Pemikiran Soekarno Tentang Relasi Islam dan Negara Melalui Teks-Teks Kuliah Umum, 1958-1959
DOI:
https://doi.org/10.14421/thaq.2026.25105Kata Kunci:
Pemikiran Soekarno, Islam, Negara, KemanusiaanAbstrak
Abstrak: Penelitian ini mengkaji pemikiran Soekarno tentang relasi Islam dan negara melalui teks-teks kuliah umum pada tahun 1958–1959. Studi ini berfokus pada bagaimana Soekarno memandang Islam bukan hanya sebagai agama ritual, tetapi sebagai kekuatan moral, sosial, dan revolusioner yang mampu menyatu dengan semangat kebangsaan. Dalam kuliah-kuliah umumnya, Soekarno menekankan nilai-nilai keadilan sosial, gotong royong, serta semangat anti-penindasan yang terkandung dalam Islam, sekaligus menolak gagasan negara Islam formal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah dengan empat tahapan, yaitu heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Penelitian ini menggunakan teori analisis wacana Norman Fairclough dengan pendekatan komunikasi politik yang digunakan untuk melihat bagaimana pesan dan pembentukan pemahaman tersampaikan kepada pembaca melalui teks. Sumber primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah teks-teks kuliah umum yang disampaikan oleh Presiden Soekarno pada tahun 1958-1959. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemikiran Soekarno berusaha mengaitkan antara negara, Islam, dan budaya lokal, serta prinsip universal demokrasi menjadi satu kesatuan dalam kerangka Pancasila sebagai dasar negara.
Abstract: This research examines Soekarno's thoughts on the relationship between Islam and the state drawing on his public lectures from 1958-1959. The study focuses on how Soekarno viewed Islam not only as a ritual religion, but as a moral, social, and revolutionary force capable of merging with the spirit of nationality. In his public lectures, Soekarno emphasized the values of social justice, cooperation, and the spirit of anti-oppression contained in Islam, while rejecting the idea of a formal Islamic state. The method used in this research is the historical method with four stages, namely, heuristics, verification, interpretation, and historiography. This research uses Norman Fairclough's discourse analysis theory with a political-communication approach used to see how messages and the formation of understanding are conveyed to readers through text. The primary sources used in this research are the texts of public lectures delivered by President Soekarno in 1958-1959. The results of the study show that Soekarno's thoughts tried to link the State and Islam, local culture, and the universal principles of democracy into a unity within the framework of Pancasila as the basis of the state.
Unduhan
Referensi
Abdurakhman. “Benturan Tak Berujung: Studi Interaksi Nasionalis Islam Dan Nasionalis Sekuler 1908-1959.” Universitas Indonesia, 2004.
Argawi Kandito. Soekarno: Leadership Secrets of Soekarno. Depok: ONCOR, 2021.
Badara, Aris. Analisis Wacana: Teori, Metode, Dan Penerapannya Pada Wacana Media. Prenada Media, 2014.
Budhi Wuryanto, and Budiman Sudjatmiko. Soekarno Muda. Yogyakarta: Delokomotif, 2010.
Budiarti. “Islam Dan Negara Modern: Ijtihad Pemikiran Politik Soekarno Tentang Hubungan Agama Dan Negara Pancasila.” Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam 4, no. 1 (2018). https://doi.org/https://doi.org/10.31332/zjpi.v4i1.995.
Chiara Formichi. Islam and the Making of the Nation. Leiden: KITLV Press, 2012.
Cindy Adams. Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia. Jakarta: Yayasan Bung Karno, 2018.
Dahm, Bernard. Soekarno Dan Perjuangan Kemerdekaan. Jakarta: LP3ES, 1987.
Dahimatul Afidah, and Abdul Ghofi Dwi Setiawan. “Meninjau Perjalanan Perumusan Dasar Negara Hingga Penetapan Dekrit Presiden 1959.” Historia Madania 7, no. 1 (2023).
Dahm, Bernard. Soekarno Dan Perjuangan Kemerdekaan. Jakarta: LP3ES, 1987.
