Klausul Hardship dalam Hukum Perikatan Indonesia: Antara Kepastian Hukum, Keadilan Kontraktual dan Politik Hukum
DOI:
https://doi.org/10.14421/Keywords:
hardship, hukum perikatan, keadilan kontraktual, politik hukumAbstract
Perkembangan hubungan kontraktual dalam praktik hukum perikatan menunjukkan tantangan serius akibat perubahan keadaan yang tidak terduga, seperti krisis ekonomi global, pandemi COVID-19, serta konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada stabilitas ekonomi dan pelaksanaan kontrak. Dalam kondisi tersebut, pelaksanaan kontrak seringkali masih dimungkinkan, namun menjadi sangat memberatkan salah satu pihak. Permasalahan utama penelitian ini adalah: (1) bagaimana urgensi pengadopsian klausul hardship dalam hukum perikatan Indonesia, dan (2) bagaimana arah politik hukum terhadap pembaharuan hukum perikatan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan filosofis, perundang-undangan, dan konseptual, serta dianalisis melalui perspektif politik hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum perikatan Indonesia yang masih bertumpu pada Kitab Undang-Undang Hukum Perdata belum mengatur secara eksplisit klausul hardship, sehingga menimbulkan kekosongan norma dan ketidakpastian hukum dalam menghadapi perubahan keadaan yang tidak memenuhi kriteria force majeure. Secara filosofis, keberadaan klausul hardship diperlukan untuk menyeimbangkan prinsip pacta sunt servanda dengan keadilan kontraktual melalui mekanisme penyesuaian kontrak. Dari perspektif politik hukum, pembaruan hukum perikatan perlu diarahkan pada sistem hukum yang adaptif, progresif, dan berkeadilan, sejalan dengan nilai-nilai Pancasila serta perkembangan hukum kontrak internasional seperti UNIDROIT Principles of International Commercial Contracts. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pengadopsian klausul hardship melalui reformasi legislasi maupun pengembangan yurisprudensi guna mewujudkan keseimbangan antara kepastian hukum dan keadilan kontraktual dalam sistem hukum perikatan Indonesia.
References
A., Abunawas, Amir A., dan Hendrianto E. “Modernisasi Hukum Indonesia Melalui Revisi KUHPerdata.” Journal of Education, Humaniora and Social Sciences, advance online publication, 27 November 2023. https://doi.org/10.34007/jehss.v6i2.1952.
Adhi, Yuli Prasetyo, Ratu Setya Arum Angi, dan Ariane Indira Renanda. “Implikasi Hukum Terhadap Pencantuman Klausula Rebus Sic Stantibus Dalam Kontrak Privat Ditinjau Dari Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Indonesia.” Diponegoro Private Law Review; Vol 8, No 2 (2024): DPLR, 19 Januari 2025. https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/dplr/article/view/19079.
Alsharqawi, Ahmad Hussein, Nabeel Mahdi Althabhawi, dan Haniff Ahamat. “Hardship in International Commercial Contracts: A Comparative Analysis of the Rules of Non-Legislative Codification.” Journal of Lifestyle and SDGs Review 5, no. 3 (Februari 2025): e04125. https://doi.org/10.47172/2965-730X.SDGsReview.v5.n03.pe04125.
Armansyah, A., dan Y. Yulianingsih. “Development of Indonesian business contract law in the globalization era.” International Journal of Social Science and Education Research Studies 3, no. 4 (April 2023). https://doi.org/10.55677/ijssers/v03i4y2023-14.
Benson, P. Justice in Transactions: A Theory of Contract Law. Cambridge, MA: Harvard University Press, 2019.
Berger, Klaus Peter. “The UNIDROIT Principles of International Commercial Contracts as a System of Transnational Contract Law: Two Recent Arbitral Awards.” Journal of International Arbitration (Alphen aan den Rijn, The Netherlands), 2024, 255–70.
Burkhart, Davide, dan Christoph Bode. “Force majeure in business relationships.” Journal of Business Research 195 (Juni 2025): 115409. https://doi.org/10.1016/j.jbusres.2025.115409.
Cahyono, Akhmad Budi, Vivika Dyatri Raumanen, dan Togi Marolop Pradana Pangaribuan. “A Change of Circumstances and Contract Adjustment: Indonesian Law and Beyond.” Research Article. Journal of Indonesian Legal Studies 10, no. 1 (07 2025): 349–90. https://doi.org/10.15294/jils.v10i1.1592.
Cauffman, Caroline. “The Principle of Proportionality and European Contract Law.” Dalam Rules and Principles in European Contract Law, disunting oleh Jacobien Rutgers dan Pietro Sirena, 69–98. European Contract law and Theory. Intersentia, 2015. Cambridge Core. https://doi.org/10.1017/9781780685434.005.
