DOMINASI HABITUS DALAM PRAKTIK KHITAN PEREMPUAN DI DESA KUNTU DARUSSALAM KABUPATEN KAMPAR RIAU (Aplikasi Praktik Sosial Pierre Boudieu dalam Living Hadis)

Hikmalisa Hikmalisa
* UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

DOI: https://doi.org/10.14421/livinghadis.2016.1124

Abstract


Understanding common sense surrounding society where people act according to their interpretation toward hadith of the prophet as well Qur’anic verses and command is an essential meaning of living hadith. This paper begins with new alternative of perspective for living hadith, since there are obvious possible interpretations toward a hadith within a complex society that lead to various acts. In addition to that, the different act will be analyzed by Bourdieu’s theory of practice in order to see that the dynamic of practice in such society entail that complexity of interpretations. Female mutilation practice in Kuntu Darussalam village is the object of study in this paper, where majority of people has had perceived the practice asas an unquestioned Doxa for every individual, preached by Ulama repetitively. The latest agent plays assertively for his symbolic modal of the cultural village, unlike the secondary role (e.i. medical agent)who apprehensively stands for different habitus within the society.


Keywords


sunat perempuan; living hadist; habitus; field; modal; doxa

Full Text:

PDF

References


Abercrombie,Nicholas. Kamus Sosiologi terj. Desi Noviyani.Yogyakarta: Pustaka Pelajar.2010.

Akbar, Ali. Kemitraan Adat Tali Berpilin Tiga. Pekanbaru: Pemangku Adat Mitra Pemerintah Soial

Al-Utsaimin, Muhammad. Shahih Fiqih Wanita terj. Faisal Shaleh danYusuf Hamdani Jakarta: Akbar Media. 2014.

Amin, Qosim. Sejarah Penindasan Perempuan : Menggugat Islam ‘Laki-Laki’ dan Menggurat ‘Perempuan Baru, Yogyakarta: Ircisod, 2003.

Athiyah Khumasi, Muhammada. Fiqh Perempuan. Jakarta: Media Dakwah. 2012.

Dwikarya, Maria. Menjaga Organ Intim (Penyakit dan Penanggulangannya). Jakarta: PT Kawan Pustaka. 2004.

Fashri, Fauzi. Pierre Bourdieu Menyingkap Kuasa Simbol. Yogyakarta: Jalasutra. 2014.

Haenudin, Didin. “Tinjauan Hukum Islam Terhadap Praktik Khitan Perempuan di Desa Mandalawangi Kecamatan Sukasari Kabupaten Subang Jawa Barat”. Skripsi Fakultas Syariah UIN Sunan Kalijaga. Yogyakarta. 2009.

Hajar al-Asqolani, Ibnu. Fath al-Bari Juz XI. Beirut: Dar al-Fikr. 1414 H. 1933 M.

Harker, Richard, dkk. (Habitus X Modal) + Ranah = Praktik terj. Pipit Meizer. Yogyakarta: Jalasutra. 2005.

Hathout, Hasan. Revolusi Seksual Perempuan, Obstetri dan Ginekologi dalam Tinjauan Islam. Bandung: Mizan 1996.

Ibn Syaraf al-Nawawi,Yahya. Al-Majmu. Beirut: Darul Fikr, 1996. Juz 2.

Ishaq Ibrahim al-Syairazi, Abu. Al-Muhadzdzab. Beirut; Dar al-Fikr. tth. Juz 1.

J. Moleong, Lexy. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya. 2010

Jenkins, Richard. Membaca Pikiran Bourdieu terj. Nurhadi. Bantul: Kreasi Wacana. 2013.

Kahmad, Dadang. Sosiologi Agama. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. 2009.

Kamal,Malik. Fiqih Sunah untukWanita terj. Asep Sobari. Rawamangun: Al-I’tishom Cahaya Umat. 2013.

Kurnia Rahman, Arif. “Kajian hukum Islam tentang Sunat Permpuan: Sebuah Aplikasi Konsep Hermeneutic Fazlul Rahman” Skripsi. Yogyakarta: Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga, 2009.

M Echols, Jhon dan Hasan Syadily. Kamus Inggris Indonesia. Jakarta: Gramedia. 2002

Mansur, M. Metodologi Penelitian Living Qur’an dan Hadis. Yogyakarta: Teras. 2007.

