Dari KUHAP 1981 Ke KUHAP 2025:Meneguhkan Advokat Sebagai Pilar Keseimbangan Kekuasaan Dalam Sistem Peradilan Pidana Yang Modern

Authors

DOI:

https://doi.org/10.14421/

Keywords:

Advokat, akuntabilitas, due process, KUHAP 2025, peradilan pidana, praperadilan

Abstract

Ketimpangan struktural dalam sistem peradilan pidana Indonesia pada era KUHAP 1981 menunjukkan dominasi kewenangan aparat penegak hukum negara, khususnya penyidik dan penuntut umum, sementara advokat cenderung diposisikan sebagai pendamping formal yang berperan terbatas, terutama pada tahap penyidikan. Kondisi tersebut berdampak pada melemahnya due process of law, equality of arms, dan akuntabilitas penggunaan kewenangan negara. Penelitian ini bertujuan menganalisis rekonstruksi kedudukan advokat dalam KUHAP 2025 sebagai pilar keseimbangan kekuasaan dalam sistem peradilan pidana modern. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan perbandingan hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KUHAP 2025 mempertegas advokat sebagai penegak hukum sejajar melalui penguatan pendampingan sejak tahap awal, perluasan hak akses terhadap berkas dan hasil pemeriksaan, pengakuan hak menyatakan keberatan yang wajib dicatat, penguatan mekanisme kontrol yudisial melalui praperadilan, serta modernisasi prosedural melalui perekaman pemeriksaan dan pengelolaan perkara berbasis elektronik. Reformasi ini menandai pergeseran orientasi dari pendekatan crime control menuju prosedur yang lebih berorientasi keadilan, perlindungan HAM, dan transparansi, meskipun masih memerlukan penguatan integrasi fungsional advokat tanpa mengurangi independensi profesi.

References

Alwan Hadianto. “Urgensi Pembaharuan Kitab Hukum Acara Pidana Dalam Menjawab Tantangan Penegakan Hukum Modern di Indonesia.” Jurnal USM Law Review 8, no. 3 (2025): 2842–2860.

Baan, Bram B., Grenaldo Ginting, Irman Putra, Arief Fahmi Lubis, dan Marjan Miharja. “The Impact of Legal Policies on the Enforcement of Human Rights in Indonesia.” Jurnal Smart Hukum 3, no. 2 (2024): 166–178.

Catlin, Mary, Kyle C. Scherr, Kimberley A. Clow, Christopher J. Normile, dan Daniel Ben Ralph. “Adverse Inferences: The Impact of Suspect Silence on Lay Perceptions.” Law and Human Behavior (2025).

Chaniago, Nanda Irna Devi, dan Joko Setiyono. “Changes in Pretrial Authority through the Decision of the Constitutional Court.” International Journal of Social Science and Human Research 7, no. 10 (2024). https://doi.org/10.47191/ijsshr/v7-i10-27.

Christy, Betania Maygawati. “Penyitaan Barang Bukti Bergerak Perspektif Sosiologi Hukum (Studi Kasus di Kantor Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara Kelas I Kupang).” Jurnal Terapung Ilmu-Ilmu Sosial 7, no. 1 (2025): 38.

Gustaf, Muhammad Akbar Maulana. “Legal Aid in Indonesia: Problems and Challenges.” The Indonesian Journal of International Clinical Legal Education 3, no. 2 (2021): 163–172.

Hartiwiningsih, Hartiwiningsih, Muhammad Rustamaji, dan Bagus Hanindyo Mantri. “Reconstruction of the Termination of Prosecution of Corruption Offences: Public Prosecutor’s Discretion.” Evolutionary Studies in Imaginative Culture (2024): 1126–1148.

Hermanto, Tjotjoe, dan Faisal Santiago. “Law Enforcement in the Criminal Justice System.” Dalam Proceedings of the 1st International Conference on Law, Social Science, Economics, and Education (ICLSSEE 2021), 6 Maret 2021.

Herryani, Mas Rara Tri Retno, Alwan Hadiyanto, Mas Subagyo Eko Prasetyo, dan Agus Saepul Alam. “The Advocates’ Immunity Rights in Indonesia’s Criminal Justice System.” Jurnal Pembaharuan Hukum 10, no. 2 (2023): 327.

Hasibuan, Mutiara Nora Peace, dan Mujiono Hafidh Prasetyo. “Kedudukan Advokat Dalam Sistem Peradilan Pidana Di Indonesia.” Jurnal Ius Constituendum 7, no. 1 (2022): 159–176.

Husin, Nabilla Callosa, dan Naylla Shabilla Callistha Husin. “Plea Bargaining as a Reform in Criminal Procedure Law: An Analysis of Article 199 of the Draft Criminal Procedure Code.” Ius Poenale 5, no. 1 (2024): 31–42.

