DILEMA KEBIJAKAN WISATA HALAL DI PULAU LOMBOK

Lukman Santoso, Yutisa Tri Cahyani, Suryani Suryani

Abstract


The study aims to explore the policy of halal tourism as an instrument for regional development on the island of Lombok. The main problem of halal tourism policy, in addition to the inadequacy of the legal basis for tourism, is an unclear institutional position of halal tourism. This creates a further question on how to manage halal tourism to maximize its contributions. By using policy theory and a qualitative-interpretative approach, this study finds that halal tourism policy is a strategic policy in supporting the regional economy, as well as being able to accelerate sustainable regional development. However, at a practical level, halal tourism as a policy still experiences various obstacles and challenges. In principle, halal tourism is a universal service product because it can be used by all people, including non-Muslim tourists, but on the island of Lombok, it has not been well understood by all stakeholders. As a strategic policy, the halal tourism policy is a multi-sector and multi-regional policy. So it is necessary that Lombok halal tourism policy is integrally formulated with the vision of sustainable development.

 

Kajian ini bertujuan mengeksplorasi kebijakan wisata halal sebagai instrumen pembangunan daerah di pulau Lombok. Sebagaimana dipahami, problem mendasar kebijakan wisata halal, selain belum memadainya dasar hukum pariwisata halal, juga secara kelembagaan masih terdapat problem. Sehingga yang menjadi pertanyaan bagaimana sebaiknya pariwisata dikelola agar mampu berkontribusi bagi kesejahteraan rakyat. Dengan menggunakan teori kebijakan dan pendekatan kualitatif-interpretatif, kajian ini menghasilkan temuan bahwa kebijakan wisata halal merupakan kebijakan yang strategis dalam menunjang perekonomian daerah sekaligus mampu mengakselerasi pembangunan daerah yang berkelanjutan. Namun, dalam praktiknya wisata halal sebagai sebuah kebijakan masih mengalami berbagai hambatan dan tantangan. Wisata halal pada prinsipnya merupakan produk jasa yang universal karena dapat dimanfaatkan semua orang, termasuk wisatawan non-Muslim namun di Pulau Lombok belum dipahami secara baik oleh semua stakeholders. Sebagai kebijakan yang strategis, kebijakan pariwisata halal merupakan kebijakan yang multisektor sekaligus multi-regional. Sehingga dibutuhkan rumusan kebijakan wisata halal Lombok yang terintegrasi dengan visi sustainable development (pembangunan berkelanjutan).


Keywords


Policy; Halal Tourism; Regional Development; Sustainable; Lombok Island

Full Text:

PDF

References


Al-Birra, Fadhil, “Wisata Syariah NTB Tak Berjalan Mulus, Ini Penyebabnya” https://jawapos.com/read akses Oktober 2019.

Awalia, Hafizah. “Komodifikasi Pariwisata Halal NTB Dalam Promosi Destinasi Wisata Islami Di Indonesia.” Jurnal Studi Komunikasi 1, no. 1 (March 2017): 19–30.

Baharuddin, Kasmarini, Norliya Ahmad Kassim, Siti Khairiyah Nordin, and Siti Zahrah Buyong. “Understanding the Halal Concept and the Importance of Information on Halal Food Business Needed by Potential Malaysian Entrepreneurs.” International Journal of Academic Research in Business and Social Sciences 5, no. 2 (2015): 170–180.

Baihaqi, Muh. “Wisata Halal Di Gili Trawangan Lombok Utara.” Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam 4, no. 2 (2019): 1–18.

Ben, Sarbini Mbah. Filsafat Pariwisata: Sebuah Kajian Filsafat Praktis. Yogyakata: Pustaka Pelajar, 2018.

Chotijah, Siti. “Positioning Lombok Sebagai Destinasi Wisata Halal Di Indonesia (Comparative Study Lombok Dengan Berbagai Destinasi Halal Di Indonesia).” In Prosiding Konferensi Nasional Komunikasi, 1:339–346. Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia, 2017.

