TASAWUF SEBAGAI PSIKOTERAPI PENYAKIT HATI

Authors

  • Naan Naan UIN Sunan Gunung Djati
  • Muhammad Haikal As-Shidqi UIN Sunan Gunung Djati Bandung

DOI:

https://doi.org/10.14421/lijid.v5i2.3909

Abstract

Abstract

Di tengah krisis kehidupan yang sangat mengedepankan materialistis, sekuler serta kehidupan yang sangat sulit. Kemamampuan menyusuaikan diri serta mengontrol emosi dalam menghadapi permasalahan-permasalahan kehidupan tersebut, menjadikan manusia rentan terhadap terjangkitnya penyakit hati, seseorang yang diserang oleh penyakit hati kepribadinnya menjadi terganggu, mereka seringkali tidak merasakan bahwa dirinya itu sedang sakit, sebaliknya ia menganggap bahwa dirinya itu normal dan bahkan lebih baik, dan lebih unggul dari orang lain.  Disini tasawuf sebagai ilmu yang identik mengenai hati memberikan peranannya sebagai terapi dalam memberikan ketahanan terhadap krisis spiritualitas yang mengakibatkan mereka tidak tahu lagi siapa yang dia maksud dan tujuan hidup di muka bumi. Kurangnya kejelasan tentang makna dan tujuan hidup, akhirnya mengakibatkan penderitaan yang berkepanjangan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui berbagai jenis penyakit hati yang dapat diselesaikan dengan psikoterapi mistik, tasawuf sebagai gambaran peran psikoterapi dalam mengatasi penyakit hati, dan untuk menggambarkan implementasi tasawuf sebagai psikoterapi dalam mengatasi penyakit hati. Penelitian ini termasuk dalam studi literatur dan kualitatif karena datanya disajikan dalam bentuk pernyataan-pernyataan. Untuk menjawab masalah psikologisnya, tasawuf mengajarkan tentang hidup bahagia dengan menerapkan ajaran-ajarannya, yaitu maqamatul ahwal. Hidup bahagia harus hidup dalam keadaan sehat baik secara fisik maupun mental dan Hidup bahagia dengan penyakit hati tidak akan pernah didapat. Hal itu akrena kebahagiaan hidup akan tercipta jika seseorang mampu membuang seluruh penyakit hati yang ada dalam hati, dan yang pada akhirnya akan menjadikan seseorang tersebut hidup dalam keadaan bahagia.

Kata Kunci: Tasawuf, Psikoterapi, Hati.

 

Abstract

In the midst of a life crisis that puts forward materialistic, secular and very difficult life, the ability to adapt and control emotions in dealing with life's problems, makes humans vulnerable to mental disorder. Someone attacked by this problem becomes disturbed, often do not feel that they are sick, and on the contrary, they think that they are normal and even better, and superior to others. Sufism as a heart management knowledge plays a therapeutic role in providing resistance to spiritual crises that result in unmeaningful of life. The purpose of this study was to determine the types of liver disease that can be resolved with mystical psychotherapy, Sufism as a description of the role of psychotherapy in overcoming mental or phycological diseases, and to describe the implementation of Sufism as psychotherapy in overcoming them. This research is library study and qualitative reaearch, the data is presented in the form of statements. To answer psychological problems, Sufism teaches about how life happily. To live happily, people must live in a healthy state both physically and mentally, and to get rid of all mental diseases, which in turn will make them live in a happy state.

Keyword: Sufism; Psychotehrapy; ,Heart 

Abstract viewed: 111 times | pdf downloaded = 26 times

References

Adnan Syarif, (2002) Psikologi Qurani, terj. Muhammad Al-Mighwar, M.Ag. Bandung: Pustaka Hidayah.

Amin Marzuqi. (2010) Penafsiran Qalb Menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah (Dalam Kitab at- Tafsir Al-Qayyim). Yogyakarta: Fakultas Ushuludin Studi Agama, Dan Pemikiran Islam UIN Sunan KaliJaga.

