP DANCE CHALLENGE - League... CUMA SEBAGIAN CONTOH GERAk DASAR DARI
  55. https://www.youtube.com/watch?v=IazoGcz76Y0
  56. APD Battle-league
  57. Mar 2016 - Diupload oleh jecko siompo
  58. New T-Shirt League, song : OO AA EE OO by DMC Cikini, Jakarta Pusat...Animal Pop Family.
  59. APfamily, Jecko’s Dance (Official) promo 2017
  60. https://www.youtube.com/watch?v=TsIoJUh5a-0
  61. Mar 2017 - Diupload oleh MarLon Soro
  62. APF : ANIMAL POP FAMILY COME AND JOIN WITH US @TAMAN IZMAIL MARZUKI, JAKARTA
  63. Watch Animal Pop in action: https://www.youtube.com/watch?v=ehAKMyc9fss

Refbacks

  • There are currently no refbacks.