Reinterpretasi Poligami Dalam Diskursus Islam: Studi Komparasi Pemikiran Siti Musdah Mulia dan Asghar Ali Engineer

Authors

  • Adress Muhammad Adress Prawira Negara UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Neng Hannah UIN Sunan Gunung Djati Bandung

DOI:

https://doi.org/10.14421/musawa.2023.222.161-179

Keywords:

Asghar Ali Engineer, Feminisme Islam, Poligami, Siti Musdah Mulia

Abstract

Dari dulu hingga saat ini, poligami merupakan suatu diskursus yang masih memiliki perbedatan baik kalangan ulama klasik maupun ulama kontemporer. Mayoritas pelaku yang melakukan praktik poligami tidak memikirkan dampak buruk terhadap perempuan dengan alasan dan rujukan praktik tersebut telah dilegitimasi oleh Al-Qur’an. Maka dari itu, penelitian ini memiliki kedudukan untuk menjelaskan kedua pemikiran tokoh feminis Islam yang kontra terhadap praktik poligami penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara studi kepustakaan. Sementara teknik analisis data yang digunakan adalah inventarisasi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah kedua tokoh menyetujui dalam beberapa hal, diantaranya untuk memahami ayat poligami tentu tidak boleh lepas dari ayat-ayat yang berhubungan dengan Q.S. An-Nisa ayat 3, poligami merupakan bentuk diskriminasi terhadap kaum perempuan, dan keadilan dalam poligami tidak akan pernah tercapai walaupun telah diusahakan. Namun, dalam menyimpulkan praktik poligami, kedua tokoh tersebut memiliki perbedaan. Musdah menyatakan bahwa praktik poligami adalah praktik yang haram karena lebih banyak mendatangkan kerugian dibandingkan keuntungan. Sedangkan Asghar Ali Engineer membolehkan praktik poligami namun dengan pertimbangan menegakan keadilan terhadap anak yatim dan janda serta sesuai apa yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW.

[The purpose of this study is to explain the two thoughts of Islamic feminist figures who are against the practice of polygamy. This research uses a descriptive analysis method with a feminist approach. Data collection was carried out using a literature study. The data analysis technique used is the theory of Shulamit Reinhartz, namely deconstructing the dominant way of reading. The results of this study are that the two figures agree on several things, including understanding the verses of polygamy, of course, cannot be separated from the verses related to Q.S. An-Nisa verse 3, polygamy is a form of discrimination against women, and justice in polygamy will never be achieved even if efforts have been made. However, the two figures have differences in concluding the practice of polygamy. Musdah stated that the practice of polygamy is unlawful because it causes more harm than profit. Meanwhile, Asghar Ali Engineer allows the practice of polygamy but with the consideration of upholding justice for orphans and widows and according to what was done by the Prophet Muhammad SAW. However, it should be remembered that the condition for polygamy that a man cannot fulfill is to be fair. Therefore, the practice of monogamy is a form of marriage that achieves justice and prosperity. ]

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adryanto, Bagus Fajar. “Komparasi Tafsir Muhammad Quraish Shihab Dan Siti Musdah Mulia Terhadap Poligami.” Al-Syakhsiyyah Journal of Law and Family Studies 4, no. 1 (2022): 45–57. https://doi.org/10.21154/syakhsiyyah.v4i1.3760.

Andika, Mayola. “Reinterpretasi Ayat Gender Dalam Memahami Relasi Laki-Laki Dan Perempuan.” Musawa 17, no. 2 (2018): 137–52. https://doi.org/https://doi.org/10.14421/musawa.2018.172.137-152.

Asiyah, Siti, Rakhmat, Ismail Habib, and Ari Rohmawati. “Analisis Konsep Poligami Dalam Al-Qur’an (Studi Tafsir Al-Misbah Oleh M. Quraish Shihab).” Sumbula: Jurnal Studi Keagamaan, Sosial, Dan Budaya 3, no. 1 (2018): 847–71. https://doi.org/https://doi.org/10.32492/sumbula.v3i1.3471.

Asvia, Erma Sauva. “Konsep Adil Poligami Dalam Q.S An-Nisa : 129.” An-Nahdhah 13, no. 2 (2020): 270–88. https://www.ptonline.com/articles/how-to-get-better-mfi-results.

Baidowi, Ahmad. Tafsir Feminis. Bandung: Nuansa Cendekia, 2005.

Dozan, Wely. “Fakta Poligami Sebagai Bentuk Kekerasan Terhadap Perempuan: Kajian Lintasan Tafsir Dan Isu Gender.” Marwah: Jurnal Perempuan, Agama Dan Jender 131–147, no. 2 (2021): 131. https://doi.org/10.24014/marwah.v19i2.11287.

Engineer, Asghar Ali. Hak-Hak Perempuan Dalam Islam. Edited by Farid Wajidi and Cici Farkha Assegaf. Yogyakarta: LSSPA, 1994.

