PENGENTASAN KEMISKINAN BERBASIS DASAWISMA (ANALISIS KRITIS PROGRAM ANTIKEMISKINAN)

Authors

  • Miftakhul Choiri UIN SUNAN KALIJAGA

DOI:

https://doi.org/10.14421/EkBis.2017.1.1.992

Abstract

Abstract

Evaluate to program of policy to against poorness require to be done to get the model or more effective policy strategy. Strategy which on the market by emphasizing at participation of entire citizen as well as state requirement to develop the people potency as maximum. Dasawisma as local institutions at the RT level of 10 -20 members of the family, spearheading the success of an existing government programs. This study is a descriptive and comparative analysis, descriptive method is intended to discover concepts related to poverty alleviation based on local institutions. In this case some of the concepts will be presented as they are, to understand the way the mind poverty alleviation system comprehensively. The comparative method was intended to compare the concept that local institutions and other bases to be elaborated in a new concept of poverty alleviation by dasawisma basis.Conclusion from this research is policy to against poorness base on the dasawisma require not only a way of newly think of the policy content, but also the way of newly think of the policy structure.

Keyword: strategy, poverty, dasawisma

 

Abstrak

Evaluasi terhadap program kebijakan pengentasan kemiskinan perlu dilakukan untuk mendapatkan model atau strategi kebijakan yang lebih efektif. Strategi yang ditawarkan adalah dengan menekankan pada partisipasi seluruh warga negara dan juga kebutuhan negara untuk mengembangkan potensi rakyat dengan semaksimal mungkin. Dasawisma sebagai institusi lokal di tingkat RT yang terdiri dari 10 -20 anggota keluarga, menjadi ujung tombak keberhasilan suatu program pemerintah yang ada. Penelitian ini bersifat deskriptis, komparatif analisis, dengan metode deskriptif dimaksudkan untuk menemukan konsep yang berkaitan dengan pengentasan kemiskinan berbasis institusi lokal. Dalam hal ini beberapa konsep akan dipaparkan sebagaimana adanya, untuk memahami jalan pikiran sistem pengentasan kemiskinan secara komperhensif. Metode komparatif dimaksudkan untuk membandingkan konsep yang sudah dan basis institusi lokal yang lain untuk dielaborasi dalam sebuah konsep baru pengentasan kemiskinan dengan basis dasawisma. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kebijakan pengentasan kemiskinan berbasis dasawisma membutuhkan tidak hanya sebuah cara baru berpikir tentang isi kebijakan, tetapi juga cara baru berpikir tentang struktur kebijakan.

Kata Kunci: strategi, kemiskinan, dasawisma

Downloads

Download data is not yet available.
Abstract viewed: 1016 times | PDF downloaded = 351 times

References

Afrizal (1997), Ikatan Kekerabatan Sebagai Sebuah Jaringan Sosial Ekonomi: Diskusi tentang Isu-Isu Perubahan Pada Ikatan Kekerabatan Matrilineal Minangkabau, Jurnal Pembangunan dan Perubahan Sosial,

Afrizal: Gagalnya Program Anti-Kemiskinan:Sebuah Analisis Sosiologis

Ancok, Dj., 1995, ‘Pemanfaatan Organisasi Lokal untuk Mengentaskan Kemiskinan’, dalam Awan Setya Dewanta dkk., ed, Kemiskinan dan Kesenjangan di Indonesia, Aditya Media, Yogyakarta.

Achmad Surachmad, "Quo Vadis P2KP", dikutip dari http: /www.P2KP.Com/ accesed Februari 2017

BPS 2001

Chambers, R., 1987, Pembangunan Desa Mulai dari Belakang, LP3ES, Jakarta.

Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah, Pedoman Umum P2KP Tahap II, diolah.

Dumairy (1999) Kemiskinan Dan Kesenjangan Di Indonesia , Aditya Media, Yogyakarta

Edy Suandi Hamid (2006) Ekonomi Indonesia; dari sentralisasi ke desentralisasi, UII Press, Yogyakarta

Gregorius Sahdan, "Menanggulangi Kemiskinan" di kutip dari http: // www.ekonomirakyat.org/ accesed Februari 2017.

Gregorius Sahdan, "Menanggulangi Kemiskinan Desa", di kutip dari http:// www.ekonomirakyat.org,/Jurnal Ekonomi Rakyat/ accessed Februari 2017

IDT, antara Kail, Ikan, dan Skeptisisme, di kutip dari http:// mailto:owner-indonesia-l@indopubs.com/ accesed Februari 2017

Hatta Sunanto, "Pemerintah Dihadapkan Dilema KUT", dikutip dari http://www.kr.co.id/web/detail.php?sid=155834&actmenu=39, accesed Februari 2017

Kurniawan, "Catatan Kritis Untuk Program JPS", Pontianak Pos, selasa 5 Desember 2000.

Muhammad Ma'ruf, "Lima Kelemahan Program BLT: sektor riil" dikutip dari http://www.okezone.com/ -artikel ekonomi/ accesed Februari 2017

Moeljarto Tjokrowinoto (1993) "Strategi Alternatif Pengentasan Kemiskinan", makalah untuk seminar bulanan P3PK UGM.

M. Amien Rais (1999) Kemiskinan dan Kesenjangan di Indonesia, cet. Kedua, Aditya Media, Yogyakarta.

Noeng Muhadjir (1989) Metode Penelitian, Raka Sarasin, Yogyakarta.

Mubyarto, " PROGAM IDT SETELAH TIGA TAHUN", di kutip dari http://.apakabar@clark.net/ accesed Februari 2017.

Riana Panggabean, "Efektifitas Program Dana Bergulir Bagi Koperasi dan UKM" di kutip dari http:// www.EvaluasiProgramPengentasanKemiskinan.Com/ accessed Februari 2017.

Sayid Aqil Hussein Al Munawwar, "Mencari Solusi Kemiskinan Umat Islam di Indonesia", di kutip dari http: // www. Center For Moderate Muslim Indonesia. Net/ accesed Februari 2017.oderate Muslim

Supardi (2008) "Analisis BLT Mahasiswa", Kedaulatan Rakyat. No. 234, Tahun LXIII (30 Mei 2008), hal. 1, Kolom 1.

Tim Penyusun Kamus Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia (1997) Kamus Besar Bahasa Indonesia, cet 9, Balai Pustaka, Jakarta.

Statistik Indonesia 2004

Zainal Abidin Ahmad (1979) Dasar-dasar ekonomi Islam, Cet. 1, Bulan Bintang , Jakarta.

Downloads

Published

2017-03-13

How to Cite

Choiri, M. (2017). PENGENTASAN KEMISKINAN BERBASIS DASAWISMA (ANALISIS KRITIS PROGRAM ANTIKEMISKINAN). EkBis: Jurnal Ekonomi Dan Bisnis, 1(1), 100–122. https://doi.org/10.14421/EkBis.2017.1.1.992