CAPAIAN UNGGAHAN KONTEN AKUN INSTAGRAM GEMBIRA LOKA ZOO (GLZOO) YOGYAKARTA TERHADAP ONLINE ENGAGEMENT PADA MASA PANDEMI COVID-19

Dwi Nur Laela Fithriya

Abstract


The tourism sector is one of the sectors that was hardest hit when the Covid-19 pandemic hit Indonesia. Tourist visits during the Covid-19 pandemic decreased dramatically. To overcome this situation, serious efforts are needed to keep tourist destinations in demand by visitors, including the case study of Gembira Loka Zoo (GLZoo) Yogyakarta. One of the efforts taken by GLZoo managers is through social media, such as Instagram, in order to maintain the brand awareness of GLZoo as a tourist destination. Tourist destinations that are closely related to social media, in which there is a term that has an important meaning and role, namely online engagement which is a psychological response from social media users (Instagram). Online engagement aims to see how much the uploads on Instagram social media have achieved. This paper uses a qualitative descriptive research method, namely finding a fact with the correct interpretation. Hopefully, with marketing communication using Instagram, it is so that brand awareness in the minds of consumers is maintained, the final goal is of course the top of mind stage. In addition, to get maximum engagements, the GLZoo Instagram account manager seems to have to pay attention to several factors: 1). type of content, 2) upload time, 3) caption, and 4) hashtags. So, when tourists have thoughts of wanting to travel in a category that suits GLZoo, the first thing that tourists remember is GLZoo spontaneously without any assistance or stimulus.

 

Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor yang paling terpukul saat pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Kunjungan wisatawan saat masa pandemi Covid-19 menurun drastis. Melihat kondisi tersebut, dibutuhkan upaya untuk tetap menjaga agar destinasi wisata tetap diminati oleh para pengunjung, yang dalam tulisan ini penulis mengambil studi kasus Gembira Loka Zoo (GLZoo) Yogyakarta. Salah satu upaya yang ditempuh oleh pengelola GLZoo agar para pengunjung tetap mengingatnya adalah melalui media sosial yang dalam tulisan ini adalah Instagram. Hal ini supaya brand awareness GLZoo sebagai destinasi wisata tetap terjaga, tetap mengenali dan teringat  dibenak masyakarat. Destinasi wisata yang erat kaitannya dengan media sosial, di dalam nya terdapat satu istilah yang memiliki makna dan peran penting yaitu Online engagement yang merupakan respon psikologis dari pengguna media sosial (Instagram) yang dikelompokkan sebagai tindakan interaktif, antara  pengguna media sosial dengan akun destinasi wisata. Online engagement bertujuan untuk melihat seberapa besar capaian dari unggahan-unggahan di media sosial Instagram. Tulisan ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, yaitu pencarian suatu fakta dengan interpretasi yang tepat. Diharapkan, dengan komunikasi pemasaran menggunakan Instagram adalah supaya brand awareness di benak konsumen tetap terjaga, tujuan akhir tentunya adalah pada tahapan top of mind. Selain itu, untuk mendapatkan engagements yang maksimal, pengelola akun Instagram GLZoo nampaknya harus memperhatikan beberapa faktor: 1). jenis konten, 2) waktu upload, 3) caption, dan 4) hashtags. Sehingga ketika wisatawan mempunyai pikiran ingin berwisata dengan kategori yang sesuai dengan GLZoo maka yang pertama kali diingat dibenak wisatawan adalah GLZoo secara spontan tanpa harus diberikan bantuan atau stimulus.


Keywords


Social Media, Brand Awareness, Online Engagement, GLZoo, Covid-19

Full Text:

PDF

References


Alfajri, M. F., Adhaizni, F., & Aini, Q. (2019). Pemanfaatan Social Media Analytics pada Instagram dalam Meningkatkan Efektifitas Pemasaran. Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi, 41-51.

BNPB. (2020, March 17). bnpb.go.id. Diambil kembali dari bnpb.go.id/berita: https://bnpb.go.id/berita/status-keadaan-tertentu-darurat-bencana-wabah-penyakit-akibat-virus-corona-di-indonesia-

MacDowall, L. (2019). Instafame: Graffiti and Street Art in the Instagram Era. USA: Intellect, The University of Chicago Press.

MarkPlus. (2010). The Official MIM Academy Coursebook Brand Operation. Jakarta: Esensi.

Moleong, L. J. (2012). Metedologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Nurhalimah, S., & dkk. (2019). Media Sosial Dan Masyarakat Pesisir : Refleksi Pemikiran Mahasiswa Bidikmisi. Yogyakarta: DEEPUBLISH.

Paine, K. D. (2011). Measures What Matters: Online Tools for Understanding Customers, Social Media, Engagement, and Key Relationships. New Jersey: Published by John Wiley & Sons, Inc.

Pertiwi, W. K. (2019, February 2). tekno.kompas.com. Diambil kembali dari kompas.com: https://tekno.kompas.com/read/2019/02/05/11080097/facebook-jadi-medsos-paling-digemari-di-indonesia

Urry, J., & Lansen, J. (2011). The Tourist Gaze 3.0. London: SAGE Publication Ltd.




DOI: https://doi.org/10.14421/jsr.v15i1.1980

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


                                                             Published By:

                                    Sociology Lab., Prodi Sosiologi, UIN Sunan Kalijaga

                                               

                                                         In Association with: