MASALAH KEBEBASAN BERAGAMA DAN BERKEYAKINAN (KBB) DI INDONESIA KONTEMPORER

Main Article Content

Wasisto Raharjo Jati
Almunawar Bin Rusli
Rukmina Gonibala

Abstract

Artikel ini mengkaji penggunaan politik identitas dalam kontroversi pendirian rumah ibadah di Provinsi DKI Jakarta dan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Kami menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan sosiologi pembanguna. Hasil penelitian kami menemukan bahwa kasus penyegelan Gereja Pantekosta di Indonesia (GPDI) Sleman, diakibatkan oleh kebijakan negara dan intimidasi dari Front Jihad Islam (FJI) Yogyakarta. Posisi minoritas belum menjadi perhatian utama penguasa lokal karena belum memberi dampak timbal balik karena itu berpotensi mendisrupsi tatanan sosial dan ekonomi yang telah eksis. Sedangkan di Jakarta Utara, umat Islam yang menolak penggusuran Masjid Mbah Priok memperlihatkan konservatisme Islam. Posisi Islam menjadi agama favorit Gubernur di Provinsi DKI Jakarta agar kekuasaannya tidak dikacaukan oleh fundamentalis Muslim yang memiliki kekuatan ekonomi dan politik. Akhirnya, relasi sosial di sana lebih bercorak transaksional.

Article Details

How to Cite
Wasisto Raharjo Jati, Almunawar Bin Rusli, & Rukmina Gonibala. (2023). MASALAH KEBEBASAN BERAGAMA DAN BERKEYAKINAN (KBB) DI INDONESIA KONTEMPORER. Jurnal Sosiologi Agama, 17(2), 197–216. https://doi.org/10.14421/jsa.2023.172-04
Section
Articles

References

Ahnaf, M. I., & HS, H. S. (2017). Krisis keistimewaan: Kekerasan terhadap minoritas di Yogyakarta. CRCS (Center for Religious and Cross-cultural Studies), Program Studi Agama.

Andang, A, & Binawan, L (2011). Declarations and The Indonesian Constitution on Religious Freedom, Vol.49, No. 2

Ali-Fauzi, I. (2017). Kebebasan, toleransi, dan terorisme: riset dan kebijakan agama di Indonesia. Pusat Studi Agama dan Demokrasi, Yayasan Paramadina.

Al Qurtuby, S. (2020). The Rise of Islamism and the Future of Indonesian Islam. Journal of International Studies(Malaysia), 16, 105–128. https://doi.org/10.32890/jis2020.16.7

Asnawati, A. (2012). Peranan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB): Studi Kasus Pelaksanaan PBM No. 9 dan No. 8 Tahun 2006 di Jakarta Utara. Harmoni, 11(1), 129–137.

Fuller, Andy (2011). Religious Freedom in Indonesia : Curious Cases of Dialogues, Fatwas and Laws, in Journal of Indonesian Islam Vol. 05 No. 1

Mu’ti, A & Burhani, A.N. (2019). The limits of religious freedom in Indonesia. Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies, 9(1), 111-134

Ihsan, A. B., & Nurhayati, C. (2020). Agama, Negara dan Masyarakat: Tokoh Agama ditengah Politik Identitas Warga Kota. HAJA Mandiri.

Kim, Hyung-Jun. (1996). Reformist Muslims in a Yogyakarta Village. Canberra: ANU Press.

Jati, W.R. (2022). Polarization of Indonesian Society during 2014-2020. Jurnal Ilmu Sosial & Ilmu Politik, 26(2), 152-167.

Jati, W.R. (2022). Hizbut Tahrir Indonesia and Political Islam. Pacific Affairs, 95(1), 179-181.

Jati, W.R. (2022). Indonesian and Their Arab World. Asian Studies Review, 46(1), 192-193.

Jati, W.R. (2021). From Bombing to Social Media. Simulacra, 4(2), 201-2013.

Jati, W.R. (2021). Framing Anti-American Sentiments and Its Impact to Two Muslim Countries. Episteme 16(2), 153-166.

Johnson, D. P., & Lawang, R. M. Z. (1994). Teori sosiologi klasik dan modern. Gramedia Pustaka Utama.

Marshall, P. (2018). The Ambiguities of Religious Freedom in Indonesia. The Review of Faith & International Affairs, 16(1), 85–96. https://doi.org/10.1080/15570274.2018.1433588

Muhtadi, B, Mietzner, M, & Halida, R. (2018). Entrepreneurs of Grievance: Drivers and effects of Indonesia’s islamist mobilization. Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde 174(2-3), 159-187.

Sebastian, L. C., Hasyim, S., & Arifianto, A. R. (2021). Rising Islamic Conservatism in Indonesia: Islamic Groups and Identity Politics. https://www.routledge.com/Politics-in-Asia/book-series/PIA

Syarif Maula, B. (2013). Religious Freedom in Indonesia : Between Upholding Constitutional Provisions and Complying with Social Considerations. In Journal of Indonesian Islam, Vol. 07 No. 2.