Analisis Putusan Mahkamah Konstitusi Dalam Mengubah Usia Calon Presiden Dan Wakil Presiden di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.14421/Keywords:
Kewenangan, Mahkamah Konstitusi, Maqashid SyariahAbstract
Tulisan ini membahas tentang dinamika lahirnya Mahkamah Konstitusi nomor 90/PUU-XXI/2023 Kewenangan Mahkamah Konstitusi yang berpedoman pada pasal 24C Undang-Undang Dasar 1945, dengan fokus khusus pada putusan Mahkamah Konstitusi nomor 90/PUU-XXI/2023 tentang batas usia calon Presiden dan calon Wakil Presiden. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian hukum normatif dengan teknik analisis kualitatif-presekriptif. Temuan menunjukkan bahwa melalui putusan ini, MK diduga telah melampaui batas wewenangnya. Seharusnya, tugas utama MK adalah menilai apakah suatu norma sejalan dengan konstitusi atau tidak, tanpa memberikan kewenangan untuk menambah atau menciptakan norma baru, yang menjadi hak prerogatif lembaga legislatif. Putusan Mahkamah Konstitusional No. 90/PUU-XXI/2023 bertentangan dengan konsep syariah maqasid. Konsekuensi dari putusan ini terbukti tidak efektif merepresentasikan ide tentang demokrasi dalam pelaksanaan pemilihan presiden dan wakil presiden bagi masyarakat Indonesia secara mayoritas. Putusan MK No. 90/PUU-XXI/2023 tidak sejalan dengan konsep maqashid syariah ¸dimana terdapat prinsip etika yang terabaikan dalam memutuskan suatu persoalan tanpa memandang maslahat secara holistik.
References
Al-Yubi, Muhammad Said bin Ahmad bin Mas’ud. Maqashid Al-Syariah Al-Islamiyah Wa ‘Alaqatuha Bi Al-Adillah Al-Syar’iyyah. Riyadh: Dar al-Hijrah, 1998.
Al-Zuhaily, Wahbah. Ushul Al-Fiqh Al-Islami. Damaskus: Dar al-Fikr, 1986.
Amalia, Choirunnisa, dan Yayuk Hidayah. “Analisis Putusan MK Nomor 90/PUU-XXI/2023 terhadap Demokrasi Tahun 2024 di Indonesia.” JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian 5, no. 4 (2026). https://doi.org/10.58344/locus.v5i4.5506.
Ananda, Mara, dan Sandy Wijaya. “Implementasi Peraturan Gubernur tentang Pencegahan Perkawinan Anak di Kabupaten Bangka Selatan.” Elqonun: Jurnal Hukum Ketatanegaraan 2, no. 2 (2024). https://doi.org/10.19109/elqonun.v2i2.18990.
Arifin, Firdaus. “Position and Authority of the Constitutional Court as a Guardian of the Constitution.” Journal of Law, Politic and Humanities 4, no. 5 (Juli 2024): 1658–65. https://doi.org/10.38035/jlph.v4i5.630.
Cahayani, Deltiya, dkk. “Analisis Kritis Atas Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 90/PUU-XXI/2023 dalam Konteks Perlindungan Hak Konstitusional Warga Negara dan Hak Asasi Manusia.” Amandemen: Jurnal Ilmu Pertahanan, Politik dan Hukum Indonesia 1, no. 3 (2024): 170–74. https://doi.org/10.62383/amandemen.v1i3.280.
Efendi, Jonaedi, dan Johnny Ibrahim. Metode Penelitian Hukum: Normatif dan Empiris. Jakarta: Prenadamedia, 2018.
Fauzia, Ika Yunia, dan Abdul Kadir Riyadi. Prinsip Dasar Ekonomi Islam Perspektif Maqashid Al-Syariah. Jakarta: Prenada Media Group, 2014.
M. Gaffar, Janedjri. “Peran Putusan Mahkamah Konstitusi dalam Perlindungan Hak Asasi Manusia terkait Penyelenggaraan Pemilu.” Jurnal Konstitusi 10, no. 1 (Mei 2016): 1. https://doi.org/10.31078/jk1011.