Meinardus, Otto. Christiant Egypt: Faith and Life. Kairo: The American Uneversity Press. 1970.

Mianoki, Adika. Ensiklopedi Khitan: Kupas Tuntas Pembahasan Khitan dalam Tinjauan Syariat dan Medis. Yogyakarta: Tim Kesehatan Muslim. 2014.

Muhammad, Husein. Fiqh Perempuan; Refleksi Kiai atas Wacana Agama dan Gender. Yogyakarta :LkiS Yogyakarta. 2001).

Munawwir, Ahmad Warson.Al-Munawwir: Kamus Arab-Indonesia, Surabaya: Pustaka Progressif, 1997.

Mutahir, Arizal. Intelektual Kolektif Pierre Bourdie Sebuah Gerakan untuk Melawan Dominasi. Bantul: Kreasi Wacana. 2011.

Nasution, Khoirudin. “Istri Dilarang Bermuka Masam Didepan Suami?” dalam Mohammad Sodiq dan Inayah Rohmaniyah (ed.), Perempuan Tertindas? Kajian Hadist- hadist Misogenis, Yogyakarta: Elsaq, 2005.

Rahman, Arif Kurnia. Skripsi: “Kajian hukum Islam tentang Sunat Permpuan: Sebuah Aplikasi Konsep Hermeneutic Fazlul Rahman” Yogyakarta: Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga, 2009.

Ritzer, George. Teori Sosiologi dari Sosiologi Klasik sampai Perkembangan Terakhir Postmodern terj. Saut Pasaribu. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2012.

Rohmaniyah, Inayah. Konstruksi Patriaki dalam Tafsir AgamaSebuh Jalan Panjang, Yogyakarta: Diandra Pustaka Indonesia, 2014.

---------Studi Living Quran: Pendekatan Sosiologis Terhadap Dimensi Sosial Empiris al-Quran. dalamBunga Rampai Sosiologi Agama: Teori, Metode dan Ranah Studi Sosiologi Agama. Yogyakarta: Diandra Pustaka Indonesia. 2015

Soehadha, Moh. Metode Penelitian Sosial Kualitatif Unruk Studi Agama. Yogyakarta: SUKA Press UIN Sunan Kalijaga. 2012.

Sumarni dkk, sunat Perempuan: di Bawah Bayang-bayang Tradisi, Yogyakarta: PSSK UGM, 2005.

Sumarsono (dkk.), Sistem Pemerintahan Tradisional di Riau. Jakarta: Putra Sejati Raya. 1997.

Suparmi (dkk.,). Laporan Kajian Gambaran Praktik Sunat Perempuan di Indonesia (Jakarta: Pusat Teknologi Intervensi Kesehatan Masyarakat Badan Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan. Kementerian Kesehatan. 2014.

Suprayogo, Imam Tobroni. Metodologi Penelitian Sosial-Agama. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. 2003.

Surtiretna, Nina. Bimbingan Seks Suami Istri pandangan Islam dan Medis (Bandung: PT.Remaja Rosdakarya.2000.

Suryadilaga, Alfatih. Aplikasi Penelitian Hadis dari Teks ke Konteks. Yogyakarta: Teras. 2009.

--------- Metodologi Penelitian Hadis. Yogyakarta: TH-Press. 2012.

--------- Metodologi Syarah Hadis. Yogyakarta: SUKA-Press UIN Sunan Kalijaga. 2012.

Syaltut, Mahmud. Al-Fatawa: Dirasatan Limusykilati al-Muslim al-Mu’ashir fi Hayatihi al-Yaumiyah wa al-Ammah. ttp.: Dar al-Qalam. 1996.

Takwin, Bagus. Akar-akar Ideologi : Pengantar Kajian Konsep Ideologi dari Plato Hingga Bourdieu. Yogyakarta: Jalasutra. 2003.

Tim Redaksi Majalah Perempuan Bergerak, “Khitan Perempuan : Praktik Purba Yang Harus Dihapuskan!”. Perempuan Bergerak, edisi III Juli-September 2013.

Tohir, Marlina. “Praktik Khitan Perempuan Studi Kasus di Desa Kebun Kecamatan Kamal Kabupaten Bangkalan Madura”. Skripsi Fakultas Ushuluddhin dan Pemikiran Islam. Yogyakarta. 2011.

