Jurnal Sosiologi Reflektif

Celebrating Difference: Eid al Fitr, Social Cohesion, and Religious Moderation in Magelang, Indonesia

Authors

  • Gunawan

Downloads

Article Galley

DOI https://doi.org/10.14421/jsr.v20i2.3611
Page: 461-480
32 views
28 PDF Downloads

How to Cite

Celebrating Difference: Eid al Fitr, Social Cohesion, and Religious Moderation in Magelang, Indonesia. (2026). Jurnal Sosiologi Reflektif, 20(2), 461-480. https://doi.org/10.14421/jsr.v20i2.3611

Abstract

In Indonesia, the celebration of Eid al Fitr in a plural and complex society is not only a religious ritual for Muslims, but can also serve as a social space that strengthens cohesion and tolerance across identities. This study aims to analyse how the celebration of Eid al Fitr in  Magelang, Indonesia, fosters interreligious harmony while renewing social attachment across identities through perceptions, values, and religious practices in the midst of diversity. This research employs a qualitative approach with a case study design. Data were collected through observation of the sequence of Eid al Fitr celebrations, including takbiran, the Eid prayer, halalbihalal, and house to house visits, as well as in depth interviews with key informants who directly experienced the dynamics of Lebaran visits and interreligious relations. The data were analysed iteratively through repeated reading, thematic grouping, and interpretation using Émile Durkheim’s framework of social solidarity, particularly mechanical solidarity, organic solidarity, and collective effervescence. The findings show that Eid al Fitr in Desa Pepe functions not only as a spiritual obligation, but also as a social mechanism that strengthens cohesion through shared emotions, norms of respect, and repeated social exchange. The findings also reveal that interreligious harmony is sustained through institutionalised coexistence and the negotiation of boundaries that preserve peaceful relations without blurring the distinct religious identities of each group. This study contributes to the strengthening of the sociology of religion, particularly in understanding religious ritual as a social practice that shapes interaction, identity, and shared life in a plural society.

 

Di Indonesia, perayaan Idul Fitri di masyarakat yang majemuk dan kompleks tidak hanya menjadi ritus keagamaan umat Islam, tetapi juga dapat menjadi ruang sosial yang memperkuat kohesi dan toleransi lintas identitas. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana perayaan Idul Fitri di Magelang, Indonesia, menumbuhkan harmoni antar umat beragama sekaligus memperbarui keterikatan sosial lintas identitas melalui persepsi, nilai, dan praktik keagamaan di tengah keberagaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi terhadap rangkaian perayaan Idul Fitri, meliputi takbiran, salat Id, halalbihalal, dan silaturahmi dari rumah ke rumah, serta wawancara mendalam dengan informan kunci yang mengalami langsung dinamika kunjungan Lebaran dan relasi lintas agama. Data dianalisis secara iteratif melalui pembacaan berulang, pengelompokan tema, dan interpretasi dengan kerangka solidaritas sosial Émile Durkheim, terutama solidaritas mekanik, solidaritas organik, dan collective effervescence. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Idul Fitri di Magelang tidak hanya berfungsi sebagai kewajiban spiritual, tetapi juga sebagai mekanisme sosial yang memperkuat kohesi melalui emosi bersama, norma penghormatan, dan pertukaran sosial yang berulang. Temuan ini juga memperlihatkan bahwa harmoni lintas agama dipelihara melalui koeksistensi yang terlembaga dan negosiasi batas yang menjaga hubungan tetap rukun tanpa mengaburkan identitas keagamaan masing-masing. Penelitian ini berimplikasi pada penguatan kajian sosiologi agama, khususnya dalam memahami ritual keagamaan sebagai praktik sosial yang membentuk interaksi, identitas, dan kehidupan bersama dalam masyarakat plural.

Keywords:

Religious Moderation, Social Cohesion, Social Solidarity, Plural Society

References:

Anwar, R. N., and S. Muhayati. 2021. “Upaya Membangun Sikap Moderasi Beragama Melalui Pendidikan Agama Islam pada Mahasiswa Perguruan Tinggi Umum.” Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam 12(1):1–15. doi:10.24042/atjpi.v12i1.7717.

