JEJAK DAKWAH PARTAI KEADILAN SEJAHTERA (PKS) MEMASUKI MUHAMMADIYAH: Mencermati Kasus di Yogyakarta sebagai Fenomena Politik Dakwah

Authors

  • Nur Wahid UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.14421/jsa.2019.132-08

Abstract

Sebagai kelompok yang memiliki struktur, anggota, mekanisme organisasi serta fungsi-fungsi politik dan sosial keagamaan, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) maupun Muhammadiyah membawa kepentingan misi dan dakwah masing-masing. PKS sebagai partai politik, fungsi-fungsi politik di antaranya berupa artikulasi kepentingan, sosialisasi politik, dan rekrutmen politik. Dibandingkan dengan Muhammadiyah sebagai organisasi sosial keagamaan, fungsi-fungsi politik Muhammadiyah muncul sebagai bentuk respon terhadap kondisi perpolitikan yang tengah terjadi, sebagai bentuk arahan, pengelolaan, secara struktural organisasional terhadap anggota, amal usaha yang dimiliki serta jamaah Muhammadiyah. Dalam ranah politik keduanya berbeda. Dalam ranah dakwah keduanya berhimpitan. Belakangan politik dakwah melalui kelompok Tarbiyah-PKS memasuki Muhammadiyah seperti kasus yang terjadi di Yogyakarta. Topik bahasan tulisan ini akan mencermati dakwah kelompok Tarbiyah- PKS yang merangsek masuk ke dalam Muhammadiyah. Kasus yang terjadi dipahami sebagai gambaran dari fenomena politik dakwah PKS.

Kata Kunci: Politik Dakwah, Tarbiyah-PKS, Muhammadiyah

As a group that has a structure, members, organizational mechanism and religious political and social functions, the Partai Keadilan Sejahtera (PKS) and Muhammadiyah carry their respective mission and missionary interests. PKS as a political party, political functions include the articulation of interests, political socialization, and political recruitment. Compared to Muhammadiyah as a religious social organization, Muhammadiyah’s political functions emerged as a form of response to the political conditions that were happening, as a form of direction, management, structurally organizational towards members, business charities owned and congregations of Muhammadiyah. In the political sphere they are different. In the realm of da’wah both coincide. Later the propaganda politics through the Tarbiyah-PKS group entered Muhammadiyah as was the case in Yogyakarta. The topic of this article will look at the da’wah mission of the Tarbiyah-PKS group that pushed into Muhammadiyah. The case that occurred was understood as a picture of the political phenomenon of PKS propaganda.

Keywords: Political Da’wah, Tarbiyah-PKS, Muhammadiyah

Abstract viewed: 1731 times | PDF downloaded = 1318 times

References

Abdul Halim Mahmud, Ali, Perangkat-Perangkat Tarbiyah Ikhwanul

Muslimin, Solo: Era Intermedia, 2004.

------, Ikhwanul Muslimin: Konsep Gerakan Terpadu, Jilid I&2, (judul

asli: Manhaj at-Tarbiyah inda al-Ikhwanul Muslimin) penj.

Syafril Halim, Jakarta: Gema Insani Press, 2007.

Al-Hamdi, Rihdo, “Ber-tabayyun-lah Atas Soal Mu’alimin dan

Mu’alimat (Tanggapanuntuk Tulisan Farid Setiawan)”,

dalam Suara Muhammadiyah, Edisi 16-31 Mei 2006.

Hasan, Noorhaidi, Islam Politik di Dunia Kontemporer: Konsep,

Geneologi dan Teori, Yogyakarta: SukaPress, 2012.

Hawaa, Sa’id, Membina Angkatan Muhajid: Studi Analitis atas Konsep

Dakwah Hasan Al-Banna dalam Risalah Ta’lim, Solo:

Intermedia, 2005.

Kumar, Deepa, Islam Politik Sebuah Analisis Marxis (Political Islam:

A Marxist Analysis), penj. Fitri Mohan, Yogyakarta: Resist

Book, 2012.

Ma’ruf, Asrori, “Gesekan Ideologi Ikhwanul Muslimin (PKS) dengan

Muhammadiyah” dalam Zakiyuddin Baidhawy dkk, Migrasi

Jamaah: Tantangan Dakwah Muhammadiyah Jelang Satu Abad,

Yogyakarta: Panji, 2007.

Mas’oed, Mochtar dan Colin Mac Andrews, Perbandingan Sistem

Politik, Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 1995.

Machmudi, Yon, Partai Keadilan: Wajah Baru Islam Politik Indonesia,

Bandung: Harakatuna Publishing, 2005.

Muhammad Furkan, Aay, Partai Keadilan Sejahtera: Ideologi dan

Praksis Politik Kaum Muda Muslim Indonesia Kontemporer,

Bandung: Teraju, 2004.

Muin Malilang, Abdul, “Polemik Madrasah Mu’aliman dan

Mu’alimat, Hiperbolis atau Keprihatinan?”, dalam Suara

Muhammadiyah, Edisi 16-31 Mei 2006.

Munir Mulkhan, Abdul, “Sendang Ayu; Pergulatan Muhammadiyah

di Kaki Bukit Barisan”, dalam Suara Muhammadiyah, Edisi

-15 Januari 2006.

Nashir, Haedar, Manifestasi Gerakan Tarbiyah Bagaimana Sikap

Muhammadiyah?, Yogyakarta: Suara Muhammadiyah, 2006.

Rakhmat, M. Imdadun, Arus Baru Islam Radikal: Transmisi

Revivalisme Islam Timur Tengah di Indonesia, Jakarta: Erlangga,

------, Ideologi Politik PKS: Dari Masjid Kampus ke Gedung Parlemen,

Yogyakarta: LKiS, 2008.

Said Damanik, Ali, Fenomena Partai Keadilan: Transformasi 20 Tahun

Gerakan Tarbiyah di Indonesia, Jakarta: Teraju, 2001.

Setiawan, Farid, “Ahmad Dahlan Menangis (Tanggapan terhadap

Tulisan Abdul Munir Mulkan), dalam Suara Muhammadiyah,

Edisi 20 Februari 2006.

------, “Tiga Upaya Menyelamatkan Mu’alimin dan Mu’alimat”,

dalam Suara Muhammadiyah, Edisi 1-15 April 2006.

Sucipto, “Sekolah Kader Tidak Boleh Mati (Tanggapan untuk

Tulisan Farid Setiawan)”, dalam Suara Muhammadiyah, Edisi

-31 Mei 2006.

Wahid, Abdurrahman (ed), Ilusi Negara Islam: Ekspansi Gerakan

Islam Transnasional di Indonesia, Jakarta: Gerakan Bhinneka

Tunggal Ika, The Wahid Institute dan Maarif Institute, 2009.

Downloads

Published

2019-12-21

How to Cite

Wahid, N. (2019). JEJAK DAKWAH PARTAI KEADILAN SEJAHTERA (PKS) MEMASUKI MUHAMMADIYAH: Mencermati Kasus di Yogyakarta sebagai Fenomena Politik Dakwah. Jurnal Sosiologi Agama, 13(2), 179–196. https://doi.org/10.14421/jsa.2019.132-08

Issue

Section

Articles