MANAJEMEN PENDIDIKAN PESANTREN: SUATU UPAYA MEMAJUKAN TRADISI

Abstract

Pesantren merupakan institusi pendidikan keagamaan tertua di Indonesia.
Keberadaannya menjadi bagian penting dari dinamika sejarah dan perkembangan
peradaban bangsa. Sebagian ahli mengenal kebanyakan pesantren nusantara
dengan model sistem pendidikan berbasis tradisi. Di satu sisi, arus ini menjadi
semacam prinsip dan ideologi yang seyogyanya dipertahankan orisinalitasnya.
Namun di sisi yang lain, progresifitas dalam berbagai lini menjadi keniscayaan 

dalam rangka pemenuhan hajat kemanusiaan yang semakin dan terus berkembang
dan juga sebagai wujud kesiapan warga pesantren untuk bersaing dengan
masyarakat global. Oleh karena alasan kedua, maka pesantren membutuhkan
manajemen pendidikan yang terbarukan disesuaikan dengan kebutuhan zaman
dan utamanya menjadi jembatan akan pencapaian visi al-muhafadzah ‘ala alqadim
al-shalih wal-akhdzu bi al-jadid al-ashlah. Artikel ini mendiskusikan
berbagai hal yang memungkinkan bagi pesantren untuk selain menjadi poros utama
dalam pembentukan karakter bangsa juga memberikan kontribusi positif untuk
menjawab tantangan perkembangan dan kemajuan zaman. Manajemen tersebut
meliputi optimalisasi sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta sistem
pelaksanaan sistem pendidikan pesantren.
Kata Kunci: Manajemen, Pendidikan Pesantren, Tradisi

https://doi.org/10.14421/jmd.2016.%25x
PDF

Authors who publish with Jurnal MD agree to the following terms:

  1. Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
  2. Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
  3. Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).