Eksistensi Tuhan Dalam Tasawuf Emha Ainun Nadjib

Authors

  • Faiz Fauzi

DOI:

https://doi.org/10.14421/ref.2018.%25x

Keywords:

Emha Ainun Nadjib, Tasawuf, Existence of God, Emanation, Wahdah al-Wujud

Abstract

One of the poets, writers, artists, writers, cultural artists who popularized the popular mass media in the 1980s to the 1990s, is Emha Ainun Nadjib or Emha. His works found many religious and spiritual discourses, especially in his essays and poems. This study highlights Emha’s thoughts about the Existence of God within the framework of Sufism. The results of the study explained that the process of natural creation lasted for six days. The cycle will eventually be reunited with God. God’s execution according to Emha is the Emanation of God within the framework of the wahdah al-wujud. All come from God and will reunite with God (al-Haq).

[Salah satu penyair, penulis, seniman, sastrawan, budayawan yang mewarnasi media massa yang popular diera 1980 hingga 1990-an yaitu Emha Ainun Nadjib atau Emha. Karya-karyanya banyak ditemukan wacana religious dan spiritual, khususnya dalam esai dan puisinya. Kajian ini menyoroti tentang pemikiran Emha tentang Eksistensi Tuhan dalam kerangka tasawuf. Hasil dari kajian menjelaskan bahwa proses penciptaan alam berlangsung selama enam hari. Siklus tersebut pada akhirnya akan manunggal (menyatu) kembali bersama Allah. Eksestensi Tuhan menurut Emha adalah Emanasi Tuhan yang dalam kerangka wahdah al-wujud. Semua berasal dari Allah dan akan menyatu kembali dengan Allah (al-Haq).]

Abstract viewed: 745 times | PDF downloaded = 2148 times

References

Afifi, A. E. Filsafat Mistis Ibn `Arabi, Terj: Sjahrir Mawi. Jakarta:Gaya Media Pratama, 1989.

Alba, Cecep. Tasawuf dan Tarekat, Dimensi Esoteris Ajaran Islam. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2012.

Al-Fayyadl Muhammad, Teologi Negative Ibn `Arabi: Kritik Metafisika Ketuhanan. Yogyakarta: LKiS, 2012.

Alfian, Alfan (dkk). Kitab ketentraman; dari khasanah Emha Ainun Nadjib. Bekasi: Penjuru Ilmu, 2014.

Anwar, Rosihon. Ilmu Tasawuf. Bandung: CV Pustaka Setia, 2004.

Arabi, Ibnu. Futuhat Makkiyah, vol 2, dalam Taftazani al Madkhal Ila at Tashawwuf al Islami, terj. Bandung: Penerbit Pustaka, 1974.

Azra, Azyumardi (dkk). Ensiklopedi Tasawuf, jilid: II. Bandung: Aksara, 2008.

Chittick, William, C. Dunia Imajinal Ibn `Arabi: Kreativitas Imajinasi Dan Persoalan Diversitas Agama, Terj:Achmad Syahid. Surabaya: Risalah Gusti, 2001.

_____. Tasawuf dimata Kaum Sufi, ter. Bandung: Mizan, 2002.

Clark, Marshall dan Giora Eliraz, “Reformasi Killed The Poetry Superstras: Two Poet Tour Australia” dalam Ian L Betts, Jalan Sunyi Emha. Jakarta: Kompas, 2006.

H.D. Halim. dalarn Ian L Betts, Jalan Sunyi Emha. Jakarta: Kompas, 2006.

Ibn `Arabi, Muhyi al-Din. Fusus al-Hikam. Beirut:Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 2006.

_____. Futuhat al-makiyyah, ed. Ahmad Syamsuddin. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 2006.

Jabrohim. Tahajjud Cinta Emha Ainun Nadjib. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2003.

Kartanegara, Mulyadi. Menyelami Lubuk Tasawuf. Jakarta: Penerbit Erlangga, 2006.

L. Betts, Ian. Jalan Sunyi Emha. Jakarta: Penerbit Buku Kompas, 2006.

Lewishon, Leonard. Warisan Sufi, Sufisme Persia Klasik dari Permulaan Hingga Rumi. Yogyakarta: Pustaka Sufi, 2002.

Madkour, Ibrahim. Aliaran dan Teori dalam Islam, terj. Yudian Wahyudi. Yogyakarta: Bumi Aksara, 2004.

Mansur, Laily. Ajaran dan Teladan Para Sufi. Cet. I. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 1996.

Mulkhan, Abdul Munir. Syekh Siti Jenar: Pergumulan Islam-Jawa. Yogyakarta: Bentang, 2001.

Murata, Sachico. The Tao of Islam, terj. Bandung: Penerbit Mizan, 1996.

_____. Cahaya Maha Cahaya.

_____. Ikrar Husnul Khatimah Keluarga Besar Bangsa Indonesia Menuju Keselamatan Abad 21. Jakarta: Hamas-Padbang mBulan, 1999.

_____, Indonesia Bagian dari Desa Saya. Kompas: Jakarta, 2013.

_____. Kerajaan Indonesia. Yogyakarta: Progress, 2006.

_____. Kiai Sudrun Gugat. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti, 1995.

_____. Slilit Sang Kiai. Bandung: Mizan 2014.

_____. Terus Mencoba Budaya Tanding. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1995.

_____. Tidak, Jibril Tidak Pensiun .Yogyakarta: Progress, 2007.

Nasr, Sayyed Hussein. Tasawuf Dulu dan Dekarang, terj. Abdul Hadi. Jakarta: Pustaka Firdaus, 1985.

Nasution, Harun. Falsafah dan Mistisme dalam Islam. Jakarta: Bulan Bintang, 1992.

Noer, Kautsar Azhari. Ibn Arabi; Wahdat al-Wujud dalam Perdebatan. Jakarta: Paramadina, 1995.

Nur, Syaifan. Filsafat Mulla Shadra. Bandung: Teraju, 2003. Permadi. Pengantar Ilmu Tasawuf. Jakarta: Rineka Cipta, 2004.

Rahardjo, Toto, dalam Ian L Betts, Jalan Sunyi Emha. Jakarta: Kompas, 2006.

_____. “Wahdatul Wujud Dalam Puisi Indonesia Modern: Mendiskusikan Puisi- Puisi Emha Ainun Nadjib”, DIALEKTIKA: jurnal bahasa, sastra, dan pendidikan bahasa dan sastra Indonesia, 2016.

Simuh. Tasawuf dan Perkembangannya dalam Islam. Jakarta: Raja Grafindo Persada 1996.

Shihab, Alwi. Islam Sufistik. Bandung: Mizan, 2001.

Tirmingham, J. Spencer. The Sufi Orders in Islam. London: Oxford University Press, 1973.

Tranggono, Indra. “Emha, Pelajaran Besar dari Desa”, dalam Sedang Tuhanpun Cemburu Yogyakarta: Sipress, 1994.

Downloads

Published

2018-01-30

Issue

Section

Articles