Wacana Feminisme dalam Catatan Najwa Spesial Hari Kartini

Agung Drajat Sucipto
* UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

DOI: https://doi.org/10.14421/kjc.22.05.2020

Abstract


This study aims to find the representation of feminist discourse in the Najwa Notes program entitled “Women in the Shihab Family”. The Shihab family is known as a family that has a high level of religious knowledge with the figure of M. Quraish Shihab in it. The negative stigma against women, which is always associated with religious narratives, is an important point to see how women from the Shihab family view freedom. The aspect of freedom in this event is illustrated by the motive for this event, namely as a reflection of Kartini Day, which is known as the inspiration for the rise of women in a patriarchal culture. This study uses a qualitative method with a feminist discourse approach to Sara Mills. This research found that women in the Shihab family uphold the principle of independence without sacrificing their duties in the domestic sphere. For them, women need to have self-confidence, be able to make their own decisions, be empowered to be able to overcome obstacles in themselves to progress, and be of benefit to those around them. This narrative then deliberately provided stimulation for women in Indonesia who became the object of the story of the women of the Shihab family. Readers who are in the wider community are given the doctrine of freedom through joint production efforts between the writer and the reader so that they are indoctrinated to believe in and apply the messages contained in the program.

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan representasi wacana feminis dalam acara Catatan Najwa dengan tajuk “Perempuan di Keluarga Shihab”. Keluarga Shihab dikenal sebagai keluarga yang memiliki tingkat pengetahuan agama yang tinggi dengan figur M. Quraish Shihab di dalamnya. Stigma negatif terhadap perempuan yang selalu di relasikan dengan narasi-narasi keagmaan, menjadi point penting untuk melihat bagaimana perempuan dari keluarga Shihab memandang kebebasan. Aspek kebebasan dalam acara ini tergambar dari motif acara ini dibuat, yakni sebagai refleksi hari Kartini, yang dikenal sebagai inspirator kebangkitan perempuan dalam budaya patriarki. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan wacana feminisme Sara Mills. Penelitian ini menemukan bahwa perempuan di keluarga Shihab memegang teguh prinsip kemandirian tanpa mengkorbankan tugas-tugas mereka di wilayah domestik. Bagi mereka, perempuan perlu memiliki sifat percaya diri, mampu membuat keputusan sendiri, berdaya untuk bisa mengalahkan hambatan pada dirinya untuk maju dan bermanfaat bagi sekelilingnya. Narasi ini kemudian secara sengaja memberikan stimulis bagi para perempuan di Indonesia yang dijadikan objek dengan subjek penceritaan para perempuan keluarga Shihab. Pembaca yang merupakan masyarakat luas diberikan doktrin kebebasan melalui upaya produksi bersama antara penulis dengan pemabaca, sehingga mereka didoktrinasi untuk meyakini dan mengaplikasikan pesan yang terkandung dalam acara.


Keywords


Feminism, Sara Mills, Najwa Shihab, Representation, Liberation

Full Text:

PDF

References


Azmi, M., & Bachri, S. (2019). Fenomena Gerakan Indonesia Tanpa Feminisme di Media Sosial. Sakina: Journal of Family Studies, 3(3). http://urj.uin-malang.ac.id/index.php/jfs/article/view/420

Bacchi, C. L. (1990). Some Difference: Feminism and Sexual Difference. Allen & Unwin.

Bhakti, A. D. P. (2020). MISTIFIKASI BIAS GENDER PADA IKLAN KOMERSIAL UNTUK PASAR MUSLIM DI INDONESIA. KOMUNITAS, 11(2), 161–180. https://doi.org/10.20414/komunitas.v11i2.2673

Bulbeck, C. (1998). Reorienting Western Feminism: Women’s Diversity in A Postcolonial World. Cambridge University Press.

Cathia, J., & Groves, J. (2007). Introducing Feminism. Gutenberg Press.

Croteau, D., & Hoynes, W. (1997). Media/Society: Industries, Images, and Audiences. Pine Forge Press.

De-Beauvoir, S. (2003). The Second Sex (T. B. Febriantono & N. Juliastuti (trans.)). Pustaka Promothea.