Arifurrohman, and P. C. Crismono. 2025. “Bibliometric Analysis of Religious Tolerance Research Trends: Indonesia’s Role in Global Studies.” Jurnal Penelitian 22(1):79–94. doi:10.28918/jupe.v22i1.10291.

Casavecchia, A., C. Carbone, and A. Canta. 2023. “Living Interfaith Dialogue During the Lockdown: The Role of Women in the Italian Case.” Religions 14(2):252. doi:10.3390/rel14020252.

Datuk, Iain, and Laksemana Bengkalis. 2025. “Membangun Kesadaran Spiritual Masyarakat Melalui Muhasabah Diri di Hari Raya Idulfitri.” Pengabdian Masyarakat AMPOEN 3(1). doi:10.32672/ampoen.v3i1.3539.

Faidi, A. 2021. “Religious Moderation in the City of Pancasilais: Study on the Tradition of Halal Bihalal and Christmas Together as a Cultural Basis for Religious Tolerance in Salatiga City.” Komunitas 13(2). doi:10.15294/komunitas.v13i2.24621.

Fathoni, T. 2024. “Peran Teori Sosial Émile Durkheim dalam Pengembangan Pendidikan Agama Islam: Perspektif Solidaritas Sosial dan Integrasi Masyarakat.” AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam dan Humaniora 5(1):1654–68. doi:10.37680/almikraj.v5i01.6403.

Fikri, M., and I. Indriana. 2024. “Persepsi dan Harapan Netizen Mengenai Variabilitas Waktu Perayaan Idulfitri di Indonesia.” Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan 18(4):2791. doi:10.35931/aq.v18i4.3450.

Gunawan. 2024. “The Role of Nahdlatul Ulama in Fostering Interfaith Harmony Through Social Capital in Palembang City.” Jurnal Sosiologi USK 18:189–98. doi:10.24815/jsu.v18i2.42449.

Gunawan, N. E. 2020. “When Offense and Mutual Forgiveness Collide Yearly in Indonesia: A Qualitative Study During Eid al-Fitr.” ProGCouns: Journal of Professionals in Guidance and Counseling 1(1). doi:10.21831/progcouns.v1i1.31127.

Hopkins, N., S. Reicher, S. Khan, S. Tewari, N. Srinivasan, and C. Stevenson. 2015. “Explaining Effervescence: Investigating the Relationship Between Shared Social Identity and Positive Experience in Crowds.” Cognition and Emotion 30:20–32. doi:10.1080/02699931.2015.1015969.

Latif, M. S., and M. S. Ahmad Ar. 2021. “Eksistensi Aktivitas Kebudayaan dalam Mengawal Peradaban Kehidupan Sosial: Tradisi Sekatenan Keraton Yogyakarta Perspektif Teori Solidaritas Emile Durkheim.” MUKADIMAH: Jurnal Pendidikan, Sejarah, dan Ilmu-Ilmu Sosial 5(1):1–7. doi:10.30743/mkd.v5i1.3368.

Lubis, S. I., and A. Sianipar. 2022. “How Religious Tolerance Can Emerge Among Religious People: An Investigation on the Roles of Intellectual Humility, Cognitive Flexibility, and Trait Aggressiveness.” Asian Journal of Social Psychology 25(2):276–87. doi:10.1111/ajsp.12493.

Matasak, S., Darius, Jems Alam, Ones Kristiani Rapa, Yohanes Krismantyo Susanta, Ferdy Alextian Sapan, Jimmy Sucipto, Prani Yustiana, Kristen Rahel Palimbong, Jeni Bunga, and Berniwati. 2024. “Penguatan Solidaritas Berbasis Kearifan Lokal: Kerukunan Antarumat Beragama dalam Tradisi Ma’ GERE’ Tedong di Lembang Gandangbatu.” Bida: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 1(1):29–39. doi:10.34307/bida.v1i1.4.