Ceswara, Dicky Febrian, dan Puji Wiyatno. “Implementasi Nilai Hak Asasi Manusia dalam Sila Pancasila.” Lex Scientia Law Review 2, no. 2 (Desember 2018): 227–41. https://doi.org/10.15294/lesrev.v2i2.27581.
“Chapter 6 - Section 2 Chapter 6: Performance - Section 2: Hardship.” The International Institute for the Unification of Private Law, 2010. https://www.unidroit.org/instruments/commercial-contracts/unidroit-principles-2010/chapter-6-section-2.
Faiqa Syifa Irawan. “Keseimbangan Hak dan Kewajiban Para Pihak dalam Hukum Kontrak.” Articles. Pemuliaan Keadilan 2, no. 2 (April 2025): 51–65. https://doi.org/10.62383/pk.v2i2.586.
Friedman, Lawrence M. Sistem hukum : Perspektif Ilmu Sosial. Bandung: Nusa Media, 2015.
Hermoko, Agus Yudha. “Force Majeure dan Hardship dalam Kontrak Bisnis.” Perspektif 11, no. 3 (2016). https://doi.org/10.30742/perspektif.v11i3.276.
Hernoko, Agus Yudha. “Asas Proporsionalitas Sebagai Landasan Pertukaran Hak Dan Kewajiban Para Pihak Dalam Kontrak Komersial.” Articles. Jurnal Hukum dan Peradilan 5, no. 3 (November 2016): 447–66. https://doi.org/10.25216/jhp.5.3.2016.447-466.
Hidayat, Arief. “Revitalisasi Ideologi Pancasila dalam Aras Global Perspektif Negara Hukum: Sebuah Pandangan Indonesia Terkini.” Seminar Nasional Hukum Universitas Negeri Semarang 2, no. 1 (2016). https://doi.org/10.15294/snhunnes.v2i1.488.
Isradjuningtias, Agri Chairunisa. “Force Majeure (overmacht) Dalam Hukum Kontrak (perjanjian) Indonesia.” Veritas et Justitia 1, no. 1 (Juni 2015). https://doi.org/10.25123/vej.1420.
Junaidi, Junaidi, Mila Surahmi, dan Desmawaty Romli. “Force Majeure or Hardship Principle In Termination of Employment During The Covid-19 Pandemic.” SASI 28, no. 3 (Oktober 2022): 344. https://doi.org/10.47268/sasi.v28i3.941.
“Keterbukaan dan Kepastian Hukum dalam Teori Kontrak Roscoe Pound.” Articles. UNES Law Review 6, no. 2 (01 2023): 4099–107. https://doi.org/10.31933/unesrev.v6i2.1248.
Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (Burgerlijk Wetboek voor Indonesie). Diakses 30 November 2025. https://jdih.mahkamahagung.go.id/legal-product/kitab-undang-undang-hukum-perdata/detail.
Koellner, Edward. “The UNIDROIT Principles of International Commercial Contracts: A Keystone in Modern Contractual Practice and Law Development.” University of Mississippi School of Law, advance online publication, 2024. https://dx.doi.org/10.2139/ssrn.5215610.
Long, Sergio García. “Hardship under the Unidroit Principles of International Commercial Contracts: a reassessment from uniform law.” Uniform Law Review 30, no. 5 (2025). https://doi.org/10.1093/ulr/unaf046.
Raharjo, Satjipto. Hukum dan Masyarakat. Genta Publishing, 2009.
Situmorang, Mosgan. “The Power of Pacta Sunt Servanda Principle in Arbitration Agreement.” Articles. Jurnal Penelitian Hukum De Jure 21, no. 4 (Desember 2021): 447–58. https://doi.org/10.30641/dejure.2021.V21.447-458.
Steven Silalahi, Bonnarty, Delbert Lauren, Eveline Eveline, Gilbert Hans Aldrich, dan Winnie Willys. “Perspektif Keadilan Menurut Aristoteles dan Implikasinya dalam Etika Bisnis.” Articles. Innovative: Journal Of Social Science Research 3, no. 4 (Agustus 2023): 1937–46.
UMS, Humas. “Guru Besar UMS Soroti Dampak Konflik Iran-Amerika-Israel terhadap Ekonomi Global dan Indonesia.” News UMS, 2026. https://news.ums.ac.id/id/03/2026/guru-besar-ums-soroti-dampak-konflik-iran-amerika-israel-terhadap-ekonomi-global-dan-indonesia.
Zhou, Jing. “Basic Legal Framework of Hardship Clause and Comparative Research.” Science of Law Journal 2, no. 2 (2023): 13–17. https://doi.org/10.23977/law.2023.020202.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Dyah Aju Wisnuwardhani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication, i.e. this journal.
- Authors also grant any third party the right to use the article freely as long as its integrity is maintained and its original authors, citation details, and publisher are identified
All publications by Staatsrecht: Jurnal Kenegaraan dan Politik Islam are licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

1.png)


