DAYA TARIK MENJAMURNYA RESTORAN KOREA DI YOGYAKARTA

Ummul - Hasanah, Theresia Avila Rencidiptya

Abstract


Korean restaurants in Yogyakarta are flourishing in the past ten years.  A lot of Korean restaurants, either in small or big scale, are not only attracting people living in Yogyakarta but also attracting the tourists coming to Yogyakarta. This paper is the result of quantitative and qualitative research with the research object students of Diploma Korean Language Program, Vocational College, Gadjah Mada University. The respondents were selested because those students are millenial generation who follow the fast growing of Korean restaurants in Yogyakarta while at the same time the main customers of those restaurants. As result of the research, the reasons why Korean restaurats exist in Yogyakarta because they need to expand their market outside of Korea and many people are interested coming to Korean restaurants because it is the easiest way to taste Korean cuisine as part of Korean culture without coming to South Korea. Moreover, the difficulties experienced by customers when eating in Korean restaurants are questioning whether the food or drink served is halal (because pork and alcohol are the common dishes in Korea) and the price which is more expensive than the price of Indonesian local foods .

Tulisan ini membahas mengenai fenomena menjamurnya berbagai restoran Korea di Yogyakarta dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir.  Berbagai restoran Korea, baik dalam skala kecil maupun besar tersebut tidak hanya menarik bagi warga yang tinggal di Yogyakarta tetapi juga turis yang datang ke Yogyakarta. Tulisan ini merupakan hasil penelitian kuantitatif dan kualitatif dengan objek penelitian mahasiswa Prodi D3 Bahasa Korea, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada. Objek tersebut dipilih karena mereka merupakan generasi millenial yang mengikuti perkembangan pesat tumbuhnya restoran Korea di Yogyakarta sekaligus penikmat utama dari restoran-restoran tersebut. Tulisan ini juga membahas mengapa restoran Korea tersebut banyak muncul di Yogyakarta dan mengapa banyak orang tertarik untuk pergi ke restoran Korea di Yogyakarta. Selain itu juga dibahas mengenai hambatan saat berkunjung ke restoran Korea, diantaranya adalah makanan yang disajikan belum tentu halal (karena daging babi dan alkohol adalah menu yang sangat wajar di makanan Korea) dan harga yang lebih mahal dari makanan Indonesia.


Keywords


Korean Restaurant; Halal; Tourism; Attractiveness

Full Text:

PDF

References


Ali, M. (2016). Konsep Makanan Halal dalam Tinjauan Syariah dan Tanggung Jawab Produk Atas Produsen Industri Halal. AHKAM : Jurnal

Ilmu Syariah, 16(2), 291–306. https://doi.org/10.15408/ajis.v16i2.4459

Kurniawan, E. (2015). Makanan Pada Kepuasan Dan Loyalitas Konsumen Restoran Korea ‘ Myoung Ga ’ Di Surabaya Dengan. 4(2), 1–17.

Kusumaningrum, D. N., Fairuz, A. M., Putri, E. P., & Amalia, E. P. (2017). Trend Pariwisata Halal Korea Selatan. Senaspro, 978–979. Retrieved from http://research-report.umm.ac.id/index.php/research-report/article/viewFile/1307/1525

Masbudi, M., Yuwono, E. C., & Kurniawan, A. S. (2014). Perancangan Buku Pengenalan Makanan Khas Korea. Media.Neliti.Com, 1–13. Retrieved from https://www.neliti.com/id/publications/77474/perancangan-buku-pengenalan-makanan-khas-korea

Nugraha, R., Mawardi, M. K., & Bafadhal, A. S. (2017). Pengaruh Labelisasi Halal terhadap Minat Beli Konsumen (Survei Pada Mahasiswa Muslim Konsumen Mie Samyang Berlogo Halal Korean Muslim Federation Di Kota Malang). Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol, 50(5), 113–120.

Rani, S. P. (2016). Korean Wave Sebagai Salah Satu Pendukung Nation Branding yang dilakukan oleh Korea Selatan. Universitas Indonesia.

Sia, F. T., & Subagio, H. (2013). Analisa Pengaruh Price, Service Quality dan Corporate Image Terhadap Customer Loyalty dengan Customer Satisfaction sebagai Variabel Intervening Konsumen IPO Korean Cafe dan Restaurant Surabaya. Jurnal Manajemen Pemasaran, 1(1), 1–8.

Simbar, F. K. (2016). Fenomena Konsumsi Budaya Korea Pada Anak Muda Di Kota Manado. Holistik, (18), 1–20.

Soesilowati, E. S. (2010). Perilaku Konsumsi Muslim dalam Mengkonsumsi Makanan Halal Kasus: Muslim Banten. Seminar Sharia Economics Research Day, 2006, 1–15.

Suryani, N. P. E. (2015). Korean Wave sebagai Instrumen Soft Power untuk Memperoleh Keuntungan Ekonomi Korea Selatan. Global: Jurnal Politik Internasional, 16(1), 69–83. https://doi.org/10.7454/global.v16i1.8

Shafie S, Othman N Md, (2006). Halal Certification: an international marketing issues and challenges. http://www.ctwcongress.de/ifsam/download/track_13/pap00226. pdf.

S. J. Lee. 2011. “The Korean Wave: The Seoul of Asia.” The Elon Journal of Undergraduate

Research in Communications, Vol. 2, No. 1, hlm. 85

http://www.han-style.com/hansik/history/cochoson.jsp, diakses pada tanggal 3 November 2019 pukul 12:15

https://web.archive.org/web/20070204115542/http://iml.jou.ufl.edu/projects/STUDENTS/Hwang/character1.htm, diakses pada tanggal 2 November 2019 pukul 09:15

http://kormedi.com/1285717, diakses pada tanggal 2 November 2019 pukul 09:20

https://ko.wikipedia.org/wiki, diakses pada tanggal 2 November 2019 pukul 20:05

https://terms.naver.com/entry.nhn?docId=1161108&cid=40942&categoryId=32136, diakses pada tanggal 3 November 2019 pukul 16:25




DOI: https://doi.org/10.14421/jsr.v14i2.1762

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


                                                             Published By:

                                    Sociology Lab., Prodi Sosiologi, UIN Sunan Kalijaga

                                               

                                                         In Association with: