Aktualisasi Tuhan dalam Syair: Pesan Dakwah Lirik Lagu “Sebelum Cahaya” Karya Band Letto

Afifah Nur Sansidar
* Pondok Pesantren Sunan Pandanaran Yogyakarta

DOI: https://doi.org/10.14421/kjc.21.03.2020

Abstract


This study aims to reveal the da'wah message contained in the lyrics of the song “Sebelum Cahaya” by Band Letto. The song, which is one of the works of art with the power of meaning in the lyrics, is able to invite listeners to appreciate and absorb the meaning contained in it. Song lyrics will affect listeners emotionally because there is a message that the author wants to convey. To achieve this goal, this study uses a qualitative method with the semiotic approach of Charles S. Pierce. This research found that the Letto band, which is not a religious band, through the song “Sebelum Cahaya” incorporated divine values which became the basis of religion. Letto wants to show in his song that God is always there and accompanying humans, even though they are not aware of it. The existence of God is represented in symbols that the listeners can perceive according to the depth of their religious experience. The significance of the semiotic study in this study shows the different levels of meaning in understanding the signs in the song “Sebelum Cahaya” lyrics. Someone at a certain level can interpret the presence and truth of the promise of a true partner. However, to a certain extent, the meaning can lead to the presence and certainty of God's promises to humans.

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan pesan dakwah yang terkandung dalam lirik lagu “Sebelum Cahaya” karya Band Letto. Lagu yang merupakan salah satu karya seni dengan kekuatan makna dalam liriknya, mampu mengajak pendengarnya untuk menghayati dan meresapi makna yang terkandung di dalamnya. Lirik lagu akan mempengaruhi pendengar secara emosional, karena terdapat pesan yang ingin disampaikan oleh pengarangnya. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan semiotika Chales S. Pierce. Penelitian ini menemukan bahwa band Letto yang bukan merupakan band religi, melalui lagu “Sebelum Cahaya” memasukkan nilai-nilai ketuhanan yang menjadi dasar dari agama. Letto ingin menunjukkan dalam lagunya bahwa Tuhan selalu ada dan menemani manusia, meskipun mereka tidak menyadarinya. Keberadaan Tuhan dimunculkan dalam simbol-simbol yang dapat ditangkap oleh pendengar sesuai dengan tingkat kedalaman pengalaman religius mereka. Signifikansi kajian semiotik dalam penelitian ini menampilkan tingkat pemaknaan yang berbeda dalam memahami tanda dalam lirik lagu “Sebelum Cahaya”. Seseorang dalam tingkatan tertentu, dapat memaknai kehadiran dan kebenaran janji dari pasangannya yang sejati. Akan tetapi, dalam tingkat tertentu, pemaknaannya dapat mengarah pada kehadiran dan kepastian janji Tuhan kepada manusia.


Keywords


Da’wah Message, Song, Lyric, God, Semiotics, Charles S. Pierce

Full Text:

PDF

References


Al-Qardhawi, Y. (2000). Islam dan Seni (Z. Miswari (trans.)). Pustaka Hidayah.

Aripudin, A., & Ridwan, M. R. (2009). Materi Dakwah pada Grup Ban Non-Religi(Analisis Pesan Dakwah dalam Lirik Lagu Grub Band GIGI). In Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies (Vol. 4, Issue 13). https://doi.org/10.15575/IDAJHS.V4I13.403

Aziz, M. A. (2004). Ilmu Dakwah. Kencana.

Bahasa, T. P. K. P. P. dan P. (1999). Kamus besar Bahasa Indonesia. Balai Pustaka.

Danesi, M. (2010). Pesan, Tanda, dan Makna: Buku Teks Dasar Mengenai Semiotika dan Teori Komunikasi. Jalasutra.

Dicky Ardian. (2019). Dalem! Makna Lagu “Sebelum Cahaya” Soal Janji Tuhan kepada Umatnya. https://hot.detik.com/music/d-4604545/dalem-makna-lagu-sebelum-cahaya-soal-janji-tuhan-kepada-umatnya

Eco, U. (2000). Teori Semiotika, Signifikasi Komunikasi, Teori Kode, serta Teori Produksi Tanda (I. R. Muzir (trans.)). Kreasi Wacana.

Gazalba, S. (1998). Islam dan Kesenian. Pustaka Al-Husna.

Haq, A. (1998). Jalan Menuju Surga. Zaman Wacana Mulai.

Harahap, Nasruddin. (1992). Pendahuluan. In Nasrudin Harahap, M. Hafiun, & A. Rifai (Eds.), Dakwah Pembangunan. DPD Golkar Tk. I.