Daniel S. Lev. Islamic Courts in Indonesia: A Study in the Political Bases of Legal Institutions. California: University of California Press, 1972.
Ferdi Yufriadi, Donna Ramadhan Fitri, and Abdullah A Afifi. “The Influence of Sukarno’s Nationalism on the State and Islamic Politics in Indonesia.” Journal of Good Governance, Diplomacy, Customary Institutionalization and Social Networks 1, no. 2 (2023): 39–41.
George McTuman Kahin. Nationalism and Revolution in Indonesia. SEAP Publications, 2003.
Harun Al-Rasjid. Sekitar Proklamasi, Konstitusi Dan Dekrit Presiden. Jakarta: Pelita Ilmu, 1968.
Herbert Feith. The Decline of Constitutional Democracy in Indonesia. Equinox Publishing, 2006.
Ir. Soekarno. Di Bawah Bendera Revolusi Jilid I. Jakarta: Banana Books, 2016.
———. Di Bawah Bendera Revolusi Jilid II. Jakarta: Panitia Penerbit di Bawah Bendera Revolusi, 1964.
Lothrop Stoddart. The New World of Islam. New York: Cornell University Library, 1921.
M. C. Ricklef. Sejarah Indonesia Modern. Jakarta: Gadjah Mada University Press, 1999.
Muhammad Soleh Aminullah. “Agama Dan Politik: Studi Pemikiran Soekarno Tentang Relasi Agama Dan Negara.” Jurnal Sosiologi Agama 14, no. 1 (2020). https://doi.org/https://doi.org/10.14421/jsa.2020.141-03.
Nurcholish Madjid. Islam, Kemodernan Dan Keindonesiaan. Mizan Pustaka, 2008.
Paisol Burlian. “Pemikiran Soekarno Dalam Perumusan Pancasila.” Doctrinal 5, no. 2 (2020): 144.
Soekarno. Kuliah Kehormatan Presiden Republik Indonesia Dr. Ir. Soekarno di Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri Jogjakarta. Jakarta: Departemen Penerangan Republik Indonesia, 20 September 1952.
———. Kuliah Umum Presiden Soekarno pada Pembukaan Studium Generale bagi Gabungan Mahasiswa Bandung. Jakarta: Departemen Penerangan Republik Indonesia, Oktober 1959.
———. Kuliah Umum Tentang Pancasila di Depan Para Peserta Seminar Pancasila dan Para Mahasiswa. Jakarta: Departemen Penerangan Republik Indonesia, 21 Februari 1959.
———. “Kursus Presiden Soekarno Tentang Pancasila Di Istana Negara.” September 26, 1958.
———. Tugas dan Peranan Mahasiswa dalam Revolusi Nasional: Kuliah Umum Presiden Soekarno di Depan Para Mahasiswa Universitas Gadjah Mada. Jakarta: Departemen Penerangan Republik Indonesia, Mei 1958.
Soekarno. “Kursus Presiden Soekarno Tentang Pancasila.” (Istana Negara), June 16, 1958.
———. “Pancasila Sebagai Dasar Negara III: Kursus Presiden Soekarno Tentang Pancasila.” (Istana Negara), July 5, 1958.
St. Sularto. Dialog Dengan Sejarah: Soekarno Seratus Tahun. Jakarta: Kompas, 2001.
Subhan Rizki Dayani, Tati Rohayati, and Ahmad Maftuh Sujana. “Pemberontakan PRRI Dan Permesta: Ketegangan Politik Di Awal Orde Lama (1957-1958).” WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora 2, no. 3 (2025).
Yatim, Badri. Soekarno, Islam Dan Nasionalisme. Jakarta: Inti Idayu Press, 1985
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Fanisa Aura

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who will publish with this journal agree to the following terms:
- Thaqafiyyat: Jurnal Bahasa, Peradaban dan Informasi Islam publishes all articles entirely in full text.
- It is permissible for readers to download and to use it for scientific purposes and scientific dissemination.
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.