———. Islam Dan Teologi Pembebasan. Edited by Agung Prihantoro. 5th ed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2000.

———. The Qur’an Women and Modern Society. Edited by Agus Nuryatno. Yogyakarta: LKiS, 2003.

Hadi, Sutrisno. Metodologi Research. II. Yogyakarta: Andi Offset, 2001.

Hariyanto. “Dehumanisasi Terhadap Perempuan Dalam Praksis Poligami: Dialektika Antara Normativitas Dan Historisitas.” Palastren: Jurnal Studi Gender 8, no. 1 (2015): 80–102. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.21043/palastren.v8i1.935.

Hartono, Rini. “6 Alasan Mengapa Poligami Harus Ditolak.” kumparan.com, 2017. https://kumparan.com/rinihartono/enam-alasan-mengapa-poligami-harus-ditolak/full.

Hayati, Irma Nur, and Fauzan Zenrif. “A Studying of The Qur’an Annisa’ Verse 3 Regarding The Phenomenon Of Paid Polygamy Mentoring.” Al-Bait: Jurnal Hukum Keluarga Islam 1, no. 2 (2022): 1–22. https://doi.org/https://doi.org/10.53515/ebjhki.v1i2.12.

Hermanto, Agus. “Islam, Poligami Dan Perlindungan Kaum Perempuan.” Kalam: Jurnal Studi Agama Dan Pemikiran Islam 9, no. 1 (2015): 165–86. https://doi.org/https://doi.org/10.24042/klm.v9i1.326.

Hikmalisa, and Ma Iballa Dona Kahfi. “Perspektif Kesetaraan Dan Keadilan Gender Husein Muhammad Dalam Silang Pendapat Khitan Perempuan.” Wahana Islamika: Jurnal Studi Keislaman 8 (2019): 86–109. https://doi.org/https://doi.org/10.5281/wahanaislamika.v8i1.205.

Islmail, Nurjannah. Perempuan Dalam Pasungan: Bias Laki-Laki Dalam Penafsiran. Yogyakarta: LKiS, 2003.

Khosiah, Nur, Reza Hilmy Luayyin, and David Prabowo. “Poligami Perspektif Muhammad Abduh Dan Muhammad Syahrur.” Imtiyaz: Jurnal Ilmu Keislaman 5, no. 2 (2021): 77–86. https://doi.org/10.46773/imtiyaz.v5i2.149.

Labib Ilhamuddin, Mughni. “Poligami Dalam Tinjauan Syariat Dan Realitas.” Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah: Jurnal Hukum Keluarga Dan Peradilan Islam 2, no. 2 (2021): 199–218. https://doi.org/10.15575/as.v2i2.14332.

Larasati, Ayu Maulidina, and Novia Puspa Ayu. “The Education for Gender Equality and Human Rights in Indonesia: Contemporary Issues and Controversial Problems.” The Indonesian Journal of International Clinical Legal Education 2, no. 1 (2020): 73–84. https://doi.org/10.15294/ijicle.v2i1.37321.

Moqsith, Abd. “Tafsir Atas Poligami Dalam Al-Qur’an.” Karsa 23, no. 1 (2015): 134–49. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.19105/karsa.v23i1.613.

Mulia, Siti Musdah. “Hukum Islam Dan Dinamika Feminisme Dalam Organisasi Nahdlatul Ulama.” Al-Ahkam: Jurnal Pemikiran Islam 23, no. 1 (2013): 37–56. https://doi.org/https://doi.org/10.21580/ahkam.2013.23.1.72.

———. Islam Dan Inspirasi Kesetaraan Gender. Yogyakarta: Kibar Press, 2006.

———. Islam Menggugat Poligami. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2004.

———. Membangun Surga Di Bumi: Kiat-Kiat Membina Keluarga Ideal Dalam Islam. Jakarta: PT Elex Media Komutindo, 2011.

———. Muslimah Sejati. Bandung: Penerbit Marja, 2011.

———. Pandangan Islam Tentang Poligami. Jakarta: Lembaga Kajian Agama dan Gender, 1999.

Muqsith, Abdurrahman, and Fadil Sj. “Hukum Poligami: Analisis Komparatif Terhadap Pemikiran Musdah Mulia Dan Muhammad Syahrur.” Al-Manhaj: Journal of Indonesian Islamic Family Law 4, no. 1 (2022): 52–65. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.19105/al-manhaj.v4i1.6153 Hukum.

Murni, Dewi, and Syofianisda. “Kesetaraan Gender Menurut Al-Qur’an.” Jurnal Syahadah VI, no. 1 (2018): 158–92. https://doi.org/https://doi.org/10.32520/syhd.v6i1.203.

Mustofa, M A. “Poligami Dalam Hukum Agama Dan Negara.” AL-IMARAH: Jurnal Pemerintahan Dan Politik Islam 2, no. 01 (2017): 47–58. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.29300/imr.v2i1.1029.