Firmansyah, MA. (2017) Pemikiran Kesehatan Mental Islami Dalam Pendidikan Islam. ANALYTICA ISLAMICA: 6(1). 21-33.

Haedar Nasir. (1997). Agama dan Krisis Kemanusiaan Modern. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Hanna Djumhana Bastaman. (2001). Integrasi Psikologi dengan Islam (Yogyakarta: Yayasan Insan Kamil-Pustaka Pelajar Offset.

Ibnu Taimiyah. (2002). Risalah Tasawuf. Jakarta: Hikmah.

Ibnu Taymiyah (1998). Terapi Penyakit Hati. Jakarta: Gema Insani.

Ismail, Roni. Menuju Hidup Islami. Yogyakarta: Insan Madani, 2009

Ismail, Roni. Menuju Hidup Rahmatan Lil’alamin. Yogyakarta: Suka Press, 2016.

Ismail, Roni. “Konsep Toleransi dalam Psikologi Agama (Tinjauan Kematangan Beragama)”, Religi: Jurnal Studi Agama-Agama, Vol. 8, No. 1, 2012.

Ismail, Roni. “Keberagamaan Koruptor (Tinjauan Psikografi Agama), Esensia, Vol. XIII, No. 2, Juli 2012.

Ismail, Roni. “Kecerdasan Spiritual dan Kebahagiaan Hidup”, Refleksi, Vol. 12, No. 1, Januari 2012.

Ismail, Roni.“Hakikat Monoteisme Islam (Kajian atas Konsep Tauhid Laa Ilaaha Illallah), Religi, Vol. X, No. 2, Juli 2014.

Ismail, Roni. “Islam dan Damai (Kajian atas Pluralisme Agama dalam Islam)”, Religi, Vol. 9, No. 1, 2013.

Kartini Kartono, (1989). Hyegiene Mental dan Kesehatan Mental. Bandung: Mandar Maju.

Kholil Lur Rochman, (2009). Terapi Penyakit Hati Menurut Ibn Taimiyah Dalam Perspektif Bimbingan Konseling Islam. KOMUNIKA: 3(2). 195-221.

M. Amin Syukur, (2003). Tasawuf Kontekstual Solusi Problem Manusia Modern. Yogyakarta: Pustaka.

M. Amin Syukur, (2003). Tasawuf Kontekstual Solusi Problem Manusia Modern. Yogyakarta: Pustaka.

Moh Soleh, (2005). Agama Sebagai Terapi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Nurbakhsy Javad. (2000). Psikologi Sufi. Cet ke-2. Alih Bahasa Arief Rahmat. Yogyakarta: Fajar Pustala Baru.

Omar Alishah, (2002). Tasawuf sebagai Terapi. Bandung: Pustaka Hidayah.

Prof. Dr. M. Solihin M.Ag dan Prof Dr. Rosihon Anwar, M.Ag. (2008). Ilmu Tasawuf,. Bandung: Pustaka Setia.

Rizal Ibrahim, (2003) Menghadirkan Hati: Panduan Menggapai Cinta Ilahi, (Yogyakarta: Pustaka Sufi) cet. 1

Ryandi. (2014). Konsep Hati Menurut al-Hakim at-Tirmidzi, 12(1), 109–122.

Victore Frankl. (1985). Man’s Search for Meaning, Revised and Update. Washington: Square Press.

Waslah, (2017). Peran Ajaran Tasawuf Sebagai Psikoterapi Mengatasi Konflik Batin. At-Turats: Jurnal Pemikiran Pendidikan Islam11 No.2. 153 – 161.

Yoana Bela Pradityas, Imam Hanafi, Esti Zaduqisti. (2015). Maqamat Tasawuf Dan Terapi Kesehatan Mental (Studi Pemikiran Amin Syukur). RELIGIA: 18(2). 187-205.

Safria Andy, (2004) Pemikiran Ibn Qayyim Al-Jauziyah tentang Hati. Tesis: IAIN Sumatra Utara.

Downloads

Published

2022-11-30 — Updated on 2022-12-27

Versions

Issue

Section

Articles