HUKUM MELAKUKAN SUJUD ANTARA MENDAHULUKAN TANGAN DAN MENDAHULUKAN LUTUT (TELAAH TA’ARUD AL-ADILLAH ATAS HADISHADIS TERKAIT)

Hanik Atul Rosidah

Abstract


Sujud merupakan salah satu rukun salat, dimana rukun merupakan bagian penting dari salat itu sendiri dan keabsahan salat bergantung padanya. Dalam kaitannya dengan pelaksanaan tata cara sujud, disini ada beberapa perbedaan, yaitu ada beberapa hadis yang saling bertentangan. Penulis membahas hadis yang terdapat dalam Sunan Abu Dawud, yaitu hadis tentang mendahulukan tangan atau lutut saat sujud. Problematika yang penulis bahas dalam penelitian ini adalah bagaimana analisis ta’arud al-adillah terhadap hubungan dua hadis tentang mendahulukan tangan atau mendahulukan lutut saat sujud. Karena realita di masyarakat, masih banyak yang belum mengetahui tentang manakah diantara kedua hadis itu yang kualitas hadisnya lebih unggul. Selain itu, kebanyakan masyarakat mempraktekannya mengikuti sesuai dengan apa yang telah diajarkan oleh orang tuanya, atau mereka hanya taqlid saja. Terkait hal perbedaan tentang tata cara sujud ini, terkadang antara yang satu dengan yang lainnya terjadi persilihan sehingga saling menyalahkan.     Untuk menjawab pokok permasalahan diatas maka penulis menggunakan penelitian kepustakaan ( Library Research) yaitu menganalisis muatan literatur-literatur yang terkait dengan perbandingan antara hubungan dua hadis tentang tata cara sujud antara mendahulukan tangan atau mendahulukan lutut. Sifat penelitian yang penulis gunakan adalah deskriptif analisis komparatif, yaitu penulis menggambarkan secara jelas dan terperinci tentang hubungan dua hadis antara mendahulukan tangan atau mendahulukan lutut ketika melakukan sujud, kemudian menganalisisnya. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa teori ta’arud al-adillah yaitu tinjauan tentang konsep ushul fiqh yang menggambarkan adanya pertentangan dua dalil yang sama-sama kuat derajatnya. Adapun cara penyelesaian ta’arud al-adillah ada empat cara yang dapat ditempuh, yaitu: pertama, jam’u wa attaufiq (mengkompromikan kedua dalil), kedua, tarjih (memilih dari dua dalil yang lebih kuat derajatnya), ketiga, Nasakh, yaitu dengan cara meneliti mana diantara dua dalil itu yang lebih dahulu datang, dan keempat, tasaquth dalilain (meninggalkan kedua dalil tersebut dan mencari dalil lain yang lebih rendah kualitasnya). Dari beberapa cara penyelesaian ta’arud al-adillah tersebut, di sini penulis menggukan cara jam’u wa at-taufiq serta tarjih dalam menyelesaikan permasalahan tersebut. Alasan menggunakan cara jam’u wa at-taufiq, karena mengamalkan kedua dalil itu lebih baik daripada meninggalkan/mengabaikan dalil yang lainnya. Alasan menggunakan tarjih, karena hadis yang mendahulukan tangan derajatnya lebih unggul dibanding dengan hadis yang mendahulukan lutut. Kedua hadis tersebut merupakan hadis yang maqbul, yaitu hadis yang dapat diterima sebagai hujjah dan dapat diamalkan. Hadis mendahulukan tangan lebih dimenangkan karena ia merupakan hadis yang memiliki kualitas s}ahih ligairihi, sedangkan hadis tentang mendahulukan lutut berstatus hasan ligairihi. Jika dilihat dari segi ilmu ulumul hadis, kedudukan hadis s}ahih ligairihi lebih tinggi dibandingkan dengan hadis yang hasan ligairihi.

Keywords


Mendahulukan Tangan, Mendahulukan Lutut, Sujud, Ta’arud Al-Adillah, Hadis

Full Text:

PDF

References


A. Rahman, Asymuni, Umar, Muin, dkk, Ushul Fiqh 1, Jakarta: Proyek Pembinaan Prasarana dan sarana Perguruan Tinggi Agama /IAIN, 1985.

Abdurrahma, Hafidz, Ushul Fiqih, cet. ke- 2, Bogor : Al Azhar Press, 2012.

Alfatih Suryadilaga, M., dkk, Ulumul Hadis, cet. ke-1, Yogyakarta: Teras, 2010.

Al-Jaziri, Syeikh Abdurrahman, Kitab Shalat Fikih Empat Mazhab, Jakarta: Mizan Publika, 2010.

Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahnya, Bandung: Diponegoro, 2014.

Ibrahim, Duski, Metode Penetapan Hukum Islam (Membongkar Konsep alIstiqra’ al-Ma’nawi Asy-Syatibi), Yogyakarta: AR-RUZZ MEDIA, 2008. M.

Zein, Satria Effendi, Ushul Fiqh, cet. ke- 6, Jakarta : KENCANA, 2015.

Ma’shum Zein, M., Menguasai Ilmu Ushul Fiqh, cet. ke-1, Yogyakarta : PUSTAKA PESANTREN, 2013.

Ma’shum Zein, M., Ilmu Memahami Hadits Nabi (Cara Praktis Menguasai Ulumul Hadits & Mustholah Hadits, Yogyakarta: PUSTAKA PESANTREN, 2014.

Nashiruddin Al-Albani, M., Sifat Shalat Nabi, Jakarta: GEMA INSANI, 2008.

Qadir ar-Rahbawi, ‘Abdul, Shalat Empat Mazhab, cet. ke-3, Bogor: Pustaka Litera Antar Nusa, 1994.

Rajab, Khairunnas, Psikologi Ibadah Memakmurkan Kerajaan Ilahi di Hati manusia, cet. ke-1, Jakarta: AMZAH, 2011.

Rifa’i, Moh, Risalah Tuntunan Shalat Lengkap, Semarang: Karya Toha Putra, 2012.

SA, Romli, Studi Perbandingan Ushul Fiqh, cet. ke-I, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2014.

Shidiq, Sapiudin, Ushul Fiqh, Jakarta: KENCANA PRENADAMEDIA GROUP, 2012.

Sulaiman bin al-Asy’as bin Ishaq bin Basyir bin Syidad bin ‘Amr al-Azdi as-Sijistani, Sunan Abi Dawud, (dar al-fikr Beirut, t.t.).

Sulaiman bin al-Asy’as bin Ishaq bin Syidad bin ‘Amr al-Azdi as-Sijistani, Sunan Abi Dawud, (dar al-fikr Beirut,t.t.).Thahhan, Mahmud, Ulumul Hadis Studi Kompleksitas Hadis Nabi, Yogyakarta: Titian Ilahi Press, 2003.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2021 Al-Mazaahib (Jurnal Perbandingan Hukum)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

  

 

All publications by Al-Mazaahib (Jurnal Perbandingan Hukum) Department of Islamic Comparative Law, Faculty of Sharia and Law, Sunan Kalijaga State Islamic University are licensed under a Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.

Address: Al-Mazaahib Research Centre Department of Islamic Comparative Law, Faculty of Sharia and Law, Sunan Kalijaga State Islamic University Jln. Marsda Adisucipto 1 Yogyakarta 55281 Indonesia Telp./Fax.: 081213101465 Email: mutashim1992@gmail.com