Arah Politik Muhammadiyah dalam Pemilihan Presiden 2019: Sebuah Analisis Framing Media Online

Ali Ridho
* UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

DOI: https://doi.org/10.14421/kjc.11.01.2019

Abstract


This paper aims to discover how to frame Muhammadiyah’s political direction news in the 2019 Presidential Election on Republika.co.id, Kumparan.com, and Tribunnews.com. From this phenomenon arises a question of precisely the political direction of Muhammadiyah in the 2019 Presidential Election? The method used in this research is the framing analysis of Robert N. Entman’s model, which states that each media constructing news must go through two stages, namely the selection of issues and the highlighting of aspects. Analyzing data obtained through 4 steps, (1) Define problems, (2) Diagnose causes, (3) Make moral judgment, and (4) Treatment Recommendation. This research shows that Muhammadiyah is a social organization in an association engaged in da'wah Amar Ma'ruf Nahi Munkar and Tajdid. Muhammadiyah as a religious movement has always been a lyric for the participants of the presidential election because it has an excellent political power second after Nahdlatul Ulama (NU), which is said to be a representation of the voice of Muslims. In early September, the number one vice-presidential candidate, Ma'ruf Amin, visited the central office. Muhammadiyah, and the previous month, the number two pair, Prabowo-Sandiaga, also asked for a blessing to participate in the 5th Annual event. After that, I reveal that this study showed three online mass media: Republika.co.id, Kumparan.com, and Tribunnews.com in their coverage of Muhammadiyah's political direction in the 2019 presidential election were neutral. Muhammadiyah, as a religious organization, chose consistency to maintain neutrality in the presidential election and give all Muhammadiyah citizens freedom to vote at the five-yearly event.

Paper ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pembingkaian berita arah politik Muhammadiyah pada Pemilihan Presiden tahun 2019 di portal berita Republika.co.id, Kumparan.com dan Tribunnews.com. Dari fenomena ini muncul sebuah pertanyaan kemana sebenarnya arah politik Muhammadiyah pada Pemilihan Presiden Tahun 2019? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis framing model Robert N. Entman, yang menyatakan bahwa setiap media mengkontruksi berita harus melalui dua tahap, yaitu seleksi isu dan penonjolan aspek. Data yang diperoleh dianalisis melalui 4 tahap, (1) Define problems, (2) Diagnose causes, (3) Make moral judgement, dan (4) Treatment Recommendation. Penelitian ini menunjukkan bahwa Muhammadiyah merupakan organisasi sosial kemasyarakatan dalam bentuk persyarikatan yang bergerak pada wilayah dakwah amar ma’ruf nahi munkar dan tajdid. Muhammadiyah sebagai gerakan keagamaan selalu menjadi lirikan bagi peserta pemilihan presiden di setiap waktunya, sebab digadang-gadang memiliki kekuatan politik yang menjanjikan kedua setelah Nahdlatul Ulama (NU) yang konon merupakan representasi dari suara umat Islam. Pada awal bulan September yang lalu, calon wakil presiden nomor urut 1 Ma’ruf Amin berkunjung ke kantor PP. Muhammadiyah, dan bulan sebelumnya, pasangan nomor urut 2 yaitu Prabowo-Sandiaga juga meminta restu untuk mengikuti ajang 5 Tahunan tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan ketiga media massa online yakni: Republika.co.id, Kumparan.com dan Tribunnews.com dalam pemberitaannya terhadap arah politik Muhammadiyah dalam Pilpres 2019 bersikap netral. Muhammadiyah sebagai ormas keagamaan memilih istiqomah menjaga netralitas dalam Pilpres tersebut dan memberikan kekebasan bagi seluruh warga Muhammadiyah untuk memberikan hak suaranya pada perhelatan lima tahunan tersebut.


Keywords


Muhammadiyah Political Attitudes, Framing Analysis, Online Media, General Elections

Full Text:

PDF

References


dia. Jakarta: Kencana Prenada Media.

Bungin, B. (2011). Metodologi Penelitian Sosial. Surabaya: Airlangga University Press.

Burhani, A. N. (2017). Geertz’s Trichotomy of Abangan, Santri, and Priyayi: Controversy and Continuity. Journal of Indonesian Islam, 11(2), 329–350. https://doi.org/10.15642/JIIS.2017.11.2.329-350

Deddy, M. (2003). Metodologi Penelitian Kualitatif: Paradigma Baru Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial Lainnya. Bandung: Remaja Rosda Karya.

