STATUS PERTANGGUNGJAWABAN PELAKU TINDAK PIDANA BAGI PENDERITA GANGGUAN MENTAL KATEGORI KEPRIBADIAN ANTISOSIAL PERSPEKTIF HUKUM POSITIF DAN HUKUM ISLAM

Nurdhin Baroroh, Nike Rosdiyanti

Abstract


Gangguan mental kepribadian antisosial merupakan pola pengalaman dan perilaku tidak wajar yang berhubungan dengan pikiran, perasaan, hubungan pribadi, dan pengendalian dorongan keinginan. Individu yang mengalami gangguan kepribadian antisosial disebut juga dengan sosiopat. Mereka tidak memiliki rasa bersalah dan bertanggungjawab atas tindakan yang dilakukan termasuk bila perbuatan tersebut merugikan orang lain, sebab mereka ini kurang memiliki pertimbangan akal. Sementara itu suatu tindak pidana bisa dilakukan oleh siapapun tanpa memandang pelakunya termasuk di sini mereka yang mengalami gangguan kepribadian antisosial. Artikel ini bermaksud melihat aspek pertanggungjawaban, penerapan sanksi dan atau peniadaan sanksi bagi penderita gangguan mental kategori kepribadian antisosial yang melakukan tindak pidana, dalam pandangan hukum positif dan hukum Islam.

Keywords


Gangguan Mental, Kepribadian antisosial, Pertanggungjawaban, hukum Positif, hukum Islam.

Full Text:

PDF

References


Audah, Abdul Qadir, At-Tasyri al-Jinai al- Islami, Mesir: Maktabah Dar- at-Turas, 2005.

Asy-Syatibi, Abu Ishaq, al-Muwafaqat fi Usuli asy- Syari’ah, Kairo: DarIbn Qayyim, 2006.

A.J. Mahari, Kiat Mengatasi Gangguan Kepribadian, Yogyakarta: Ar-ruzz Media, 2005.

Davis, Millon, The Antisocial Personality in Personality Disorder in Modern Life, New York, 2000.

Munawwir, Achmad Warson dan Muhammad Fairuz, Kamus Al-Munawwir Indonesia-Arab Terlengkap, Surabaya: Pustaka Progresif, 2007.

Muslich, Ahmad Wardi, Asas-Asas Hukum Pidana Islam, Jakarta: Bulan Bintang, 1967.

Nasution, Harun, Akal dan Wahyu dalam Islam, cet.ke-2, Jakarta: Universitas Indonesia (UI Press), 1986.

Ruhiatudin, Budi, Pengantar Ilmu Hukum, cet. ke-3, (Yogyakarta: Cakrawala media, 2013.

Wiyanto, Roni, Asas-asas Hukum Pidana Indonesia, Bandung: Mandar Maju, 2012.

Semiun, Yustinus, Kesehatan Mental, cet.ke-1, Yogyakarta: Kanisius, 2006.

Sodiqin, Ali, Fiqh Ushul Fiqh: Sejarah, Metodologi dan Implementasinya di Indonesia, Yogyakarta: Beranda Publishing, 2013.

Al-Mazahib, Volume 7, Nomer 2, Desember 2019 181

Rinaldy Sofwan Fakhrana,” Terpidana mati asal Brazil mengalami gangguan jiwa” http://m.cnnindonesia.com/ nasional/20150217165020-12-32844/terpidana-mati-asal-brazilmengalami-gangguan-jiwa/, akses pada 4 November 2016.

Ajeng Quamita, “Psikopat dan Sosiopat Apa Bedanya” http://hellosehat. com/beda-psikopat-dan sosiopat/ , akses pada 2 April 2017.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2020 Al-Mazaahib (Jurnal Perbandingan Hukum)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

  

 

All publications by Al-Mazaahib (Jurnal Perbandingan Hukum) Department of Islamic Comparative Law, Faculty of Sharia and Law, Sunan Kalijaga State Islamic University are licensed under a Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.

Address: Al-Mazaahib Research Centre Department of Islamic Comparative Law, Faculty of Sharia and Law, Sunan Kalijaga State Islamic University Jln. Marsda Adisucipto 1 Yogyakarta 55281 Indonesia Telp./Fax.: 081213101465 Email: mutashim1992@gmail.com