Gagasan dan Pemikiran Muhammadiyah Tentang Kaderisasi Ulama (Studi Kasus tentang Ulama di Muhammadiyah)

Muh. Isnanto

Abstract


Pendidikan Islam bukan sekedar proses penanaman nilai-nilai moral untuk membentengi diri dari ekses negatif globalisasi. Tetapi yang terpenting adalah bagaimana nilai-nilai moral yang telah ditanamkan pendidikan Islam mampu berperan sebagai kekuatan pembebas (liberating force) dari himpitan kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan sosial budaya dan ekonomi (Syafi’i Ma’arif). Ada kegelisahan terhadap pengkaderan ulama di kalangan pengasuh dan pendidik sehingga  muncul pertanyaan "akan dibawa kemana pemikiran kaderisasi ulama  ini?" atau "bagaimana sistem pengkaderannya?". Ghiroh pengkaderan adalah mencetak ulama sebagai sumber daya manusia yang berkualitas dan berkeadaban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Muhammadiyah memang sedang terjadi krisis ulama, bahkan ada yang lebih ekstrim lagi krisis da’i, yaitu kiris ulama yang intelektual dan intelektual yang ulama. Kedua, faktor-faktor yang menyebabkan ada 2 yaitu faktor internal bersifat kelembagaan. Kurang berfungsinya struktur kelembagaan di persyarikatan Muhammadiyah menyebabkan tidak berfungsinya lembaga-lembaga yang ada mulai dari tingkat Pusat hingga tingkat ranting. Sedangkan faktor eksternalnya adalah pembentukan pola pikir yang ditinggalkan pemerintah kolonial, menguatnya tarikan dan kepentingan politik yang masuk ke lingkungan Persyarikatan serta standar ulama di Muhammadiyah terlalu tinggi, sehingga tidak banyak yang bisa masuk kategori ini. Ketiga, problem solving untuk mengatasi terjadinya krisis Ulama di Muhammdiyah melalui kelembagaan maupun sosial. Secara kelembagaan, adanya kesadaran kolektif akan pentingnya pengkaderan ulama, dan secara sosial adanya kesadaran warga Muhammadiyah akan pendidikan kader ulama.

Keywords


Gagasan; pemikiran dan kaderisasi ulama

Full Text:

PDF

References


Azra, Azumardi. Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara. Bandung. Mizan. 2004.

Azra, Azumardi. Pendidikan Islam Tradisi Modernisasi Menuju Milenium Baru. Jakarta.Logos Wacana Ilmu. 2002.

Dhofier, Zamakhsyari. Tradisi Pesantren. Jakarta: LP3ES, 1982.

Djunaedi, Mabhub. Nahdatul Ulma: Sejarah dan Politik. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya, 1993.

Kartodirdjo, Sartono. Protest Movement in Rural Java. Kualalumpur: Oxford, University Press, 1978.

Kuntowidjoyo. Paradigma Islam: Interpretasi untuk Aksi. Bandung. Mizan. 1991.

Marzuki Wahid. Pesantren Masa Depan: Wacana Pemberdayaan & Transparansi Pesantren. Bandung. Pustaka Hidayah. 1999.

Mastuhu. Dinamika Sistem Pendidikan Pesantren. Jakarta : INIS, 1994.

Mudzhar, Atho. Pendekatan Studi Islam. Yogyakarta Pustaka Pelajar : Cetakan IV, 2002.

Mustofa Ya’kub, Ali, Islam Masa Kini, Jakarta: Pustaka Firdaus, 2001

Madjid, Nurcholis. Bilik-Bilik Pesantren. Jakarta: Paramadina, 1997.

Raharjo, Dawam. Pesantren dan Pembaharuan. Jakarta: LP3ES, 1980.

Wahid, Abdurrahman. Menggerakan Tradisi: Esei-esai Pesantren. Yogyakarta. LKiS. 2001.

Yaqub, Ali Mustafa. Islam Masa Kini. Jakarta. Pustaka Firdaus. 2001.

Tim Puslitbang Lektur Keagamaan. Hasil Penelitia Pengkajian Pergeseran Literatur Pondok Pesantren Salafiyah. Puslitbang Lektur Keagamaan, 2004.

Profil Pondok Pesantren MBS Prambanan Kalasan.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Muh. Isnanto

Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama

ISSN 1411-8777 (p), ISSN 2598-2176 (e)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 License.