Najah, Nailun, and Zaglul Fitrian. “Perempuan Dalam Tafsir; Upaya Pembacaan Feminis Terhadap Teks-Teks Agama.” Revelatia: Jurnal Ilmu Al-Qur`an Dan Tafsir: Jurnal Ilmu Al-Qur`an Dan Tafsir 2, no. 1 (June 14, 2021): 31–47. https://doi.org/10.19105/revelatia.v2i1.4139.

Nasution, Karimuddin, Wan Nasyrudin, Wan Abdullah, and Mohd Faizulamri. “Analisis Fiqh Kesetaraan Gender Musdah Mulia.” Jurnal Al-Turath 4, no. 2 (2019): 13–18.

Natsir, Lies Marcoes. Merebut Tafsir. Jakarta: Yayasan Rumah Kita Bersama, 2021.

Nurmila, Nina. “Pemahaman Agama Dan Pembentukan Budaya Patriarki.” Karsa: Jurnal Budaya Indonesia 23, no. 1 (2015): 1–16. https://doi.org/10.19105/karsa.v23i1.606.

Paputungan, Risno, and Sopyan AP Kau. “Argumen Kaum Feminis Terhadap Penolakan Poligami Di Indonesia.” As-Syams 1, no. 1 (2020): 121–48. https://e-journal.iaingorontalo.ac.id/index.php/assyams/article/view/60%0Ahttps://e-journal.iaingorontalo.ac.id/index.php/assyams/article/download/60/32.

Rambe, Khairul Mufti. “Hak-Hak Perempuan Dalam Hukum Islam (Studi Pemikiran Ashgar Ali Engineer).” Jurnal Mercatoria 10, no. 2 (2017): 109. https://doi.org/10.31289/mercatoria.v10i2.1095.

Reinharz, Shulamit. Metode-Metode Feminis Dalam Penelitian Sosial. Terj. Lisabona Rahman Dan J. Bambang Agung. Jakarta: Woman Reseach Institute, 2005.

Ridho, Rasyid Abdul. “Reformulasi Tafsir: Studi Pemikiran Gender Asghar Ali Engineer.” SOPHIST: JURNAL SOSIAL POLITIK KAJIAN ISLAM DAN TAFSIR 2, no. 2 (2020): 218–51.

Rodliyah, St. “Building Harmony Among Polygamic Family.” Martabat 5, no. 1 (2021): 177–209. https://doi.org/https://doi.org/10.21274/martabat.2021.5.1.177-209.

Rosnaeni. “Pandangan Asghar Ali Engineer Tentang Kesetaraan Gender.” Tadarus Tarbawy 3, no. 2 (2021): 346–53. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.31000/jkip.v3i2.4787.

Safitri, Erwanda. “Pemahaman Hadis Tentang Poligami (Sebuah Kajian Teologis Terhadap Hadis-Hadis Sosial Tentang Poligami).” Jurnal Studi Ilmu-Ilmu Al-Qur’an Dan Hadis 12, no. 2 (2016): 189–208. https://doi.org/https://doi.org/10.14421/qh.2016.1702-02.

Sakeria, Muhammad, Abd Muid N, and Muhaemin B. “Hermeneutika Musdah Mulia Terhadap Ayat Poligami.” Al Amin: Jurnal Kajian Ilmu Dan Budaya Islam 4, no. 01 (2021): 151–72. https://doi.org/https://doi.org/10.36670/alamin.v4i01.89.

Salam, Nuruliina Wahidatus. “Komparasi Pandangan Asghar Ali Engineer Dan Wahbah Az-Zuhaili Tentang Konsep Poligami.” UIN Sunan Ampel Surabaya, 2018. http://digilib.uinsby.ac.id/27599/1/Nurullina Wahidatus Salam_C91214135.pdf.

Sholih, Mohammad Badrus, and Indah Fadilah. “Suqutul Imam Karya Nawal El- Sya ’ Dawi ; Perempuan Dalam Pergulatan Dominasi Agama” XXII, no. 1 (2022): 14–41. https://doi.org/https://doi.org/10.19109/tamaddun.v22i1.11612.

Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2016.

Suleman, Zulfitri Zulkarnain, and Zulkarnain Suleman. “Kritik Terhadap Fikih Poligami: Studi Atas Pemikiran Siti Musdah Mulia.” Al-Mizan 15, no. 1 (2019): 81–102. https://doi.org/10.30603/am.v15i1.853.

Syamsiatun, Siti, and Alimatul Qitbiyah. Amandemen Undang Undang Perkawinan Sebagai Upaya Perlindungan Hak Perempuan Dan Anak. Yogyakarta: PSW UIN Sunan Kalijaga, 2006.

Umam, Auly Naimul Umam. “Poligami Menurut Perspektif Muhammad Syahrur.” Universitas Islam Negeri Walisongo, 2019.

Downloads

Published

2023-12-30

Issue

Section

Articles
Abstract Viewed = 54 times | PDF downloaded = 112 times