Dewi, M. A. (2014). Media Massa dan Penyebaran Isu Perempuan. Jurnal Ilmu Komunikasi, 7(3), 228–236. https://doi.org/10.31315/JIK.V7I3.24

Engineer, A. A. (1994). Hak-hak Perempuan dalam Islam (F. Wajidi & C. F. Assegaf (trans.)). Yayasan Bentang Budaya.

Eriyanto. (2001). Analisis Wacana: Pengantar Anlisis Teks Media. LKiS.

Fakih, M. (1997). Analisis Gender dan Transformasi Sosial. Pustaka Pelajar.

Gadamer, H.-G. (2006). Truth and Method (J. Weinsheimer & D. G. Marshall (trans.)). Continuum.

Hardy, G. M. (1998). Perempuan dan Politik Tubuh Fantastis. Kanisius.

Hariyani, N. (2019). Analisis Semiotika Representasi Citra Perempuan dalam Film Kartini. JURNAL SOSIAL, 19(1). http://unmermadiun.ac.id/ejurnal/index.php/sosial/article/view/359

Hodgson-Wright, S. (2001). Early Feminism. In S. Gamble (Ed.), The Routledge Companion to Feminism and Postfeminism. Routledge. https://doi.org/10.4324/9780203011010

Juanda, J., & Azis, A. (2018). Penyingkapan Citra Perempuan Cerpen Media Indonesia: Kajian Feminisme. LINGUA: Journal of Language, Literature and Teaching, 15(2), 71. https://doi.org/10.30957/lingua.v15i2.478

Lober, J. (2001). Gender Inequality: Feminist Theories and Politics. Roxbury.

Millet, K. (1970). Sexual Politics. Doubleday & Company Inc.

Mills, S. (2001). Discourse. Routledge.

Miranti, A. (2020). Narasi “Cantik” Sebagai Bentuk Eksploitasi Perempuan pada Pemberitaan Pedagang Perempuan Viral di Media Massa. SEMIOTIKA: Jurnal Komunikasi, 14(2). https://doi.org/10.30813/S:JK.V14I2.2310

Muhammad, H. (2019). Fiqh Perempuan: Refleksi Kiai atas Wacana Agama dan Gender. IRCiSoD.

Najwa Shihab. (2020, April 24). Perempuan di Keluarga Shihab. Catatan Najwa; Najwa Shihab Channel. https://www.youtube.com/watch?v=X1ON-Z393v8

O’Brien, K. (2009). Women and Enlightenment in Eighteenth-Century Britain. Cambridge University Press.

Puspita, D. F. R., & Nurhayati, I. K. (2019). Analisis Semiotika John Fiske Mengenai Realitas Bias Gender Pada Iklan Kisah Ramadhan Line Versi Adzan Ayah. ProTVF, 2(2), 157. https://doi.org/10.24198/ptvf.v2i2.20820

Qibtiyah, A. (2017). Feminisme Muslim di Indonesia. Suara Muhammadiyah.

Rahman, F. (2009). Major Themes of the Qur’an. University of Chicago Press.

Ratna, N. K. (2010). Penelitian Sastra. Pustaka Pelajar.

Ross, S. G. (2009). The Birth of Feminism Women as Intellect in Renaissance Italy and England. Harvard University Press.

Shihab, M. Q. (1996). Wawasan Al-Qur’an. Mizan.

Snitow, A. (1989). A Gender Diary. In Rocking The Ship of State. Westview.

Sutanto, O. (2017). Representasi Feminisme Dalam Film “Spy.” Jurnal E-Komunikasi, 5(1). http://publication.petra.ac.id/index.php/ilmu-komunikasi/article/view/6164

Tong, R. P. (2010). Feminist Thought: Pengantar Paling Komprehensif kepada Aliran Utama Pemikiran Feminis (Jalasutra (ed.); A. P. Prabasmoro (trans.)).

Umar, N. (1999). Argumen Kesetaraan Jender Perspektif al-Qur’an. Paramadina.

Wadud, A. (2001). Qur’an Menurut Perempuan; Meluruskan Bias Jender dalam Tradisi Tafsir (A. Ali (trans.)). PT. Serambi Ilmu Semesta.

Winarsih, S., & Putri, D. M. (2017). Representasi Feminisme dalam Media Untuk Pria Talkmen.Com. Journal Communication Spectrum : Capturing New Perspectives in Communication, 4(1), 72–91. https://doi.org/10.36782/JCS.V4I1.1772


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Agung Drajat Sucipto

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.