Mubarok, A. R., and S. Sunarto. 2024. “Moderasi Beragama di Era Digital: Tantangan dan Peluang.” Journal of Islamic Communication Studies 2(1):1–11. doi:10.15642/jicos.2024.2.1.1-11.

Nisa, M. K., A. Yani, A. Andika, E. M. Yunus, and Y. Rahman. 2021. “Moderasi Beragama: Landasan Moderasi dalam Tradisi Berbagai Agama dan Implementasi di Era Disrupsi Digital.” Jurnal Riset Agama 1(3):79–96. doi:10.15575/jra.v1i3.15100.

Noh, M. H., A. Djana, and R. Abd Fatah. 2025. “The Thoughts of Emile Durkheim in Modern Sociology: Conceptual Analysis and Application in Social Research in Indonesia.” International Journal of Applied and Scientific Research 3(7):475–84.

Oktavia, M. M. 2025. “Analisis Idulfitri dan Rekonsiliasi Sosial: Studi tentang Tradisi Silaturahmi dalam Masyarakat Desa Pagar Gunung.” Ghaitsa Islamic Education Journal 6(2):194–203.

Pajarianto, H., I. Pribadi, and P. Sari. 2022. “Tolerance Between Religions Through the Role of Local Wisdom and Religious Moderation.” HTS Teologiese Studies / Theological Studies 78(4):1–8. doi:10.4102/hts.v78i4.7043.

Power, E. 2018. “Collective Ritual and Social Support Networks in Rural South India.” Proceedings of the Royal Society B: Biological Sciences 285:20180023. doi:10.1098/rspb.2018.0023.

Prakosa, P. 2022. “Moderasi Beragama: Praksis Kerukunan Antar Umat Beragama.” Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) 4(1):45–55. doi:10.37364/jireh.v4i1.69.

Pratiwi, P. S., M. P. Seytawati, A. F. Hidayatullah, Ismail, and Tafsir. 2021. “Moderasi Beragama dan Media Sosial: Studi Analisis Konten Instagram dan TikTok.” Jurnal Dakwah dan Komunikasi 6(1):83–94. doi:10.29240/jdk.v6i1.2959

Rahmawati, A., and J. T. Haryanto. 2020. “Penguatan Toleransi dan Identitas Sosial Melalui Halalbihalal Lintas Agama pada Masyarakat Kampung Gendingan, Yogyakarta.” Jurnal SMART (Studi Masyarakat, Religi, dan Tradisi) 6(1):33–47. doi:10.18784/smart.v6i1.988.

Sitorus, G. H. 2022. “Sumbangsih Teori Fungsionalis Emile Durkheim untuk Mewujudkan Agama sebagai Wacana Performatif dalam Mewujudkan Solidaritas di Tengah Pandemi.” Pute Waya: Sociology of Religion Journal 3(1):52–64.

Supriadin, I., and M. Pababari. 2024. “Dialektika dan Proses Inkulturasi Agama dan Budaya Lokal di Indonesia.” Al-Qalam: Jurnal Kajian Islam dan Pendidikan 16(2):226–35. doi:10.47435/al-qalam.v16i2.3330.

Supriyadi, T., K. A. Hakam, E. S. Nurdin, A. Kosasih, U. Supriadi, and J. Julia. 2024. “A Decade of Literature Roadmap on Religious Tolerance Education: A Bibliometric Study Using the Scopus Database.” International Journal of Learning, Teaching and Educational Research 23(6):152–70. doi:10.26803/ijlter.23.6.7.

Sumarto, and E. K. Harahap. 2022. “Moderasi Beragama Umat Hindu di Kampung Bali Kecamatan Nibung Kabupaten Muratara Sumatera Selatan.” Jurnal Literasiologi 8(1):155–65. doi:10.47783/literasiologi.v8i1.355.

Wlodarczyk, A., L. Zumeta, N. Basabe, B. Rimé, and D. Páez. 2021. “Religious and Secular Collective Gatherings, Perceived Emotional Synchrony and Self-Transcendent Emotions: Two Longitudinal Studies.” Current Psychology 42:4754–71. doi:10.1007/s12144-021-01826-0.