Djatmiko, H. (2019). Re-formulation zakat system as tax reduction in Indonesia. Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies, 9(1), 135–162. https://doi.org/10.18326/ijims.v9i1.135-162

Durham, F. D. (2008). Media ritual in catastrophic time: The populist turn in television coverage of Hurricane Katrina. Journalism: Theory, Practice, and Criticism, 9(1), 95–116.

Entman, R. (2004). Projections of Power: Framing News, Public Opinion and US Foreign Policy. Chicago: University of Chicago Press.

Eriyanto. (2011). Analisis Framing: Konstruksi Ideologi dan dan Politik Media. Yogyakarta: LKiS.

Gill, P., Stewart, K., Treasure, E., & Chadwick, B. (2008). Methods of data collection in qualitative research: interviews and focus groups. British Dental Journal, 204(6), 291–295.

Ichwan, M. N. (2016). MUI, Gerakan Islamis, dan Umat Mengambang. Ma’arif Institute, 87–104.

Jamshed, S. (2014). Qualitative research method–interviewing and observation. Journal of Basic and Clinical Pharmacy, 5(4), 87.

Kusmanto, T. Y. (2017). Gerakan Sosial Keagamaan pada Komunitas Urban: Studi Kasus Gerakan Pengajian Ahad Pagi Bersama di Palebon, Pedurungan, Kota Semarang. JSW: Jurnal Sosiologi Walisongo, 1(1), 79. https://doi.org/10.21580/jsw.2017.1.1.1940

Latief, H. (2013). Islamic philanthropy and the private sector in Indonesia. Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies, 3(2), 175. https://doi.org/10.18326/ijims.v3i2.175-201

Latief, H. (2014). Contesting Almsgiving in Post-New Order Indonesia. American Journal of Islam and Society, 31(1), 16–50. https://doi.org/10.35632/ajiss.v31i1.292

Latief, H. (2016). Filantropi dan Pendidikan Islam di Indonesia. Jurnal Pendidikan Islam, 28(1), 123. https://doi.org/10.15575/jpi.v28i1.540

Nakamura, M. (2012). The Crescent Arises over the Banyan Tree: A Study of the Muhammadiyah Movement in a Central Javanese Town, c. 1910s-2010 (2 Edition). Singapore: Institute of Southeast Asian Studies.

Nashir, H. (2006). Meneguhkan Ideologi Gerakan Muhammadiyah. Malang: UMM Press.

Nashir, H. (2008). Khittah Muhammadiyah Tentang Politik. Yogyakarta: Suara Muhammadiyah.

Pribadi, Y. (2019). Identity Contested: Cultural Resilience in the Midst of Islamization of Politics. Al-Jami’ah: Journal of Islamic Studies, 56(2), 255–280. https://doi.org/10.14421/ajis.2018.562.255-280

Qodir, Z., & Latief, S. (2015). Kelangsungan dan Perlawanan Politik Identitas dalam Bingkai Keadaban Demokrasi. Jurnal Studi Pemerintahan, 2(1). https://doi.org/10.18196/jgp.2011.0010

Rahem, Z. (2017). Gerakan Muhammadiyah dan NU Menjaga Marwah Pendidikan Keislaman di Nusantara. Al Hikmah Jurnal Studi Keislaman, 7(1 Maret 2017), 1–9.

Rahmanto, M. (2014). Posisi Hadist dalam Ijtihad Muhammadiyah. Afkaruna, 10(1), 44–58. https://doi.org/10.18196/aiijis.2014.0030.44-58

Sobur, A. (2009). Analisis Teks Media: Suatu Pengantar Analisis Wacana, Analisis Semiotika, dan Analisis Framing. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Suryana, C. (2009). Kiprah Politik dan Sejarah Organisasi Muhammadiyah di Indonesia. Jurnal Ilmu Dakwah, 4(14), 625–638.

Syamsuddin, M. (2018). Gerakan Muhammadiyah dalam Membumikan Wacana Multikulturalisme: Sebuah Landasan Normatif-Institusional. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat: Media Pemikiran Dan Dakwah Pembangunan, 1(2), 361. https://doi.org/10.14421/jpm.2017.012-08

Wimmer, D. R., & Dominick, J. R. (2011). Mass Media Research: An Introduction. Ohio, USA: Wadsworth.

Yovana, L., & Egon, G. (1984). Naturalistic Inquiry. London: Sage Publication.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Ali Ridho