Wakaf Organ Tubuh Manusia Dalam Perspektif Hukum Islam

azzarqa azzarqa, Aini Silvy Arofah

Abstract


Organ tubuh manusia yang biasa ditaṣarrufkan melalui donor ialah menggunakan akad hibah, yang memiliki kadar pahala atau amal shalih hanya pada saat hibah tersebut berlangsung. Beda lagi jika aktivitas transplantasi organ tubuh manusia tersebut menggunakan akad wakaf. Yakni sang wāqif mendapat ganjaran pahala yang terus mengalir selama harta benda wakaf tersebut dimanfaatkan sepanjang hidup mauqūf ‘alaih, meskipun wakif telah meninggal dunia, karena wakaf layaknya amal jariyah. Namun dalam penentuan hukumnya dibutuhkan metode talfīq untuk memecahkan serta memberikan jalan keluar hukum wakaf organ tubuh manusia, serta dalam proses penggalian hukumnya (isṭinbāt al-ḥukmi) harus dengan pertimbangan kemaṣlaḥatan dan meminimalisir  keḍaruratan demi tercapainya tujuan-tujuan syari’at (maqāṣid asy-syarī’ah).

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.14421/azzarqa.v5i2.1314

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View My Stats

Address: Rumah Jurnal Fakultas Syari'ah dan Hukum (Ruang 205 - Lantai 2), Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga; Jln. Marsda Adisucipto 1 Yogyakarta 55281 Indonesia | Email: jurnalazzarqa@gmail.com

  


Creative Commons License

Az Zarqa': Jurnal Hukum Ekonomi Islam is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License