Perumusan Tatanan Pesantren Rintisan Melalui Siklus 5-D Asset-Based Community Development (ABCD)
PDF

Keywords

Appreciative Inquiry
Fasilitasi Partisipatif
Pendidikan Literasi
Pesantren Rintisan
Siklus 5-D

How to Cite

Perumusan Tatanan Pesantren Rintisan Melalui Siklus 5-D Asset-Based Community Development (ABCD). (2026). Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-Ilmu Agama, 26(1), 62-73. https://doi.org/10.14421/8wg5sy19

Abstract

Abstract - Emerging pesantren often face institutional challenges in aligning their visionary goals with a well-structured operational system. This study addresses the academic question of how a newly established pesantren can build its institutional foundation from within, without relying on a top-down approach. It analyzes the Majelis Perumusan Tatanan Pesantren program at Pondok Pesantren Bil Qolam, a literacy-based pesantren for university students that aspires to a transformative vision but lacks a formal system. Using a qualitative approach grounded in Asset-Based Community Development (ABCD), this research explores the application of the 5-D cycle (Define, Discovery, Dream, Design, Destiny) as a participatory facilitation method. The findings reveal that this approach successfully transformed the pesantren's internal assets—such as the founder's vision, the students' intellectual capacity, and existing social networks—into tangible institutional instruments, including a curriculum, Standard Operating Procedures (SOP), and a structured daily schedule. The main finding highlights the emergence of an institutional framework that is managerial in structure and aligned with the community's unique character, though ownership of this framework currently remains concentrated among the founder and core administrators rather than fully distributed across the broader santri community. The study concludes that the ABCD method, through the 5-D cycle, serves as an effective framework for developing an authentic institutional foundation in emerging pesantren, while highlighting the need for further efforts to extend collective ownership beyond key actors to ensure long-term sustainability.

 

Keyword: Appreciative Inquiry, Participatory Facilitation, Literacy Education, Emerging Pesantren, 5-D Cycle.

 

Abstrak - Pesantren rintisan seringkali menghadapi permasalahan kelembagaan dalam menyelaraskan visi besarnya dengan sistem operasional yang tertata. Penelitian ini menjawab permasalahan akademik mengenai bagaimana sebuah pesantren baru dapat membangun fondasi kelembagaannya dari dalam, tanpa menggunakan pendekatan yang bersifat top-down. Artikel ini menganalisis program "Majelis Perumusan Tatanan Pesantren" di Pondok Pesantren Bil Qolam, sebuah lembaga rintisan berbasis literasi untuk kalangan mahasiswa, yang memiliki visi besar namun belum memiliki sistem yang terstruktur. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berkerangka Asset-Based Community Development (ABCD), penelitian ini mendeskripsikan penerapan siklus 5-D (Define, Discovery, Dream, Design, Destiny) sebagai metode fasilitasi partisipatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan ini berhasil mentransformasikan aset-aset internal pesantren seperti visi pendiri, potensi intelektual santri, dan jejaring sosial menjadi instrumen kelembagaan yang konkret, meliputi kurikulum, Standar Operasional Prosedur (SOP), dan jadwal kegiatan harian. Temuan utamanya adalah terbentuknya sebuah tatanan kelembagaan yang terstruktur secara manajerial dan selaras dengan karakter unik komunitas, meskipun kepemilikan atas tatanan tersebut saat ini masih terkonsentrasi pada pendiri dan pengurus inti, belum sepenuhnya terdistribusi kepada seluruh elemen santri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode ABCD melalui siklus 5-D merupakan kerangka kerja yang efektif untuk membangun fondasi kelembagaan pesantren rintisan yang otentik, sekaligus menegaskan perlunya upaya lanjutan untuk memperluas kepemilikan kolektif melampaui aktor-aktor kunci demi keberlanjutan jangka panjang.

 

Kata kunci: Appreciative Inquiry, Fasilitasi Partisipatif, Pendidikan Literasi, Pesantren Rintisan, Siklus 5-D.

PDF

References

Azra, A. (1999). Islam reformis: Dinamika intelektual dan gerakan. RajaGrafindo Persada.

Chaskin, R. J. (2001). Building community capacity: A definitional framework and case studies from a comprehensive community initiative. Urban Affairs Review, 36(3), 291–323.

Cooperrider, D. L., & Whitney, D. (2000). A positive revolution in change: Appreciative inquiry. In Handbook of organizational behavior, revised and expanded (pp. 633–652). Routledge.

Dhofier, Z. (1985). Tradisi Pesantren: Studi Tentang Pandangan Hidup Kyai. LP3ES.

Fadila, C. A., Ningsih, T., Wati, N., Muthoharoh, B., & Yusniati, Y. (2022). Pelatihan Keterampilan Dasar Komputer dan Teknologi Informasi Bagi Perangkat Desa dan Anak-Anak Remaja Desa Tindoi Timur. Pabitara: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(1), 42–51.

