The Intensification Of Islamic Proselytization Through Maritime Trade In Aceh Darussalam Sultanate, 1607-1675 CE
DOI:
https://doi.org/10.14421/thaq.2026.25101Keywords:
Maritime Trade, Sultanate of Aceh Darussalam, Islamic ProselytizationAbstract
Abstract: The majority of maritime trade activities emphasize profit as the primary goal; however, in the Sultanate of Aceh Darussalam, maritime trade was not solely profit-oriented but also utilized as a means of Islamic propagation. This study examines the role of maritime trade in the Sultanate of Aceh Darussalam (1607–1675 CE) in intensifying Islamic proselytization in Southeast Asia. The research highlights how maritime trade, typically viewed through an economic lens, also served as a strategic instrument for religious dissemination. The Sultanate utilized revenues from trade, including customs duties and zakat, to fund the construction of mosques, establish Islamic educational institutions, and disseminate religious literature. Moreover, Aceh served as a transit hub for pilgrims on their way to Mecca, facilitating scholarly exchanges and strengthening Islamic networks across the archipelago. Employing a historical methodology with an economic sociology approach, this study integrates the economic and religious dimensions of Aceh’s maritime activities. The findings underscore the Sultanate’s dual function as a cosmopolitan trade center and a bastion of Islamic education, offering a fresh perspective on the interconnectedness of commerce and religion in Nusantara historiography.
Abstrak: Mayoritas kegiatan perdagangan maritim menekankan pada profit sebagai tujuan yang ingin dicapai, namun di Kesultanan Aceh Darussalam perdagangan maritim tidak hanya mementingkan profit namun juga dimanfaatkan untuk dakwah Islam. Penelitian ini mengkaji peran perdagangan maritim di Kesultanan Aceh Darussalam (1607-1675 M) dalam mengintensifkan dakwah Islam di Asia Tenggara. Penelitian ini menyoroti bagaimana perdagangan maritim, yang biasanya dilihat dari sudut pandang ekonomi, juga berfungsi sebagai instrumen strategis untuk penyebaran Islam. Kesultanan Aceh memanfaatkan pendapatan dari perdagangan, seperti bea cukai hingga zakat, untuk mendanai pembangunan masjid, mendirikan lembaga pendidikan Islam, dan menyebarkan literatur keagamaan. Selain itu, Aceh berfungsi sebagai pusat transit bagi para jamaah haji yang akan menuju Mekkah, memfasilitasi pertukaran keilmuan dan memperkuat jaringan Islam di seluruh nusantara. Dengan menggunakan metodologi sejarah dengan pendekatan sosiologi ekonomi, penelitian ini mengintegrasikan dimensi ekonomi dan agama dalam kegiatan maritim Aceh. Hasil penelitian ini menggarisbawahi fungsi ganda Kesultanan Aceh sebagai pusat perdagangan kosmopolitan dan pusat pendidikan Islam, yang menawarkan perspektif baru mengenai keterkaitan antara perdagangan dan agama dalam historiografi Nusantara.
Downloads
References
Abdurahman, Dudung. Metodologi Penelitian Sejarah Islam. Yogyakarta: Ombak, 2019.
Ahmad, Zakaria. “Guru Dan Murid (Riwayat Hamzah Fansuri Dan Syamsuddin as- Sumatrani).” In Dari Sini Ia Bersemi. Banda Aceh: Panitia Penyelenggara MTQ Tingkat Nasional ke-12, 1981.
———. Sekitar Keradjaan Atjeh Dalam Tahun 1520-1675. Medan: Monora, 1972.
Amiruddin, M. Hasbi. Aceh Serambi Mekkah. Banda Aceh: Pemerintah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, 2008.
Asnan, Gusti. “Jaringan Pelayaran Dan Perdagangan Rempah Di Pulau Sumatera.” In Rempah Nusantara Merajut Dunia, edited by Muslimin A.R. Effendy and Abd. Rahman Hamid. Samarinda: BPCBKT, 2020.
Azra, Azyumardi. Jaringan Ulama Timur Tengah Dan Kepulauan Nusantara Abad XVII Dan XVIII. Bandung: Mizan, 1994.
———. Perspektif Islam Di Asia Tenggara. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 1898.
Bakar, Aboe. “Jejak Langkah Nuruddin Ar-Raniri Dan Karyanya.” In Dari Sini Ia Bersemi. Banda Aceh: Panitia Penyelenggara MTQ Tingkat Nasional ke-12, 1981.
Damsar, and Indrayani. Pengantar Sosiologi Ekonomi. Jakarta: Kencana, 2011.
Dasgupta, Arun Kumar. “Acheh in Indonesian Trade and Politics: 1600-1641.” Dissertation, Cornell University, 1962.
Graaf, H.J. de. “Islam Di Asia Tenggara Sampai Abad Ke-18.” In Perspektif Islam Di Asia Tenggara, edited by Azyumardi Azra. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 1989.
HAMKA. “Aceh Serambi Mekkah.” In Sejarah Masuk Dan Berkembangnya Islam Di Indonesia, edited by A Hasymy. Jakarta: Alma’rif, 1989.
Haryanto, Toto. “Kontruksi Politik Atas Kepemimpinan Wanita: Studi Peran Qadhi Malik Adli Pada Masa Pemerintahan Ratu Abad Ke 17.” Medina-Te: Jurnal Studi Islam 15, no. 2 (January 1, 1970): 134–53. doi:10.19109/medinate.v15i2.4304.
Hasymy, A. 59 Tahun Aceh Merdeka Di Bawah Pemerintahan Ratu. Jakarta: Bulan Bintang, 1977.
