RELASI BONDING DALAM MASYARAKAT BINAAN CSR (Studi Deskriptif Interpretif Relasi Sosial Masyarakat Binaan CSR PT Pertamina RU II Sungai Pakning di Kabupaten Bengkalis)

Miftah Faridl Widhagdha

Abstract


Abstrak. Penelitian ini beranjak dari terbatasnya kajian CSR (Corporate Social Responsibility) yang berorientasi pada masyarakat penerima manfaat yang ada di Indonesia. Teori yang diadaptasi dalam penelitian ini adalah teori modal sosial yang dikemukakan oleh Woolcock & Narayan. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif interpretif model Neuman. Penelitian ini menelaah bentuk modal sosial dalam bentuk relasi sosial bonding yang ada di masyarakat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa relasi bonding terdapat dalam pola-pola relasi dalam masyarakat binaan yang menunjukkan bahwa ikatan intra kelompok penting untuk diperhatikan guna menjaga kekompakan kelompok. Hasil ini menunjukkan bahwa bentuk relasi sosial bonding memiliki dampak yang penting terhadap pelaksanaan CSR di suatu perusahaan. Relasi ini penting untuk dijaga melalui kegiatan komunikasi dialogis yang bertujuan untuk pembangunan yang dilakukan melalui cara-cara yang lebih intensif, terbuka dan partisipatif guna melahirkan relasi sosial yang sehat dan berkelanjutan. Kata kunci:   CSR; komunikasi pembangunan; modal sosial; relasi bonding


Abstract. This research moved from the limited study of CSR (Corporate Social Responsibility) oriented to beneficiary communities in Indonesia. The theory adapted in this study is the theory of social capital proposed by Woolcock & Narayan. The research method in this study was qualitative with the interpretive descriptive approach of the Neuman model. This research examines forms of social capital in form of social relations that exist in society. The results of this study indicate that there are form of social relations that exist in society, namely bonding relations. Bonding relations show that intra-group bonds are important to consider in order to maintain group cohesiveness. These results indicate that the form of social relations have an important impact on the implementation of CSR in a company. This relation is important to be maintained through communication activities aimed at development carried out through more intensive, open and participatory ways in order to create Health and sustainable Social relations.  Keywords: CSR; Development Communication; Social Capital; Bonding Relations
 


Keywords


CSR; komunikasi pembangunan; modal sosial; relasi bonding

Full Text:

PDF

References


Buku:

Coleman, J. (1999). Social Capital in the Creation of Human Capital. Cambridge: Harvard University Press.

Elkington, J. (1997). Cannibal with Forks. Oxford: Capstone.

Neuman, W. L. (2013). Metode Penelitian Sosial: Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif Edisi Ketujuh. Jakarta: Indeks.

W.B. Werther, J., dan Chandler, D. (2011). Strategic Corporate Social Responsibility: Stakeholders in a Global Environment. California: Sage Publications.

Artikel dalam buku kumpulan artikel:

Goodwind, N. R. (2003). Five Kinds of Capital: Useful Concept for Sustainable Development. Global Development and Environment Institute Working Paper Tufts University, 3-7.

Putnam, R. (1993). The Prosperus Community: Social Capital and Public Life. Dalam E. Ostrom, & T. Ahn, Foundation of Social Capital (hal. 35-42). Massachusetts: Edward Elgas Publishing Limited.

Qudsy, S. Z. (2015). Fenomena Dusun Kasuran dalam Lima Pendekatan Penelitian Kualitatif: Sebuah Perbandingan. Dalam J. W. Creswell, Penelitian Kualitatif & Desain Riset (hal. VII-XIV). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Waddock, S., dan Googins, B. K. (2011). The Paradoxes of Communication Corporate Social Responsibility. Dalam O. Ihlen, & S. M. Jennifer L. Bartlett, The Handbook of Communication and Corporate Social Responsibility (hal. 23-44). West Sussex: Wiley-Blackwell.

Jurnal:

Cortado, F., dan Chalmeta, R. (2016). Use of Social Network as a CSR Communication Tool. Cogent Business & Management Vol. 3, 1-18.

Morsing, M., dan Schultz, M. (2006). CSR Communication: Stakeholder information, response, and involvement strategies. Business Ethics: A European Review, 15 (4), 323-338.

Woolcock, M. (1998). Social Capital and Economic Development: Towars a Theoritical Synthesis and Policy Framework. Theory and Society, Vol. 27, No. 2, 151-208.

Woolcock, M., dan Narayan, D. (2000). Social Capital: Implication for Development Theory, Research and Policy. The World Bank Researcy Observer Oxford University Press, Vol. 15, No. 2, 225-249.

Website:

Edelman. (2018, Mei 5). Trust: 2009 Edelman Trust Barometer. Diambil kembali dari www.edelman.com/trust/2009/docs/Trust_Book_Final_2.pdf




DOI: https://doi.org/10.14421/pjk.v12i1.1547

Refbacks

  • There are currently no refbacks.