Fitriya, A. (2025). Pemberdayaan Kualitas Asset SDM Ustadz-Ustadzah Dalam Baca Tulis Al-Qur’an Dengan Metode Yanbu’a di Komunitas Lembaga TPQ. 1(1), 121–135.

Huda, M. N., & Yani, M. T. (2015). Pelanggaran santri terhadap peraturan tata tertib pondok pesantren Tarbiyatut Tholabah Kranji Lamongan. Jurnal Kajian Moral Dan Kewarganegaraan, 2(03), 740–753.

Islam, M. H., & Sholehah, C. A. (2024). Pendampingan kultur literasi dengan metode Asset Based Community Development (ABCD) terhadap mahasiswa Universitas Islam Zainul Hasan Genggong. KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(1), 42–46.

Istiqomah, R. (2025). Pemberdayaan SDM Guru Melalui Pengelolaan Program Literasi. Al Hanun: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1), 42–52.

Jailani, M. S., & Isma, A. (2024). Perubahan Sosial dan Pendidikan. Dirasah: Jurnal Studi Ilmu Dan Manajemen Pendidikan Islam, 7(2), 692–701.

Mansuri, G., & Rao, V. (2004). Community-based and driven development: A critical review. The World Bank Research Observer, 19(1), 1–39.

Maselko, J., Hughes, C., & Cheney, R. (2011). Religious social capital: Its measurement and utility in the study of the social determinants of health. Social Science & Medicine, 73(5), 759–767.

Mastuhu. (1994). Dinamika sistem pendidikan pesantren: Suatu kajian tentang unsur dan nilai sistem pendidikan pesantren. INIS.

Mathie, A., & Cunningham, G. (2003). From clients to citizens: Asset-based Community Development as a strategy for community-driven development. Development in Practice, 13(5), 474–486. https://doi.org/10.1080/0961452032000125857

Maula, A. U., & Sholeh, D. (2021). Pendampingan Pembelajaran Kitab Uyunul Masail Di Dusun Krutuk Selama Masa Pandemi. Khidmatan, 1(1), 62–79.

McKnight, J., & Kretzmann, J. (1993). Building communities from the inside out: A path toward finding and mobilizing a community’s assets. ACTA Publications.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (Third edition). SAGE Publications, Inc.

Narayan-Parker, D. (2002). Empowerment and poverty reduction: A sourcebook. World Bank Publications.

Nizar, R., Lidar, S., & Khairunnas. (2022). Pemanfaatan Botol Bekas untuk Media Tanaman Hidroponik di Kelurahan Bambu Kuning Kota Pekanbaru. Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-Ilmu Agama, 22(2), 129–136. https://doi.org/10.14421/aplikasia.v22i2.2926

Priyono, D. J., Azisi, A., & Nurfaiza, N. (2025). Mentoring and Empowerment of Qur’an Teachers in the Aspect of Learning to Read the Qur’an through the ‘Allimna Method in Jember: Pendampingan dan Pemberdayaan SDM Guru Ngaji pada Aspek Pembelajaran Membaca Al-Qur’an Melalui Metode ‘Allimna di Jember. Al Busyro: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 20–40.

Riyanti, C., & Raharjo, S. T. (2021). Asset Based Community Development dalam Program Corporate Social Responsibility (CSR). Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik, 3(1), 115–126.

Rizki, P. (2024). Peran Kiai Dalam Pengembangan Masyarakat Islam Kabupaten Pringsewu (Studi Kasus KH. M. Nur Aziz Pengasuh PP Madinatul Ilmi). UIN Raden Intan Lampung.

Rojak, M. A., Solihin, I., & Naufal, A. H. (2021). Fungsi Dan Peran Kepemimpinan Kiai Dalam Pengembangan Pondok Pesantren Di Pondok Pesantren Sukamiskin Dan Miftahul Falah Bandung. Manazhim, 3(1), 83–109.

Stavros, J. M., Godwin, L. N., & Cooperrider, D. L. (2015). Appreciative inquiry: Organization development and the strengths revolution. In Practicing organization development: Leading transformation and change (pp. 96–116).

Tamam, A. B., & Fahimah, S. (2020). Pengembangan Agrowisata Berbasis Komunitas Melalui Program Edukasi Wisata dan Entrepreneurship Menuju Kemandirian Ekonomi Masyarakat. Engagement: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(1), 100–115.

Yasmadi. (2005). Modernisasi Pesantren. Kritik Nurcholis Madjid terhadap Pendidikan Islam Tradisional. Quantum Teaching.

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Copyright (c) 2026 The copyright of published articles belongs to the author(s)