Ilyas, Adam. “Praktik Penerapan Exclusionary Rules di Indonesia.” Masalah-Masalah Hukum 50, no. 1 (2021): 49–59.

Ilyas, Adam, Fachrizal Afandi, dan Indah Dwi Qurbani. “Closing the Injustice Gap: Reconstructing Pre-trial Proceedings as an Effective Remedy for Victims of Terminated Preliminary Inquiries.” Jurnal Konstitusi 22, no. 4 (2025): 736–776.

Irhamdessetya, Hani, Arista Candra Irawati, Hendra Wijaya, Arief Rakhman Affandi, dan Purwati Purwati. “Peran Advokat dalam Menjamin Due Process of Law pada Perkara Penipuan Ekonomi (Pasal 379a KUHP): Refleksi atas Sinergi dan Integritas Catur Wangsa Penegak Hukum.” Semarang Law Review 6, no. 2 (2025): 441–456.

Kubrin, Charis E., dan Rebecca Tublitz. “How to Think about Criminal Justice Reform: Conceptual and Practical Considerations.” American Journal of Criminal Justice 47, no. 6 (2022): 1050–1070.

Nainggolan, Rizki Samuel, dan Benny Sumardiana. “Pengaturan Penyadapan Oleh Penyidik Kepolisian Republik Indonesia Berdasarkan Perspektif Rancangan Undang-Undang KUHAP.” Kertha Semaya: Journal Ilmu Hukum 13, no. 10 (2025): 2299–2309.

Neta, Yulia, Agsel Awanisa, dan Melisa Melisa. “The Urgency of Establishing Independent Supervisory Authority for Personal Data Protection in Indonesia.” Constitutionale 3, no. 1 (2022): 19–38.

Pratama, M. Ilham Wira. “Implikasi Tumpang Tindihnya Pasal Ujaran Kebencian pada Tahap Prapenuntutan Perspektif Sistem Peradilan Pidana Indonesia.” Indonesian Journal of Criminal Law and Criminology 4, no. 1 (2023): 29–39.

Purba, Cordyn Parulian Tuah, Taufik Siregar, dan Rizkan Zulyandi. “Penerapan Hak Asasi Manusia dalam Penyidikan Perkara Pidana Pencurian Kendaraan Bermotor di Polrestabes Medan.” Journal of Education, Humaniora and Social Sciences 5, no. 3 (2023): 1858–1868.

Rusfandi, Rusfandi, dan Anita Anita. “Peranan Penasehat Hukum Dalam Mendampingi Tersangka Pada Proses Penyidikan.” Jurnal Jendela Hukum 9, no. 2 (2022): 205–219.

Samara, Finsensius, Shelomita F. Moata, Melyn Christy R.K. Muly, Julisandri T.A. Pulupina, Rosyani Harseni Riwu, Marnof Lebe Pule, dan Boneventura Sawu Atulolon. “Analisis Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dalam Kasus Tindak Pidana Pelecehan Seksual di Muka Umum (Pasal 281 KUHP).” As-Syar’i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga 8, no. 1 (2026).

Satriadi, Satriadi. “Restorative Justice: The Limitations of Authority of Police and Prosecutors in the Criminal Justice System.” Al-Bayyinah 6, no. 1 (2022): 11–21.

Sepranadja, S. “The Application of Article 56 Paragraph (1) of the Indonesian Criminal Procedure Code (KUHAP) from a Human Rights Perspective in Relation to the Integrated Criminal Justice System in Indonesia.” International Journal of Science and Society 6, no. 3 (2024): 121–140.

Shieh, Marcy. “Effects of Selection Regimes on State Supreme Court Opinion Writing.” Social Science Quarterly 104, no. 5 (2023): 1060–1081.

Situmorang, Jhon E.J. “The Role of Investigators in Handling Child Promiscuity Crimes.” Ius Poenale 4, no. 2 (2023): 85–94.

Wilson-Kovacs, Dana, Rebecca K. Helm, Bethany Growns, dan Lauren Redfern. “Digital Evidence in Defence Practice: Prevalence, Challenges and Expertise.” The International Journal of Evidence & Proof 27, no. 3 (2023): 235–253.

Zhafran, Dzaky Muhammad, dan Ade Mahmud. “Penetapan Status Tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang Diajukan Praperadilan.” Jurnal Riset Ilmu Hukum (2024): 69–76.

Zhang, Wei, dan Chenghua Zheng. “The Application of Quantitative Methods in Assessing the Effectiveness of Litigation Legal Strategies: An Example of the Case Study Approach.” Applied Mathematics and Nonlinear Sciences 9, no. 1 (2024).

Walim, Walim. “The Concept of Restorative Justice in the Criminal Legal System: A Breakthrough in Legal Benefits.” International Journal of Law Reconstruction 8, no. 1 (2024): 100.

Downloads

Published

2026-03-14