KONFLIK DAN DEPRIVASI RELATIF (Telaah Konflik Perumahan Taman Indah dan MTs Darussalam di Yogyakarta)

Authors

  • Ahmad Kholil UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.14421/jsa.2019.132-07

Abstract

Siswa MTs Darussalam yang notabene terdiri dari masyarakat Kampung Kebonagung. Salah satua persoalan yang tengah dihadapi adalah sulitnya pemenuhan kebutuhan dasar untuk mengenyam pendidikan karena tidak ada akses untuk memasuki gedung sekolah unit II. Di lain sisi warga perumahan berkeberatan memberikan izin kepada pihak MTs untuk menggunakan jalan perumahan sebagai akses siswa-siswi. Nuansa agama tidak dapat dilepaskan pada kasus ini, selain karena antar kelompok sebagai aktor utama konflik terdiri dari mayoritas penganut agama Islam, lebih unik lagi berada di bawah komando organisasi masyarakat berbasis agama yang saman.
Hasil penelitian ini menunjukkan tentang fenomena deprivasi relatif di kampung Kebonagung yang bermuara pada konflik. Setidaknya terdapat tiga kondisi yang melatarbelakangi lahirnya deprivasi relatif pada kasus konflik warga perumahan dengan pihak MTs, yaitu interaksi sosial yang pasif, fenomena “dual-society” dalam ekonomi dan disfungsi agama. Deprivasi sosial tersebut muncul karena adanya kesenjangan atau perbedaan negatif antara nilai ekspektasi dan nilai kapabilitas sehingga membuat pihak MTs dan warga perumahan frustrasi.

Kata Kunci: Kampung Kebonagung, MTs Darussalam, Perumahan Taman Indah, Deprivasi Relatif, Konflik

The Majority of students of Madrasah Tsanawiyah Darussalam is consisted of Kebonagung village . One of the problems being faced is the difficulty to get the basic needs for education activities because there is no access to enter the second unit of school building. Beside of that the resident of Taman Indah do not allow the housing road is used as an access for student to go to school. The nuances of religion can not be released in this case, because both of the groups as the main actors of the conflict that is consisted of the majority of adherents of Islam. Also the more uniquely both of groups are under the command of the same organization that based of the same religion.
The results of this study is to indicate the relative deprivation phenomenon in Kebonagung village which leads to conflict. There are three conditions that cause relative deprivation in the case of the conflict between Taman Indah Housing Residenence and Madrasah Tsanawiyah Darussalam, first passive social interaction, second, the phenomenon of “dual-society” in the economy and third, religious dysfunction. The social deprivation arises because of a gap or negative difference between the expectation value and the capability value, making the Madrasah Tsanawiyah side and housing residents are frustrated.

Key Words: Kebonagung village, M Ts Darussalam, Taman Indah Housing, Relative Deprivation, Conflict.

Abstract viewed: 1647 times | PDF downloaded = 2305 times

References

Beilharz, Peter. 2005. Teori-teori Sosial; Observasi Kritis terhadap pada

Filofos Terkemuka. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Dayakisni. Tri dan Hudaniah, 2003, Psikologi Soial. Malang: UMM

Press.

Durkheim, Emile. 1984. The Division of Labor in Society. London:

The Macmilan Press.

Durkheim, Emile. 1995. The Elementary Forms of the Religious Life,

translated by Karen E. Fields. New York: The Free Press.

Faturochman. 1998. “Deprivasi Relatif: Rasa Keadilan dan Kondisi

Buruh Pabrik”, Jurnal Psikologi, no.2, 1-15.

Galtung, Johan. 1996. Peace by Peaceful Means: Peace and Conflict,

Development and Civilization. London: SAGE Publications.

Gurr, Ted Robert. 1971. Why Men Rebel. New Jersey: Princeton

University Press.

“HS: Saya Hanya Berupaya Agar Anak-Anak Bisa Ke Sekolah,”

Jogja TV, t.t., diakses 05 Mei 2017, http://jogjatv.tv/hs-saya- hanya-berupaya-agar-anak-anak-bisa-ke-sekolah/.

Johnson, Doyle Paul. 1988. Teori Sosiologi Klasik dan Modern, terj.

Robert M. Z. Lwang. Jakarta: PT Gramedia.

Kitiarsa, Pattana. 2008. Religious Commodifications in Asia: Marketing

Gods. Routledge: London dan New York.

Nasution, Zulkarnain. 2009. Solidaritas Sosial dan Partisipasi

Masyarakat Desa Transisi (Suatu Tinjauan Sosiologis. Malang:

UMM Press.

Noviasari, Wulan dan Sri Utari. 2013. “Perbedaan Deprivasi Relatif

Fraternal antara Etnis Cina dan Etnis Jawa.” Jurnal Talenta

Psikologi, vol. II, no. 1, Februari.

Santhoso, Fauzan Heru dan Moh. Abdul Hakim. 2012. “Deprivasi

Relatif dan Prasangka Antar Kelompok”, Jurnal Psikologi, vol.

, no. 1, Juni.

Susan, Novri. 2009. Pengantar Sosiologi Konflik dan Isu-Isu Konflik

Kontemporer. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Syahra, Rusydi. 2010. “Eksklusi Sosial: Perspektif Baru untuk

Memahami Deprivasi dan Kemiskinan”, Jurnal Masyarakat &

Budaya, Edisi Khusus.

Tougas, Francine dan Ann M. Beaton. 2002. “Personal and Group

Relative Deprivation; Connecting the ‘I’ to the ‘We”, dalam

Relative Deprivation; Specification, Development, and Integration,

ed. Iain Walker dan Heather J. Smith. United Kingdom:

Cambridge University Press.

Wawancara dengan Bapak “S” Penjaga Angkringan yang berlokasi

tidak jauh dari gerbang Kompleks Perumahan Taman Indah,

Mei 2016.

Wawancara dengan Bapak Hidayat selaku Lurah Babalan, Manding,

Yogyakarta, di kantor Kelurahan, 17 Mei 2018.

Wawancara dengan Ibu Sukmawati, Kepala Sekolah MTs Darussalam

Kebonagung di Kantor MTs Darussalam Kebonagung, 30

Mei 2016

Wawancara dengan Wildan Danarto, Ketua RW 23 Kompleks

Perumahan Taman Indah Kampung Kebonagung, di

kediamannya, 30 Mei 2016.

Downloads

Published

2019-12-21

How to Cite

Kholil, A. (2019). KONFLIK DAN DEPRIVASI RELATIF (Telaah Konflik Perumahan Taman Indah dan MTs Darussalam di Yogyakarta). Jurnal Sosiologi Agama, 13(2), 151–177. https://doi.org/10.14421/jsa.2019.132-07

Issue

Section

Articles