THE MOVEMENT OF BALI REJECT RECLAMATION (The Phenomenological Study Of Balinese Society Movement Rejects Benoa Bay Reclamation Among #ForBALI Alliances)

Catur Nugroho, I Putu Handara Widya P

Abstract


Abstrak. Bali dikenal sebagai kawasan wisata, dengan budaya dan seni khas yang membuat wisatawan tertarik untuk berkunjung ke Bali. Bali sejak tahun 2012 dihadapkan dengan rencana proyek Teluk Benoa Reklamasi seluas 838 hektar yang menuai pro dan kontra dari masyarakat. Pro dan kontra yang muncul dan menjadi polemik karena berbagai pertimbangan jika proyek dibangun. Salah satu reaksi yang diberikan oleh kebanyakan orang Bali terhadap kebijakan reklamasi Teluk Benoa adalah penolakan terhadap reklamasi, kemudian membentuk aliansi komunitas yang tergabung dalam #ForBALI (Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi). Aliansi #ForBALI bergerak secara masif dan konsisten menyuarakan penolakan terhadap rencana reklamasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencoba mengetahui motif #ForBALI menolak proyek reklamasi Teluk Benoa dan untuk mengetahui arti penolakan terhadap rencana proyek reklamasi Teluk Benoa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan kunci dalam penelitian ini adalah dari para aktivis, mahasiswa, dan musisi yang sadar akan masalah lingkungan tentang reklamasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lima motif di balik penolakan reklamasi adalah dorongan rasa ingin tahu, perasaan cinta, ketakutan, ingin mempengaruhi orang lain, dan merasa dibohongi. Gerakan reklamasi penolakan memiliki simbol yang mengepalkan tangan kiri ke atas. Kata Kunci : #ForBali, gerakan, motif, makna, tolak reklamasi
 
Abstract. Bali known as tourism area, with a distinctive culture and art that makes tourists interested to visit Bali. Bali since 2012 faced with 838-hectare Benoa Reclamation Bay project plan that reap the pros and cons of the community. The pros and cons that arise and become polemical due to various considerations if the project is built. One of the reactions given by most Balinese to the reclamation policy of Benoa Bay was the rejection of reclamation, then formed a community alliance incorporated in ForBALI (Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi). The #forbali alliance is moving massively and consistently voicing rejection of the reclamation plan. The purpose of this research is to try to find out the motives of ForBALI reject the reclamation project of Benoa Bay and to know the meaning of rejection to the plan of reclamation project of Benoa Bay. This research uses qualitative method with phenomenology approach. The key informants in this study are from activists, students, and musicians that aware with environment issues about reclamation. The results of this study indicate that the five motives behind the rejection of reclamation are the urge of curiosity, the feeling of love, the fear, want to influence others, and feel lied to.  Keywords : #forBali, Movement, Motives, Meaning, Reject Reclamation

Keywords


#forBali, Movement, Motives, Meaning, Reject Reclamation

Full Text:

PDF

References


Castells, Manuel. (2001). The Rise of The Network Society. Oxford: Blackwell Publishing.

Gerungan. (1988). Psikologi Sosial. Bandung: PT Refika Aditama.

Habermas, Jurgen. (1984). Theory of Communicative Action. Boston: Beacon, 1984.

Holmes, David. (2012). Teori Komunikasi ; Media, Teknologi dan Masyarakat. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Kuswarno, Engkus. (2013). Metodelogi Penelitian Komunikasi Fenomenologi Konsepsi. Bandung: Widya Padjajaran: 2-113.

Mead, George Herbert. (2015). Mind Self And Society ; The Definitive Edition. Chicago: University of Chicago.

Moleong. (2002). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung : PT Remaja Rosdakarya: 3-24.

Ritzer, George & Douglas J. Goodman. (2008) Teori Sosiologi: dari Teori Klasik sampai Perkembangan Mutakhir Teori Sosial Modern. Yogyakarta: Kreasi Wacana.

Saukko, Paula. (2003) Doing Research in Cultural Studies ; An Introduction to Classical and New Methodological Approaches. London : Sage Publication, 2003.

Schamandt, Henry J. (2002) A History of Political Philosophy. New York: the Bruce Publishing.

Syah Putra, Dedi Kurnia. (2015). Interaksi Lintas Budaya.Bandung. Yayasan Multikultural Indonesia.




DOI: https://doi.org/10.14421/pjk.v12i1.1541

Refbacks

  • There are currently no refbacks.