Warson Munawwir, Ahmad. Al-Munawwir: Kamus Arab-Indonesia. Surabaya: PustakaProgressif. 1997.

JURNAL:

Adib, Muhammad. ”Agen dan Stuktur dalam Pandangan Bourdieu”, BioKultur, Vol.1 no.2 Desember 2012.

Fawaid Ahmad. “Menuju Etika Pendidikan Kesetaraan: Membendung Bias Gender Mencari Perpektif Humanis”. Jurnal Gender dan Islam Musawa 6. 2008.

Kahfi Ma. Iballa, Dona. Nikah Sirri dalam Prespektif Hadis. Musawa. Vol.12 no. 1. Januari 2013.

Mustaqim, Muhammad. “Konstruksi dan Reproduksi Budaya Khitan Perempuan: Pergulatan antara Tradisi, Keberagaman dan Kekerasan Seksual di Jawa”. Pesantren. Vol. 06, No.1. Juni 2013.

Rokhmah Ismiyatun dan Ummu Hani. “Sunat Perempuan dalam Prespektif Budaya, Agama dan Kesehatan “Studi Kasus di Masyarakat Desa Baddui Kecamatan Galesong Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan”. Jurnal Kebidanan dan Kesehatan. Vol 12, No. 2. Desember 2015. 104.

Santi,Sarah. “Khitan Perempuan: Legitimasi Agama dan Budaya Atas Kekerasan dan Pengendalian Tubuh Perempuan”, Forum Ilmiah Indonusa, Vol. 03, No. 1, Januari 2006.

Toubia, Nahid. Female Genitale Mutilation: a Call for Global Action . USA: United Nation Plaza. 1993.

WEBSITE:

“pemenkes nomor 1636 Tahun 2010 tentang sunat perempuan Menjamin Keamanan dan Perlindungan Sistem Reproduksi Perempuan”, http://www.gizikia.depkes.go.id/archives/2846 (diakses 14 Februari 2016).

“sunat Perempuan Merugikan dan Membahayakan Kesehatan”, Lembaga Kajian dan Transformasi Sosial (LKiS) online, http://lkis.or.id/v2/berita-155-sunat-perempuan-merugikan-dan-membahayakan-kesehatan.html (diakses 20 November 2015).

Artikel “Fungsi Bibir Kemaluan pada Organ Kelamin Wanita”. Vemale.com. Diakses pada 13 Oktober 2016.

Gunawan, Roland. Khitan Perempuan, Menjaga Kesucian?. Proceeding Workshop and Validation Meeting for Background Paper on Female Genetical Mutilation/cutting. 17 Desember 2015 di Jakarta. Lihat http://rumahkitab.com/khitan-perempuan-menjaga-kesucian/ diakses pada 13 Oktober 2016.

kamuskesehatan.com/arti/klitoris diakses pada 13 Oktober 2016.

Peraturan Mentri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1636/MenKes/per/2010 http://www.idai.or.id/upload/Permenkes_sunat _perempuan_2010. (diakses 14 Februari 2016).

Solikhah, Aris “Sunat Perempuan Bukanlah Kekerasan”, Hizbut Tahrir Indonesiahttp://hizbut-tahrir.or.id/2011/12/10/khitan-perempuan-bukanlah-kekerasan/ (diakses 14 Februari 2016).

LAIN-LAIN:

Film Sunat Perempuan (Female Circumcision) yang merupakan hasil penelitian dari UNFPA, KOMNAS PEREMPUAN (National commission on violence Againts Woments) Komisi Nasional Anti Kekerasan pada Perempuan. Film ini diambil dari praktik sunat yang terjadi di Muara Baru Jakarta Utara, Prumpung Jakarta Timur dan Ciledug Tangerang.

Hasil wawancara yang penulis lakukan pada beberapa warga perempuan, bidan, tokoh masyarakat di Desa Kuntu Darussalam pada 12 Juni- 30 Oktober 2016.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 Living Hadis



 

Indexed By:

 

 

 

 

Jurnal Living Hadis

ISSN 2528-7567  |   E-ISSN 2548-4761

Accredited by Director General of Research and Development Research and Development of the Ministry of Research, Technology and Higher Education of the Republic of Indonesia. Decree No: 36/E/KPT/2019

 

Creative Commons License

This work is licensed under 
a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International(CC BY-NC-SA 4.0).