Irfanullah, Gumilar, and Varidlo Fuad. “Jejak Moderasi Beragama Di Kesultanan Aceh Di Bawah Pemerintahan Sultanah Safiatuddin.” Jurnal Tamaddun: Jurnal Sejarah Dan Kebudayaan Islam 10, no. 1 (July 1, 2022). doi:10.24235/tamaddun.v10i1.10572.
Jacobs, Julius. Het Familie-En Kampongleven Op Groot-Atjeh Deel II. Leiden: E. J. Brill, 1894.
Johns, A. H. “Islam Di Dunia Melayu.” In Perspektif Islam Di Asia Tenggara, edited by Azyumardi Azra. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 1989.
Kuntowijoyo. Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Tiara Wacana, 2018.
Kurdi, Muliadi. Aceh Di Mata Sejarawan Rekonstruksi Sejarah Sosial Budaya . Banda Aceh: LKAS, 2009.
Latief, Hilman. Politik Filantropi Islam Di Indonesia Negara, Pasar, Dan Masyarakat Sipil. Yogyakarta: Ombak, 2013.
Madjid, M. Dien. Berhaji Di Masa Kolonial. Jakarta: CV Sejahtera, 2008.
———. Catatan Pinggir Sejarah Aceh Perdagangan, Diplomasi Dan Perjuangan Rakyat. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2014.
Muhzinat, Zumrotul. “Perekonomian Kerajaan Aceh Darussalam Era Sultan Iskandar Muda.” Tsaqofah & Tarikh: Jurnal Sejarah Dan Kebudayaan 5, no. 2 (2020). https://core.ac.uk/download/pdf/386288298.pdf.
Putra, Johan Septian, and Imam Muhsin. “Kontribusi Kesultanan Aceh Darussalam Terhadap Kemajuan Kemaritiman Dan Perdagangan Di Nusantara Abad XVI-XVII M.” Thaqafiyyat: Jurnal Bahasa, Peradaban Dan Informasi Islam 21, no. 1 (May 10, 2023): 48. doi:10.14421/thaq.2022.21104.
Raditya, Dendy. “Mengenal Filantropi Sosial.” Https://Chub.Fisipol.Ugm.Ac.Id/, February 3, 2020.
Reid, Anthony. Asia Tenggara Dalam Kurun Niaga 1450-1680 Jilid I: Tanah Di Bawah Angin. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2011.
Rochmat, Saefur. Ilmu Sejarah Dalam Perspektif Ilmu Sosial . Yogyakarta: Graha Ilmu, 2009.
Said, Mohammad. Aceh Sepanjang Abad. Tt: Tnp, 1961.
Sari, Ika Purnama, Shella Ananda Putri, Risky Dwi Ananda, Bagas Ibnu Andira, Agrifa Ido Arta Manalu, and Desveronika Zalukhu. “Pengaruh Perdagangan Maritim Terhadap Penyebaran Islam Di Indonesia Pada Abad Ke-15 M Hingga Ke-17 M.” Polyscopia 1, no. 3 (June 27, 2024): 74–79. doi:10.57251/polyscopia.v1i3.1342.
Sari, Intan Devi Orlita. “Perekonomian Islam Pada Masa Kerajaan Aceh Darussalam.” Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan Dan Inovator Pendidikan 8, no. 2 (July 23, 2022): 146–54. doi:10.29408/jhm.v8i2.5248.
Subkhana Adzim Baqi, Muhammad Aziz, and Sri Windari. “Pola Kepemimpinan Sultanah Aceh Dalam Pengembangan Ilmu Pengetahuan 1641-1699 M.” Journal of Islamic History 2, no. 1 (February 24, 2022): 48–62. doi:10.53088/jih.v2i1.211.
Sudirman. Banda Aceh Dalam Siklus Perdagangan Internasional (1500-1873). Banda Aceh: Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Banda Aceh, 2009.
Sudirman, Adi. Sejarah Lengkap Indonesia. Yogyakarta: Diva Press, 2014.
Sudirman, Sri Waryanti, and Seno. Sejarah Pelabuhan Ulee Lheue. Banda Aceh: Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Banda Aceh, 2007.
Sujadi. “Book Review: Islam, Antara Negara Agama Dan Negara Sipil.” Al-Jami’ah: Journal of Islamic Studies 43, no. 2 (November 30, 2005): 501. doi:10.14421/ajis.2005.432.501- 509.
———. “The Formation of PPME’S Religious Identity.” Al-Jami’ah 51, no. 1 (2014): 81–128. doi:10.14421/ajis.2013.511.81-128.
Sunny, Ismail. Bunga Rampai Tentang Atjeh. Jakarta: Bhratara Karya Aksara, 1980.
Tjandrasasmita, Uka. Pertumbuhan Dan Perkembangan Kota-Kota Muslim Di Indonesia Dari Abad XIII Sampai XVIII Masehi. Kudus: Menara Kudus, 2000.
Trisulistyono, Singgih, and dkk. Simpul-Simpul Sejarah Maritim Dari Pelabuhan Ke Pelabuhan Merajut Indonesia. Jakarta: Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, 2003.
Veth, P. J. “Atsjin, En Zijne Betrekkingen Tot Nederland. Topographisch-Historische Schets.” De Locomotief: Samarangsch Handels- En Advertentie-Blad. June 6, 1873.
Zainuddin, H.M. Tarich Atjeh Dan Nusantara. Medan: Pustaka Iskandar Muda, 1961.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Fadhilah Ariani, Sujadi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who will publish with this journal agree to the following terms:
- Thaqafiyyat: Jurnal Bahasa, Peradaban dan Informasi Islam publishes all articles entirely in full text.
- It is permissible for readers to download and to use it for scientific purposes and scientific dissemination.
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.





