Archives

  • Refleksi: Jurnal Filsafat dan Pemikiran Islam
    Vol. 25 No. 1 (2025)

    Edisi ini menghimpun kajian mengenai dinamika spiritualitas dan filsafat dalam konteks kehidupan modern. Pembahasan mencakup peran maḥabbah dalam pembentukan penerimaan diri; relevansi pemikiran Ibnu Khaldun terhadap konstruksi sejarah nasional; analisis Heidegger tentang kebenaran dan seni dalam hubungannya dengan teknologi kecerdasan buatan; serta pemanfaatan konsep al-insān al-kāmil dan waḥdat al-wujūd Ibnu ‘Arabi untuk menjawab problem masyarakat digital. Kajian lain menyoroti fitrah dan perkembangan manusia dalam perspektif al-Qur’an dan Hadis melalui pendekatan eksistensialis, serta menawarkan perspektif Islam sebagai titik tengah antara pesimisme Schopenhauer dan optimisme Nietzsche. Keseluruhan tulisan menghadirkan pemikiran yang terfokus dan argumentatif mengenai persoalan eksistensial, etis, dan spiritual di era kontemporer.

    Keterlibatan penulis dari berbagai institusi mulai dari UIN Raden Fatah Palembang, UIN Antasari Banjarmasin, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Institut Ahmad Dahlan Probolinggo, Universitas Gadjah Mada, hingga STIQ Amuntai menunjukkan penyebaran geografis dan keragaman basis akademik yang memperkuat kontribusi multidisipliner edisi ini.

     

  • Refleksi Jurnal Filsafat dan Pemikiran Islam
    Vol. 24 No. 2 (2024)

    This edition presents five articles that explore critical issues in contemporary Islamic thought, ranging from religious tolerance and the epistemology of Islamic education to digital Sufism and hermeneutics. The study on Thâalbi and Ibn Achour highlights differing perspectives on tolerance during colonial-era Tunisia. The topic of digital spirituality is examined through the virtual relationship between teacher and disciple within the Syadziliyah and Naqshbandi Haqqani orders. The epistemological approaches of Al-Farabi and Ibn Sina are discussed in the context of Islamic Education 5.0. Meanwhile, Al-Hallaj’s pluralistic thought and Ibn Arabi’s hermeneutics enrich the discourse on religious moderation.

    The contributors come from various institutions in Indonesia—Bandung, Surabaya, Padang, and Cirebon—as well as one international contributors from Tunisia, Austria and China reflecting a diversity of perspectives and approaches in Islamic studies.

  • Refleksi Jurnal Filsafat dan Pemikiran Islam
    Vol. 24 No. 1 (2024)

    Edisi ini menghadirkan kajian mendalam seputar epistemologi, etika teknologi, fenomenologi tubuh, dan tafsir kritis dalam konteks keislaman dan kemanusiaan. Sorotan utama diberikan pada pemetaan kronologis epistemologi Islam menurut al-Jabiri, disusul kajian fenomenologi tubuh ala Merleau-Ponty yang relevan untuk memahami pengalaman manusia. Isu etika kecerdasan artifisial dibahas dalam bingkai metaetika global dan lokal. Artikel lainnya menelaah femisida dari perspektif tafsir Al-Qur’an dengan implikasi pada pendidikan agama, serta peran imajinasi dalam pencarian kebenaran menurut Kant dan Castoriadis.