Damanik, Janianton. Pariwisata Indonesia: Antara Peluang Dan Tantangan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2017.

Destiana, Riska, and Retno Sunu Astuti. “Pengembangan Pariwisata Halal Di Indonesia.” In Conference on Public Administration and Society, 1:331–353. Semarang: FISIP Universitas Diponegoro, 2019.

Djakfar, Muhammad. Pariwisata Halal Perspektif Multidimensi : Peta Jalan Menuju Pengembangan Akademik & Industri Halal Di Indonesia. Malang: UIN Maliki Press, 2017.

Dye, Thomas R., and Thomas R. Dye. Understanding Public Policy. Prentice Hall Englewood Cliffs, NJ, 1992.

Edward III, George C. Implementing Public Policy. Washington: Congressional Querterly Inc, 1980.

Fahham, A. Muchaddam. “Tantangan Pengembangan Wisata Halal Di Nusa Tenggara Barat.” Aspirasi 8, no. 1 (June 2017).

Hakim, Rahmad, and Muslikhati. “A Review on Halal Tourism: An Analysis on the Parameters.” Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam 5, no. 3 (2019): 166–172.

Hall, C. Michael, and Girish Prayag. The Routledge Handbook of Halal Hospitality and Islamic Tourism. New York: Routledge, 2020.

Hasan, Fahadil Amin Al. “Penyelenggaraan Parawisata Halal Di Indonesia (Analisis Fatwa DSN-MUI Tentang Pedoman Penyelenggaraan Pariwisata Berdasarkan Prinsip Syariah).” al-Ahkam Jurnal Ilmu Syariah dan Hukum 2, no. 1 (2017).

Indriahono, Dwiyanto. Kebijakan Publik Berbasis Dynamic Policy Analysis. Yogyakarta: Gava Media, 2017.

Izzati, Nurul. “Konstruksi Halal Dalam Pariwisata Syariah Di Lombok Tengah.” Thesis, UIN Sunan Kalijaga, 2017.

Jaelani, Abdul Kadir. “Implikasi Berlakunya Peraturan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat Nomor 2 Tahun 2016 Tentang Pariwisata Halal Di Kota Mataram Dan Kabupaten Lombok Timur.” Thesis, Fakultas Hukum, Universitas Gadjah Mada, 2017.

Kemenpar. Kajian Pengembangan Wisata Syariah. Laporan Akhir. Jakarta: Kementerian Pariwisata, 2015.

Kurniawan, Luthfi J., and Mustafa Lutfi. Perihal Negara, Hukum Dan Kebijakan Publik. Malang: Setara Press, 2012.

Laras, Ananda Putri, and Jajang Gunawijaya. “Wisata Halal Di Antara Keuntungan Ekonomi Dan Politis.” Journal of Indonesia Tourism and Policy Studies 2, no. 1 (2017): 1–15.

Mahsun, and Mohamad Jumail. “Branding ‘Halal Tourism’ Antara Hedonisme Dan Utilitarianisme Pariwisata Lombok.” Media Bina Ilmiah 13, no. 7 (February 2019): 1369–1378.

Makhasi, Ghifari Yuristiadhi Masyhari, and Muhammad Thohir Yudha Rahimmadhi. “Ramai-Ramai Menolak Wisata Halal: Kontestasi Politik Identitas Dalam Perkembangan Wisata Halal Di Indonesia.” Jurnal Sosiologi Reflektif 14, no. 2 (2020): 373–388.

Manan, Abdul. Peranan Hukum Dalam Pembangunan Ekonomi. Jakarta: Kencana, 2014.

Maulidi, Mohammad Jeffry. “Wisata Halal Dan Identitas Islami: Studi Kasus Lombok, Nusa Tenggara Barat.” Jurnal Pemikiran Sosiologi 6, no. 1 (January 2019): 18–26.

Nugroho, Riant. Kebijakan Pariwisata: Sebuah Pengantar Untuk Negara Berkembang. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2018.

