Keterkaitan Keterkaitan Matematika dan Budaya Lokal pada Proses Penggilingan Mi Lethek Menggunakan Tenaga Sapi di Bantul, Yogyakarta -

Main Article Content

Lidwina Ferdiana Putri Fer
Nurul Arfinanti

Abstract

Mi Lethek merupakan salah satu makanan tradisional khas Bantul Yogyakarta yang sampai saat ini proses pembuatannya masih menggunakan cara tradisional yaitu masih menggunakan tenaga sapi untuk menggiling adonan. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep matematis khususnya frekuensi, periode, dan kecepatan linear dalam aktivitas penggilingan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara langsung dengan Bapak Yasir Ferry Ismatrada, pemilik usaha mi lethek generasi ketiga, yang dilakukan di Srandakan, Bantul pada tanggal 29 September 2025 dan observasi. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa, frekuensi putaran sebesar 1 putaran/menit  serta kecepatan linear sapi sebesar   serta total jarak tempuh sapi sekitar  selama sesi kerja 2 jam.  Dalam satu hari, penggilingan bisa dilakukan selama tiga kali tergantung dari permintaan pasar dan kondisi fisik sapi. Penggunaan gilingan sapi masih dipertahankan sampai saat ini, karena akan berpengaruh terhadap tekstur dan cita rasa mi lethek.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section
Articles

References

Fitriani, D., & Putra, A. (2022). Systematic Literature Review (SLR): Eksplorasi Etnomatematika pada Makanan Tradisional. Journal of Mathematics Education and Learning, 2(1), 18. https://doi.org/10.19184/jomeal.v2i1.29093

Herayanti, Suhendra, & Dadang Juandi. (2023). Ekplorasi Etnomatematika Pada Makanan Tradisional Masyarakat Majalengka. JUMLAHKU: Jurnal Matematika Ilmiah STKIP Muhammadiyah Kuningan, 9(1), 163–174. https://doi.org/10.33222/jumlahku.v9i1.2650

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2020). Modul Pembelajaran Fisika SMA Kelas X: Gerak Melingkar (KD 3.6). Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud. Diakses dari https://repositori.kemdikbud.go.id/21791/1/X_Fisika_KD-3.6_Final 7.pdf

Kristian, E., Zaenudin, M., & Indra, I. B. (2025). Pengaruh Jumlah Pisau dan Kecepatan Penggilingan Terhadap Kapasitas Produksi dan Tingkat Kehalusan Jagung Pada Mesin Penggiling Jagung Sederhana. Techno (Jurnal Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purwokerto), 26(1), 11–18. https://doi.org/10.30595/techno.v26i1.23744

Kusumawati, P., Tyas, D. W., Fitriana, & Kusumaningrum, H. (2023). Sebagai Daya Tarik Wisata Gastronomi. Pringgitan, 40–56.

Lionmag.id. (2023, 31 Mei). Mie Lethek Cap Garuda. Diakses dari https://lionmag.id/home/detail/mie-lethek-cap-garuda

Merdeka.com. (2021). Menjaga Cita Rasa Mie Lethek Khas Bantul dengan Tenaga Sapi. Diakses dari https://www.merdeka.com/travel/menjaga-cita-rasa-mie-lethek-khas-bantul-dengan-tenaga-sapi.html

Nuk Tohul Huda. (2018). Etnomatematika Pada Bentuk Jajanan Pasar di Daerah Istimewa Yogyakarta . JNPM (Jurnal Nasional Pendidikan Matematika), 2(2), 217–232.

Pathuddin, H., & Raehana, S. (2019). Etnomatematika: Makanan Tradisional Bugis Sebagai Sumber Belajar Matematika. MaPan, 7(2), 307–327. https://doi.org/10.24252/mapan.2019v7n2a10

Putri, C. A., Fitriyah, Sudarti, & Mahmud, K. (2025). Analisis Konsep Fisika dalam Teknologi Penggilingan Beras dan Jagung. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 11, 272–279.

Ramadhan, C. S., Suprabowo, I., & Noviani, W. (2019). Pengembangan Mi Lethek Sebagai Kuliner Unggulan Bantul. BERDIKARI : Jurnal Inovasi Dan Penerapan Ipteks, 7(2), 112–120. https://doi.org/10.18196/bdr.7263

Roman Syahrifudin, F., & Muhammad Akhlis Rizza. (2025). Pengaruh Kecepatan Putar dan Waktu Pemipilan Jagung Kapasitas 150 kg/ jam terhadap Kualitas Hasil Pemipilan Jagung. Jurnal Teknik Ilmu Dan Aplikasi, 6(1), 13–18. https://doi.org/10.33795/jtia.v6i1.5636

Trimurti-bantul.desa.id. (2021, 4 Mei). MIE LETHEK KHAS DUSUN BENDO. Diakses dari https://trimurti-bantul.desa.id/first/artikel/1102-MIE-LETHEK-KHAS-DUSUN-BENDO

Yulianasari, N., Salsabila, L., Maulidina, N., & Maula, L. H. (2023). Implementasi Etnomatematika sebagai Cara untuk Menghubungkan Matematika dengan Kehidupan Sehari-hari. SANTIKA : Seminar Nasional Tadris Matematika, 3, 642–652.