Imeldatur Rohmah, Elva. “Mekanisme Pemakzulan Presiden Sebelum dan Sesudah Terbentuknya Mahkamah Konstitusi di Indonesia.” Journal of Constitutional Law and Governance 2, no. 2 (2022): 164–201.
Irmayanti, Azizah Putri. “Urgensi Hukum Islam dan Maqashid Syariah dalam Pendidikan Agama Islam.” Ta’dib: Jurnal Pendidikan Islam 13, no. 1 (2024): 59–68.
Mudatsir, Ahmad, dan Samsuri. “Melacak Kerancuan Legal Reasoning dalam Putusan MK 90/PUU-XXI/2023: Analisis dengan Metode IRAC.” Peradaban Journal of Law and Society 2, no. 2 (2023): 169–83. https://doi.org/10.59001/pjls.v2i2.132.
Novitalia, Novitalia, Khairani Hasibuan, dan Budi Aspani. “Kredibilitas Mahkamah Konstitusi Pasca Putusan MK Nomor 90/PUU-XXI/2023.” Solusi 22, no. 1 (2024). https://doi.org/10.36546/solusi.v22i1.1076.
Pakpahan, Zainal Abidin. “Peran Mahkamah Konstitusi Sebagai Penjaga Konstitusi: Analisis Kritis Terhadap Konstitusionalisme Di Indonesia.” Jurnal Ilmiah Advokasi 13, no. 4 (2025). https://doi.org/10.36987/jiad.v13i4.8928.
Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.
Republik Indonesia. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman. Jakarta, 2009. https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/38793/uu-no-48-tahun-2009.
Republik Indonesia. Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 90/PUU-XXI/2023 tentang Pengujian Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Diputus pada 16 Oktober 2023.
Sa’adah, Nabitatus. “Mahkamah Konstitusi Sebagai Pengawal Demokrasi dan Konstitusi Khususnya dalam Menjalankan Constitutional Review.” Administrative Law and Governance Journal 2, no. 2 (2019): 235–47.
Satriawan, Iwan, dan Tanto Lailam. “Open Legal Policy dalam Putusan Mahkamah Konstitusi dan Pembentukan Undang-Undang.” Jurnal Konstitusi 16, no. 3 (2019): 559–84. https://doi.org/10.31078/jk1636.
Subandri, Rio. “Tinjauan Yuridis Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 90/PUU-XXI/2023 tentang Persyaratan Batas Usia Pencalonan Presiden dan Wakil Presiden.” Jaksa: Jurnal Kajian Ilmu Hukum dan Politik 2, no. 1 (2024): 135–53. https://doi.org/10.51903/jaksa.v2i1.1512.
Syahila, Nurul Nabila, dan Anindya Nafisa Azzahra. “Degradasi Independensi Mahkamah Konstitusi: Analisis Yuridis Konflik Kepentingan dalam Putusan MK No. 90/PUU-XXI/2023.” Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik 6, no. 4 (2026): 2974–82. https://doi.org/10.38035/jihhp.v6i4.8404.
Umar, Muh Syaiful, dan Damrah Mamang. “Analisis Yuridis Penetapan Syarat Usia Calon Presiden dan Wakil Presiden Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 90/PUU-XXI/2023.” Jurnal Hukum Jurisdictie 8, no. 1 (2026): 151–71. https://doi.org/10.34005/jhj.v8i1.245.
Wicaksono, Dian Agung, dan Bimo Fajar Hantoro. “The Interpretation of Plurality Decision for the Presidential and Vice-Presidential Candidate’s Requirements: An Analysis of Constitutional Court Decision Number 90/PUU-XXI/2023.” Jurnal Yudisial 17, no. 2 (2024). https://doi.org/10.29123/jy/v17i2.702.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Muhammad Riki Mardiansyah, Siti Rochmiyatun

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication, i.e. this journal.
- Authors also grant any third party the right to use the article freely as long as its integrity is maintained and its original authors, citation details, and publisher are identified
All publications by Staatsrecht: Jurnal Kenegaraan dan Politik Islam are licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

1.png)