Hendrizal, H. (2013). STUDI ANALISIS: NILAI-NILAI ESTETIKA LOKAL DALAM MUSIK GAMAT. Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan Dan Karya Seni, 15(1). https://doi.org/10.26887/EKSE.V15I1.169

Hermintoyo, M. (2018). Metaforis dalam Lirik Lagu Populer Bertemakan Percintaan. Nusa: Jurnal Ilmu Bahasa Dan Sastra, 13(2), 291. https://doi.org/10.14710/nusa.13.2.291-300

Imran, A. (2011). Semiotika al-Qur’an: Metode dan Aplikasi terhadap Kisah Yusuf. Teras.

Irawan, P. (2006). Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif untuk Ilmu-ilmu Sosial. Departemen Ilmu Adaministrasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Indonesia.

Islami, S. H. (2016). Pesan Dakwah dalam Lirik Lagu Ebiet G. Ade. Tabligh: Jurnal Komunikasi Dan Penyiaran Islam, 1(1), 105–128. https://doi.org/10.15575/tabligh.v1i1.22

Keraf, G. (n.d.). Diksi dan Gaya Bahasa. PT. Gramedia Pustaka Utama.

Kusmawan, A. (2004). Komunikasi dan Penyiaran Islam. Benang Merah Press.

Littlejohn, S. W. (1996). Theories of Human Communication. Belmont.

Miles, M. B., & Huberman, M. (1992). Analisis Data Kualitatif (T. R. Rosidi (trans.); Penerbit U).

Morissan. (2013). Teori Komunikasi Individu Hingga Massa. Kencana Prenda Media Group.

Muhtadi, A. S. (2003). Metode Penelitian Dakwah. Pustaka Setia.

Mulyana, D. (2009). Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. PT. Remaja Rosdakarya.

Munir, M. (2003). Metode Dakwah. PT. Prenada Media Group.

Panuluh, S. M. D. (2019). Observasi.

Permana, R. (2013). Strategi Komunikasi Dakwah Band Wali dalam Lagu Cari Berkah. Jurnal Komunikasi Islam, 3(1). https://doi.org/10.15642/JKI.2013.3.1.%P

Pradana, Y., & Utomo, B. S. (2020). Pesan Dakwah K.H. Hasan Abdullah Sahal dalam Lirik Lagu “Kembalilah.” ORASI: Jurnal Dakwah Dan Komunikasi, 11(2), 233. https://doi.org/10.24235/orasi.v11i2.6895

Ratna, N. K. (2004). Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Pustaka Pelajar.

Salmadanis. (2003). Filsafat Dakwah. Surau.

Sari, Y. P. (2019). Makna Pesan Dakwah dalam Lirik Lagu Deen As-salam cover Nissa Sabyan. Jurnal Dakwah dan Komunikasi, 4(2), 187. https://doi.org/10.29240/jdk.v4i2.1252

Sobur, A. (2004). Analisis Teks Media: Suatu Pengantar untuk Analisis Wacana, Analisis Semiotik, dan Analisis Framing. Remaja Rosdakarya.

Sujatmiko, B., & El Ishaq, R. (2017). Pesan Dakwah dalam Lagu “Bila Tiba.” KOMUNIKA: Jurnal Dakwah Dan Komunikasi, 9(2), 181–195. https://doi.org/10.24090/komunika.v9i2.848

Sumardjo, J. (2000). Filsafat Seni. Penerbit ITB.

Syihata, A. (1986). Dakwah Islamiyah. CV. Rasindo.

Syukur Kholil, Ahmad Tamrin Sikumbang, & May Sakinah. (2018). Pesan-Pesan Komunikasi Islam Dalam Lirik Lagu Karya Wali Band (Kajian Analisis Isi). AL-BALAGH: Jurnal Komunikasi Islam, 2(1), 54–70. http://jurnal.uinsu.ac.id/index.php/balagh/article/view/2962

Tasmara, T. (1987). Komunikasi Dakwah. Gaya Media Pratama.

Uchjana, E. O. (2001). Ilmu Komunikasi: Teori dan Praktek. PT. Remaja Rosdakarya.

Wibowo, I. S. W. (2013). Semiotika Komunikasi. Penerbit Mitra Wacana Media.

Zulkifli, Z. (2017). Mewujudkan Generasi Optimis: Persfektif Islam. PROCEEDING IAIN Batusangkar, 1(2), 433–443. http://ecampus.iainbatusangkar.ac.id/ojs/index.php/proceedings/article/view/665


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Afifah Nur Sansidar