Resonansi Mistisisme Sufi dalam Sastra Nusantara: Konsep Wahdat al-Wujūd dalam Lagu “Satu”

Penulis

  • Difla Iklila ISQI Sunan Pandanaran Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.14421/thaq.2025.24202

Abstrak

Abstract: This paper examines the concept of Wahdat al-wujūd as expressed in Ahmad Dhani's song "Satu," part of the controversial album "Laskar Cinta." The album generated significant debate due to its perceived religious implications, particularly concerning its cover art and the symbolism in the "Satu" music video. Critics accused the album of blasphemy, associating it with the teachings of Syeh Siti Jenar, a proponent of Wahdat al-wujūd, which asserts the unity of God and humanity. This research employs a hermeneutic approach to analyze the lyrics of "Satu," focusing on the language, symbolism, and metaphors that reflect or reinterpret traditional views of Wahdat al-wujūd. The analysis reveals that the song conveys themes of divine love and spiritual unity, suggesting that human experience is a reflection of the divine presence. Key findings indicate that the lyrics express a profound yearning for closeness to God, highlighting that all actions are manifestations of divine will. In conclusion, this study emphasizes the significance of "Satu" as a modern artistic representation of Sufi thought, demonstrating how contemporary music can be a medium for spiritual exploration and the expression of divine unity.

Abstrak: Makalah ini mengkaji konsep Wahdat al-wujūd yang diekspresikan dalam lagu “Satu” karya Ahmad Dhani, bagian dari album “Laskar Cinta” yang kontroversial. Album ini menimbulkan perdebatan yang signifikan karena implikasi religius yang dirasakan, khususnya mengenai sampul album dan simbolisme dalam video musik “Satu”. Para kritikus menuduh album tersebut sebagai penistaan agama, mengaitkannya dengan ajaran Syeh Siti Jenar, seorang pendukung Wahdat al-wujūd, yang menegaskan kesatuan Tuhan dan manusia. Penelitian ini menggunakan pendekatan hermeneutika untuk menganalisis lirik lagu “Satu,” dengan fokus pada bahasa, simbolisme, dan metafora yang merefleksikan atau menafsirkan kembali pandangan tradisional Wahdat al-wujūd. Analisis tersebut mengungkapkan bahwa lagu tersebut menyampaikan tema cinta ilahi dan kesatuan spiritual, yang menunjukkan bahwa pengalaman manusia merupakan cerminan dari kehadiran ilahi. Temuan utama menunjukkan bahwa lirik lagu tersebut mengekspresikan kerinduan yang mendalam akan kedekatan dengan Tuhan, menyoroti bahwa semua tindakan adalah manifestasi dari kehendak ilahi. Sebagai kesimpulan, penelitian ini menekankan pentingnya “Satu” sebagai representasi artistik modern dari pemikiran Sufi, yang menunjukkan bagaimana musik kontemporer dapat menjadi media untuk eksplorasi spiritual dan ekspresi kesatuan ilahi.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Diterbitkan

2025-12-27

Terbitan

Bagian

Research Article

Cara Mengutip

Resonansi Mistisisme Sufi dalam Sastra Nusantara: Konsep Wahdat al-Wujūd dalam Lagu “Satu”. (2025). Thaqafiyyat : Jurnal Bahasa, Peradaban Dan Informasi Islam, 24(2), 119-136. https://doi.org/10.14421/thaq.2025.24202