Posner, Richard A. Economic Analysis of Law. US: Harvad University Press, 1994.

Prasetyantoko (ed.), A. Pembangunan Inklusif: Prospek Dan Tantangan Indonesia. Jakarta: LP3ES, 2012.

Pribadi, Yanwar, and Zaki Gufron. “Komodifikasi Islam Dalam Ekonomi Pasar: Studi Tentang Muslim Perkotaan Di Banten.” Jurnal AFKARUNA 15, no. 1 (June 2019).

Putra, Fadilah, and Anwar Sanusi. Analisis Kebijakan Publik Neo-Institusionalisme: Teori Dan Praktik. Jakarta: LP3ES, 2019.

Rahardjo, M. Dawam. Pembangunan Pascamodernis: Esai-Esai Politik. Yogyakarta: Insist Press, 2012.

Rahmah, Hilda, and Hanry Harlen Tapotubun. “Narasi Industri Pariwisata Halal Di Jepang Dan Jerman.” Jurnal Sosiologi Reflektif 14, no. 2 (2020): 287–306.

Rozalinda, Nurhasnah, and Sri Ramadhan. “Industri Wisata Halal Di Sumatera Barat: Potensi, Peluang Dan Tantangan.” Maqdis: Jurnal Kajian Ekonomi Islam 4, no. 1 (June 2019): 45–56.

Subarkah, Alwafi Ridho. “Potensi Dan Prospek Wisata Halal Dalam Meningkatkan Ekonomi Daerah (Studi Kasus: Nusa Tenggara Barat).” Jurnal Sospol 4, no. 2 (Desember 2018): 49–72.

Suharko, I Made Krisnajaya, Siti Daulah Koiriati, Dhian Shinta Pradevi, Dedi Danarto, Nitia Agustini, and Rifki Maulana IT. Strategi Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan Berorientasi Pada Halal Tourism: Studi Di Destinasi Pariwisata Nasional Lombok-Gili Tramena. Policy Brief. Yogyakarta: Asean Studies Center UGM, 2016. http://asc.fisipol.ugm.ac.id/product-details/policy-brief/.

Suratman, Hayat, and Umi Salamah. Hukum Dan Kebijakan Publik. Bandung: Refika Aditama, 2019.

Surwandono, Rizki Dian Nursita, Rashda Diana, and Ade Meiliyana. “Polemik Kebijakan Wisata Halal Di Indonesia Serta Tinjauannya Dalam Maqashid Syariah.” TSAQAFAH 16, no. 1 (May 2020): 91–108.

Temporal, Paul. Islamic Branding and Marketing: Creating a Global Islamic Business. John Wiley & Sons, 2011.

Widiaduta, I Dewa Gde Satrya. “Mengembangkan Model Wisata Syariah.” Bisnis Indonesia, June 16, 2015, Selasa 16 Juni 2015 edition.

Yustati, Herlina, Lucy Auditya, Yetti Afrida Indra, Yunida Een Fryanti, and Evan Stiawan. “Religious Commodification to Increase Public Welfare Through Tourism Halal in Indonesia.” PROCEEDING IAIN Batusangkar 1, no. 1 (2018): 209–216.

Yose Hendra, “Pemprov Sumbar Didesak Susun Peta Jalan Wisata Halal” https://mediaindonesia.com/read/detail/319579 akses 2 April 2020.

Fatwa DSN-MUI Nomor 108/DSN-MUI/X/2016 tentang Pedoman penyelenggaraan Pariwisata Berdasarkan Prinsip Syariah

Peraturan Gubernur Nusa Tenggara Barat No 51 Tahun 2015 Tentang Wisata Halal

Peraturan daerah Nusa Tenggara Barat No 2 Tahun 2016 Tentang Pariwisata Halal




DOI: https://doi.org/10.14421/jsr.v15i1.1968

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


                                                             Published By:

                                    Sociology Lab., Prodi Sosiologi, UIN Sunan Kalijaga

                                               

                                                         In Association with: