PERKAWINAN SEMARGA MASYARAKAT MIGRAN BATAK MANDAILING DI YOGYAKARTA

Muslim Pohan

Abstract


Same clan marriage is prohibited in Batak tradition, as one clan is considered as descendant of blood from the father. There are 3 (three) tradition marriage systems, exogamy, endogamy, and eleutrogami. The same clan marriage carried out by the Batak community of Mandailing migrants in Yogyakarta experienced a shift in meaning from the Batak culture, from the exogamy marriage system to the eleutherogami marriage system that did not recognize the prohibition as well as in the exogamy or endogamy marriage system. Factors that affecting same clan marriage in Batak Mandailing migrants are caused by factors of love, religious factors, economic factors, educational factors and cultural factors. Same clan marriage in the community of Batak Mandailing migrants have done because the Mandailing Batak migrant communities do not believe in taboos.

[Perkawinan semarga merupakan perkawinan yang dilarang dalam adat Batak, semarga dianggap satu keturunan darah dari bapak. Ada 3 (tiga) sistem perkawinan adat, exogami, endogami, dan eleutrogami. Perkawinan semarga yang dilaksanakan masyarakat Batak Mandailing migran di Yogyakarta mengalami pergeseran makna dari budaya adat Batak, dari sistem perkawinan exogami menjadi sistem perkawinan eleutherogami yang tidak mengenal adanya larangan sebagaimana halnya dalam sistem perkawinan exogami atau endogami. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkawinan semarga dalam masyarakat Batak Mandailing migran disebabkan karena faktor cinta, faktor agama, faktor ekonomi, faktor pendidikan dan faktor budaya. Perkawinan semarga dalam masyarakat Batak Mandailing migran dilakukan karena masyarakat Batak Mandailing migran sudah tidak percaya dengan hal tabu.]

Keywords


Perkawinan; Semarga; Masyarakat Batak Mandailing; Migran

Full Text:

PDF

References


Abidin, Slamet dan Aminuddin H, Fiqih Munakahat I. Bandung: Pustaka Setia, 1999.

Al-Asqalani, Ibn Hajar, Bulugul Maram. Bandung: Mizan, 2013. Hadits Riwayat Al-Bukhari dan Muslim, beserta Imam yang tujuh lainnya, Kitab Bulughul Maram, Bab Nikah, No. 995.

Departemen Agama Republik Indonesia, Al-Qur’an dan Terjemahnya. Bandung: Syaamil Quran, 2009.

El-Guyanie, Gugun, Islam Mazhab Cinta. Yogyakarta: Kutub Wacana, 2008.

Harahap, Basyral Hamidy, Siala Sampagul. Bandung: PUSTAKA, 2004.

Harahap, Basyral Hamidy, Siala Sampagul: Nilai-nilai Luhur Budaya Masyarakat Kota Padangsidimpuan. Padangsidimpuan: Pemerintah Kota Padangsidimpuan, 2004.

Hadikusuma, Hilman, Hukum Perkawinan Adat. Bandung: Citra Aditya Bakti, 1990.

Hadikusuma, Hilman, Pengantar Ilmu Hukum Adat Indonesia. Bandar Lampung: CV. Mondar Maju,1992.

Hadikusuma, Hilman, Hukum Perkawinan Indonesia, Menurut Perundangan, Hukum Adat, Hukum Agama. Bandung: Mandar Maju, 1990.

Hs, Sunarto, Penduduk Indonesia dalam Dinamika Migrasi 1971-198. Yogyakarta: Dua Dimensi, 1985.

Koentjaraningrat, Beberapa Pokok Antropologi Sosial. Jakarta: Dian Rakyat, 1965.

Koentjaraningrat, Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Jakarta: Djambatan, Cet.ke-20, 2004.

Lubis, M. Dolok dan Harisdani, D. Devriza, Mandailing: Sejarah,Adat dan Arsitektur. Medan: Karya Ilmiah Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara, 1999.

Lukito, Ratno, Tradisi Hukum Indonesia. Yogyakarta: Teras, 2008.

Nuraini, Cut, Permukiman Suku Batak Mandailing. Yogyakarta: Gajah Mada University Press, 2004.

Parsadaan Marga Harahap Dohot Anakboruna, Horja: Adat Istiadat Dalihan Na Tolu. Jakarta: Persadaan Marga Harahap dohot Anakboruna, 1993.

Rajamarpodang, Dj. Gultom, Dalihan Na Tolu: Nilai Budaya Suku Batak. Medan: CV.Armada Medan, 1992.

Ritzer, George, Teori Sosiologi dari Sosiologi Klasik Sampai Perkembangan Terakhir Postmodern. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2012.

Soekanto, Soerjono, Hukum Adat Indonesia. Jakarta: Rajawali, 1986.

Wahyuni, Sri, Perkawinan Beda Agama di Luar Negeri: Kajian Filosofis, Yuridis, Prosedural, dan Sosiologis. Yogyakarta: SUKA Press, 2014.

Wignjodipuro, Surojo. Pengantar dan Asas-asas Hukum Adat. Alumni Bandung: 1979.

Vergouwen, J.C., Masyarakat dan Hukum Adat Batak Toba. Yogyakarta: Lkis Yogyakarta, 1986.




DOI: https://doi.org/10.14421/ahwal.2017.10202

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Muslim Pohan

 

 

    

    

    

    

    

    

    

 

All publications by Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam Department of Islamic Family Law Faculty of Sharia and Law Sunan Kalijaga State Islamic University are licensed under a Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.

Address: Al-Ahwal Research Centre Department of Islamic Family Law Faculty of Sharia and Law Sunan Kalijaga State Islamic University Jln. Marsda Adisucipto 1 Yogyakarta 55281 Indonesia Telp./Fax.: 0274-512840 Email: alahwal.uinyogya@yahoo.com

View Al-Ahwal Stats