Dekonstruksi Tradisi Kudus Membaca Larangan Penyembelihan Sapi dalam Penyembelihan Sapi dalam Perspektif Pemikiran Mohammad Arkoun

Authors

  • Amalia Cahya Rachmayanti UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Ummu Bissalam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.14421/mjsi.v10i1.4240

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tradisi larangan penyembelihan sapi pada perayaan Idul Adha di Kudus melalui pendekatan dekontruksi pemikiran Mohammed Arkoun. Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis wacana kritis terhadap praktik tradisi lokal serta konsep dekontruksi dalam Islam. Data dikumpulkan melalui telaah literatur historis, budaya, dan keagamaan yang berkaitan dengan tradisi Kudus serta pemikiran Mohammed Arkoun. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa larangan penyembelihan sapi di Kudus tidak merupakan bentuk penyimpangan terhadap prinsip-prinsip dasar ajaran Islam, melainkan manifestasi dari adaptasi budaya yang menekankan nilai-nilai toleransi dan humanisme. Tardisi ini merepresentasikan wajah Islam yang dinamis, kontekstual, dan responsif terhadap realitas sosial, tanpa mengabaikan keteguhan terhadap akidah Islam. Berdasarkan hasil tersbut, penelitian menyimpulkan bahwa pendekatan dekontruksi Arkoun memberikan kontribusi penting dalam membuka ruang interpretasi baru terhadap praktik keberagamaan lokal sebagai ekspresi keislamaan yang transedental dan kontekstual.

References

Downloads

Published

2025-06-09

Issue

Section

Articles

How to Cite

Dekonstruksi Tradisi Kudus Membaca Larangan Penyembelihan Sapi dalam Penyembelihan Sapi dalam Perspektif Pemikiran Mohammad Arkoun. (2025). Mukaddimah: Jurnal Studi Islam, 10(1), 81-100. https://doi.org/10.14421/mjsi.v10i1.4240