Telaah Historis Toleransi Beragama Pada Masa Mangkunegara VI (1896-1916 M)

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.14421/thaq.2026.25202

Kata Kunci:

Keterbukaan Budaya, Mangkunegara VI, Praja Mangkunegaran, Serat Dyamasastra, Toleransi Beragama

Abstrak

Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya melestarikan warisan budaya berupa naskah kuno guna memahami nilai-nilai keterbukaan masa lalu di tengah tekanan kolonialisme. Salah satu naskah penting tersebut adalah Serat Dyamasastra yang memuat rekam jejak kepemimpinan di Praja Mangkunegaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep toleransi beragama pada masa pemerintahan KGPAA Mangkunegara VI serta mengetahui peran sang raja dalam menjaga kelangsungan praja melalui sikap adaptif tersebut. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menerapkan metode sejarah yang meliputi lima tahapan, yaitu pemilihan topik, heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Pisau analisis yang digunakan adalah Teori Peran (Role Theory) dari Soerjono Soekanto untuk membedah peran raja, serta pendekatan fenomenologi dan hermeneutika untuk menguraikan peristiwa sekaligus menafsirkan teks naskah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Serat Dyamasastra memuat data historis yang valid mengenai praktik toleransi beragama pada masa Mangkunegara VI (1896–1916 M). Dinamika pemerintahan sang raja, mulai dari mengatasi krisis moneter hingga keputusan turun takhta dan pindah ke Surabaya, membuktikan bahwa toleransi beragama dan keterbukaan budaya sengaja dilestarikan melalui serat ini sebagai strategi untuk menjaga eksistensi budaya Jawa dan kelangsungan Praja Mangkunegaran di tengah kuatnya hegemoni kolonial Belanda.

Abstract: This research is driven by the need to preserve cultural herritage embodied in ancient manuscripts to understand the values of cultural openness in the past amid the pressure of colonialism. One of the manuscripts is Serat Dyamasastra which provides a historical record of leadership practices in Mangkunegaran Principality. This research aims at examining the consept of religious tolerance during the administration of KGPAA Mangkunegara VI and to explore the role of the King in maintaining the continuity of the principality through such an adaptive approach. To achieve these objectives, this study employs the historical method, which consists of five stages: topic selection, heuristics, source verification, interpretation, and historiography. The study utilizes Soerjono Soekanto theory (Role Theory) as primary analytical framework to analyze the King’s role, while phenomenology and hermeneutic approaches are employed to elucidate historical phenomena and interpret the manuscript. The findings demonstrate that Serat Dyamasastra provides reliable historical evidence of religious tolerance practices during the reign of Mangkunegara VI (1896–1916 CE). The dynamic of the King’s reign, ranging from overcoming the financial crises and abdicate the throne and relocate to Surabaya, demonstrated that religious tolerance and cultural openness were deliberately preserved through this manuscript as strategic means of safeguarding Javanese cultural identity and ensuring the continuity of the Mangkunegaran Principality amid the strong hegemony of Dutch colonial rule.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Biografi Penulis

  • Noviana Putri Ndah Sari , UIN Raden Mas Said Surakarta

    Sejarah Peradaban Islam UIN Raden Mas Said Surakarta

Referensi

Diterbitkan

2026-10-08

Terbitan

Bagian

Research Article

Cara Mengutip

Telaah Historis Toleransi Beragama Pada Masa Mangkunegara VI (1896-1916 M). (2026). Thaqafiyyat : Jurnal Bahasa, Peradaban Dan Informasi Islam, 25(2), 127-143. https://doi.org/10.14421/thaq.2026.25202

Artikel Serupa

1-10 dari 42

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.